Hidupgaya.co – Arah tren fesyen berkembang dengan sangat dinamis. Meningkatnya biaya di seluruh industri fesyen telah mengalihkan perhatian konsumen terhadap kebiasaan belanja yang lebih cerdas.
Alih-alih belanja jor-joran untuk busana musiman, banyak konsumen kini lebih memprioritaskan pakaian versatile, cocok dikenakan di berbagai kesempatan dan berdaya pakai tinggi.
Pakaian terjangkau yang terlihat berkelas menjadi pilihan cerdas bagi konsumen, yang dimulai sejak pandemi Covid beberapa tahun silam.
Pendekatan ini juga terkait dengan perubahan estetika: Gaya minimalis dengan palet warna netral berpotongan santai bisa diperoleh tanpa memboroskan anggaran, mendominasi tren saat ini.
Dunia fesyen terus berubah, dan tahun 2026 membawa angin segar bagi para pecinta fesyen yang ingin tampil gaya tanpa harus menguras kantong.
Kini, sejumlah jenama fesyen menghadirkan desain yang tidak kalah dengan label mewah, dan disukai konsumen.

Utamakan kenyamanan dalam jangkauan
Sejak perubahan gaya hidup pasca-pandemi, kenyamanan menjadi faktor utama dalam berpakaian. Tren ini berlanjut hingga tahun 2026 dengan hadirnya busana nyaman yang tetap terlihat bergaya.
Menjawab kebutuhan konsumen terhadap produk fesyen berkualitas dengan harga terjangkau, tak sedikit jenama fokus pada produk ‘affordable luxury’, memastikan kemewahan masih dalam jangkauan dengan potongan pakaian minimalis, berkualitas tinggi, dan serbaguna.
Sejalan dengan itu, pemilihan bahan-bahan berkelanjutan seperti campuran katun-linen kian dilirik dan digemari. Pemilihan warna netral berkelas sehingga pemakainya terlihat elegan tanpa kesan berlebihan juga menjadi poin penting.
Tak dimungkiri, tahun 2026 menjadi era di mana kemewahan tidak lagi ditampilkan secara mencolok. Kemewahan yang tenang, subtil, kian diminati, terutama di kalangan urban dan profesional muda.
Tren ini juga selaras dengan gaya hidup minimalis yang mengutamakan kualitas daripada kuantitas. UNIQLO misalnya, konsisten merilis pakaian yang menonjolkan fungsi namun tak meninggalkan sisi keanggunan, dan tentu saja mudah diakses konsumen, baik dari sisi ketersediaan maupun harga.
Peritel asal Jepang itu getol menjalin kerja sama dengan jajaran desainer fesyen terkemuka dunia, hadirkan koleksi yang memiliki garis rancang istimewa dengan harga yang terjangkau kalangan konsumen menengah. Sejumlah nama mentereng pernah dan tengah menjalin kolaborasi dengan UNIQLO, sebutlah JW Anderson, Clare Waight Keller dan teranyar Cecilie Bahnsen.

Koleksi kolaborasi itu memadukan estetika fesyen kelas atas dengan fungsionalitas LifeWear, fokus pada kain yang ‘bernapas’ alias ramah di kulit serta nyaman dikenakan di cuaca panas, warna-warna pastel yang lembut, dan siluet yang pas.
Busana koleksi UNIQLO identik dengan bahan-bahan yang nyaman, potongan versatile dan cocok untuk padu-padan, serta dipastikan nyaman untuk aktivitas harian. Hal ini selaras dengan tren fesyen tahun ini yang kian menegaskan bahwa tampil rapi dan modis tidak harus mengorbankan kenyamanan.
Kali ini, Cecilie Bahnsen, desainer fesyen Denmark dan pendiri merek pakaian mewah dengan namanya sendiri yang dirilis di Kopenhagen pada tahun 2015, menjalin kolaborasi bersama UNIQLO dalam menciptakan busana berdaya pakai tinggi.
Desainer finalis penghargaan bergengsi LVMH ini memiliki garis rancang istimewa, desainnya menggabungkan minimalisme khas Skandinavia dengan siluet romantis dan pahatan serta kain rumit yang dirancang dengan tangan.
Sebagai desainer, ia dikenal piawai memadukan kenyamanan dengan feminitas fesyen kelas atas, dan fungsionalitas tinggi. Memadukan haute couture dan busana siap pakai bukanlah hal yang mudah, namun bukan mustahil bagi Cecilie.
Gaya khasnya mudah dikenali, berupa gaun bervolume, lengan mengembang, quilting yang rumit, dan kain yang halus. Sebelum mendirikan mereknya sendiri, lulusan Royal College of Art di London itu pernah bekerja untuk Erdem dan John Galliano di Paris.
Peraih penghargaan bergengsi Magasin du Nord Fashion Prize itu bekerja di ‘persimpangan’ couture dan busana siap pakai untuk menciptakan pakaian mewah dengan gaya santai dan abadi.
Merayakan tradisi mode Prancis yang elegan dan budaya desain Skandinavia, setiap karya menghadirkan sentuhan kontemporer pada feminitas pemakainya.
Singkat kata, Cecilie Bahnsen adalah jenama ‘luxury ready to wear’ yang menggabungkan minimalisme Skandinavia dengan craftsmanship setingkat couture, menghadirkan koleksi kontemporer yang relevan secara global.
Uniqlo x Cecilie Bahnsen: Shapes of Poetry

Mengusung tema besar Shapes of Poetry, koleksi kolaborasi Spring/Summer 2026 mempertemukan ciri khas Cecilie Bahnsen, perpaduan feminitas modern, siluet puitis, dan keahlian serta ketelitian tinggi dengan pendekatan desain UNIQLO yang fungsional dan berkomitmen dengan pemakaian bahan berkualitas yang nyaman.
Hasilnya adalah rangkaian koleksi busana berkualitas tinggi dengan sentuhan romantis dalam gaya sehari-hari, versatile dan mudah padu-padan.
Mengomentari kolaborasi perdana dengan UNIQLO, Cecilie mengakui koleksinya sejalan dengan filosofi LifeWear UNIQLO. “Sejak awal, saya selalu merancang pakaian untuk dinikmati, dikenakan, dan menjadi bagian dari keseharian, sejalan dengan filosofi LifeWear UNIQLO,” ujarnya dalam rilis berita.
Desainer yang lekat dengan gaya feminin dan romantisme unik itu tak sabar hendak membagikan hal tersebut kepada lebih banyak perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia melalui koleksi perdana ini.
Selain mengerjakan koleksi untuk wanita dan anak perempuan, ia mengaku terkesan saat bekerja sama dengan Louise & Maria Thornfeldt dalam pengerjaan visual kampanye, yang dikatakan ‘merepresentasikan sisterhood yang menjadi inti dari Cecilie Bahnsen dan esensi yang diungkapkan melalui koleksi ini.’
Terkait kolaborasi ini, Yukihiro Katsuta, Fast Retailing Group Senior Executive Officer dan Head of R&D UNIQLO menyampaikan pertemuan dengan Cecilie Bahnsen bukan kesengajaan. Saat itu, tahun 2019, UNIQLO membuka toko perdana di Kopenhagen, Denmark, dan tanpa sengaja Katsuta berjumpa dengannya.

“Saat UNIQLO membuka toko pertamanya di Kopenhagen, Denmark pada 2019, saya bertemu Cecilie secara tak sengaja. Saya langsung tertarik pada pendekatannya terhadap craftsmanship, dan berharap suatu hari nanti kami bisa menciptakan sesuatu bersama,” tuturnya. “Tujuh tahun kemudian, momen yang lama dinantikan itu akhirnya hadir dalam bentuk kolaborasi ini.”
Dia menambahkan koleksi ini menginterpretasikan kehangatan dan sensibilitas khas Cecilie Bahnsen dalam versi yang ‘sangat UNIQLO.’
Feminitas modern yang nyaman dalam keseharian
Esensi desain Cecilie Bahnsen x UNIQLO diekspresikan melalui motif floral ikonis, lengan bervolume, serta detail rumbai dan shirring (teknik jahitan yang menggabungkan antara kain berkerut dan karet), diterjemahkan dalam gaun, atasan dan rok dengan aksen desain yang kuat, yang dapat dikenakan sendiri atau dipadukan sebagai satu set yang serasi.
Kolaborasi ini juga menandai hadirnya lini pertama Cecilie Bahnsen bagi anak perempuan. Sebagai seorang ibu, Cecilie telah lama memiliki ketertarikan khusus terhadap busana anak.

Ketertarikan itu kini diterjemahkan ke dalam koleksi untuk anak yang digarap dengan penuh perhatian.
Terdiri dari gaun, kaos dan skort (paduan rok dan celana pendek), koleksi anak dibuat dengan desain yang senada dengan koleksi dewasa, sehingga anak bisa tampil serasi dengan ibu.
Memadukan desain yang manis dengan kenyamanan untuk keseharian, skort dalam koleksi ini menawarkan kenyamanan khas celana pendek dibalut dalam feminitas rok mini, dilengkapi detail pinggang yang bisa disesuaikan serta saku praktis di kedua sisi.
Koleksi kolaborasi ini segera tersedia di sejumlah gerai UNIQLO terpilih mulai 27 Mei 2026 dengan harga Rp199.000 hingga Rp899.000. (HG)