Hidupgaya.co – Salah satu produk perawatan yang penting dalam skincare rutin kita adalah penggunaan serum. Produk ini dirancang untuk menutrisi, melindungi, dan menghidrasi kulit. Serum mengandung konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi daripada pelembap.  

Mungkin belum banyak yang tahu bila plant-based serum merupakan alternatif yang baik digunakan sehari-hari karena kondisi kulit kita yang sering terpapar polusi, debu, dan zat-zat kimia berbahaya lainnya.

Dampak dari paparan ini juga yang dapat menyebabkan stres pada kulit. Paparan stresor yang terjadi pada kulit juga dapat menyebabkan oksidasi yang menimbulkan molekul radikal bebas sehingga kondisi kulit terganggu kelembapannya, kulit menjadi lebih sensitif, dan lapisan penghalang kulit yang semakin lemah. Dalam kondisi seperti ini diperlukan konsumsi antioksidan yang baik sehingga kulit dapat berfungsi optimal kembali. 

Bagaimana cara merawat kulit dari efek stresor lingkungan?  Ketahanan kulit bisa menjadi jawabannya. Kulit dengan ketahanan baik berarti lapisannya dapat berfungsi secara optimal dalam menangkal stresor yang datang. Ketahanan kulit tercermin dari kondisi kulit yang elastis dan mempunyai struktur lebih penuh dengan lapisan penghalang kulit yang kuat. 

The Body Shop telah menemukan bahwa bunga edelweiss yang tumbuh di pegunungan Alpine memiliki kandungan antioksidan alami yang tinggi, termasuk leontopodic acid. Bahkan apabila ekstraknya dijadikan bahan produk perawatan kulit, terbukti mengandung 43% lebih banyak antioksidan dari produk-produk yang terbuat dari bahan kimia sintetis seperti retinol. Zat-zat yang terkandung dalam bunga edelweiss telah terbukti dapat menjaga kesehatan lapisan ketahanan kulit dan membuatnya halus dan segar. Temuan terbaru ini membuat edelweisss menjadi salah satu rahasia kecantikan yang belum terkuak. 

Ilustrasi pengaplikasian serum (dok. istimewa)

Penggunaan produk-produk perawatan kulit dengan bahan alami juga terbukti lebih lembut terhadap kulit serta lebih menenangkan. Selain itu, penggunaan produk dari bahan yang natural juga lebih ramah terhadap bumi kita. Bayangkan produk-produk yang menggunakan bahan kimia sintetis itu dapat masuk dan mengontaminasi air dan udara di sekitar kita.

Selain melakukan perawatan kulit dengan menggunakan bahan-bahan alami, ketahanan kulit juga harus dijaga dari dalam diri kita sendiri. Disampaikan dr Alia Ahmed, seorang psychodermatologist, menemukan bahwa terdapat hubungan erat antara stres, kesehatan mental dan kondisi kulit.

Berikut beberapa tips yang dianjurkan Alia Ahmed untuk melindungi dan mempertahankan kulit dari luar dan dalam: 

1. Jaga ketahanan kulit dari dalam

Ketika mengalami stres, tubuh secara otomatis menghasilkan hormon kortisol. Proses responsif terhadap stres ini dapat mengubah produksi dan komposisi dari kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit. Zat-zat ini adalah komponen penting yang membangun ketahanan kulit. Tanpa dukungan dari zat-zat tersebut, kulit dapat secara cepat kehilangan elastisitas dan kekencangannya. Stres juga dapat mempengaruhi lapisan penghalang alami kulit sehingga membuat kulit kurang efektif dalam menyembuhkan luka serta proses perbaikan secara umum. Karenanya, manajemen stres merupakan salah satu kunci utama dalam perawatan kulit dan membangun ketahanannya. 

2. Pola tidur yang baik

Ketika kurang tidur, tubuh akan menginterpretasikan hal tersebut sebagai stres. Hal yang selanjutnya terjadi adalah tanggapan terhadap peradangan yang otomatis membuat kulit rusak. Malam hari adalah waktu ketika hormon kortisol berada di tingkat yang rendah sehingga saat ini merupakan waktu yang tepat untuk tubuh memperbaiki dirinya dari kerusakan yang terjadi selama kita beraktivitas di hari itu. Cobalah untuk mematikan gawai satu jam sebelum tidur dan berusaha untuk menenangkan pikiran Anda. Membuat prioritas terhadap jadwal tidur yang teratur merupakan hal yang sangat penting dalam memelihara ketahanan kulit. 

3. Kulit adalah cerminan cinta

Kita kerap terlalu berfokus kepada kekurangan pada penampilan. Memasukkan kata-kata negatif kepada diri sendiri merupakan pencetus stres yang terbesar, hingga lagi-lagi dapat mengubah produksi kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit. Hilangkan kritik-kritik terhadap diri sendiri itu ketika menggunakan produk perawatan kulit, dan buatlah rutinitas itu sebagai ritual self-love. Nikmatilah setiap tahapan perawatan kulit, dari mulai pemijatan wajah, merasakan tekstur dan menikmati keharumannya. Hal-hal seperti inilah yang membantu sirkulasi yang baik serta membangun ketahanan kulit yang optimal. 

Alia mengatakan, ketika kita dapat menyeimbangkan hubungan antara kesehatan emosional dan kesehatan fisik, di situlah kita dapat mencapai kesehatan dan ketahanan kulit yang baik. Proses penuaan pada kulit merupakan hal alami yang terjadi pada semua manusia. Proses ini terkadang menyebabkan ketakutan dan kecemasan, terutama bagi wanita. “Oleh karena itu, produk perawatan kulit hendaknya dapat digunakan sebagai salah satu sarana pemberdayaan diri dan membantu kita menjadi lebih percaya diri,” tandasnya. (HG)

Advertisement