Hidupgaya.co – Kecerdasan buatan (AI) telah merasuk di segala lini kehidupan, baik untuk perangkat pribadi maupun skala industri demi meningkatkan efisiensi. Di sektor garmen, kecerdasan buatan digunakan di mesin jahit, juga mesin obras, yang bertujuan menyederhanakan proses, menghemat waktu sekaligus meningkatkan produktivitas.
Menjawab kebutuhan ini, Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd menyematkan teknologi AI pada perangkat mesin jahit dengan tujuan mendorong peningkatan kualitas produk garmen di Indonesia agar mampu bersaing di pasar dalam negeri, juga mancanegara.
Direktur Hikari, Wu Liang Jie menyampaikan perusahaan global yang berbasis di Tiongkok itu membangun teknologi kecerdasan buatan dan menerapkannya dalam aktivitas produksi garmen. “Fungsi AI yang disematkan pada mesin jahit akan membantu operator di bagian produksi. Dengan teknologi AI, Hikari punya kemampuan membantu industri garmen tingkatkan efisiensi,” ujarnya dalam temu media di ajang Indo Intertex dan Inatex 2026 di JIEXPO Kemayoran, Kamis (16/4).
Beragam produk Hikari yang dibekali teknologi kecerdasan buatan dipamerkan di ajang pameran skala besar yang berlangsung 15-18 April 2026.

Wu Liang menambahkan mesin jahit yang dibekali teknologi AI dapat meningkatkan nilai garmen berkualitas lebih baik. “Kualitas jahitan lebih presisi berkat teknologi AI bisa menghasilkan produk bernilai tinggi,” ujarnya.
Fungsi AI juga dapat membantu menghemat waktu, midalnya dalam pergantian bahan. “Kalau tanpa fungsi AI pergantian bahan dari tebal ke tipis dan sebaliknya butuh mekanik untuk setting. Dengan AI, case ini bisa dikurangi,” tutur Wu Liang.
Sebagai perusahaan industri global yang memproduksi mesin jahit pintar, Hikari punya komitmen menyediakan produk premium dengan harga terjangkau, hemat biaya teknis untuk mentransformasi mesin jahit konvensional
“Hikari terus berinovasi dengan tipe produk mesin jahit AI terbaru yang dikembangkan sedetail mungkin untuk membantu tingkatkan efisiensi produksi industri garmen meningkatkan nilai tambah,” beber Wu Liang.
Dia menyebut, ada beberapa nilai tambah yang ditawarkan kepada konsumen, misalnya kualitas jahitan menjadi lebih rapi. “Mesin jahit dengan AI dapat meminimalkan kerutan sehingga menghasilkan kualitas jahitan lebih rapi, lebih bagus. Nilai plus lainnya, mesin jahit AI dapat mengurangi persentase patah benang sehingga menaikkan efisiensi,” tandasnya.

Kesempatan sama, Pratama Tanada, Marketing General Manager PT. Brothersindo Saudara Sejati selaku distributor Hikari di Indonesia menyampaikan mesin jahit berbasis AI mampu bekerja secara cerdas, sistemnya mampu mendeteksi kesalahan jahitan secara otomatis dan menyesuaikan pengaturan sesuai dengan jenis kain yang di pakai.”Hasil jahitan bisa lebih rapi, lebih presisi dan konsisten,” ujarnya.
Dengan kata lain, produk mesin jahit berteknologi AI besutan Hikari berupaya meningkatkan standar dalam industri garmen di Indonesia untuk hasilkan kualitas produk lebih baik dan memiliki daya saing. (HG)