Hidupgaya.co – The Body Shop Indonesia mengajak kaum muda untuk ambil bagian dalam aksi nyata dan bersuara lantang dalam isu perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan. Melalui program Be Seen Be Heard perusahaan kosmetika berbasis di Inggris ini mendorong peran serta generasi muda untuk lebih aktif lagi bersuara.

Disampaikan Head of Values, Community & PR The Body Shop Indonesia Ratu Ommaya, secara global, kampanye Be Seen Be Heard ini telah diluncurkan di awal Mei bersamaan dengan penerbitan laporan ‘Be Seen Be Heard: Memahami Partisipasi Politik Anak Muda’ yang dilakukan bersama The Body Shop dan Kantor Utusan Pemuda Sekretaris Jenderal PBB. 

Aktor dan musisi Iqbaal Ramadhan (dok. Instagram)

“Kampanye Be Seen Be Heard secara global bertujuan untuk menciptakan perubahan struktural jangka panjang dalam hal pengambilan keputusan agar lebih inklusif terhadap kaum muda. Di Indonesia, perubahan iklim adalah isu yang paling mengkhawatirkan dan telah mempengaruhi kehidupan masyarakat,” ujar Ratu dalam temu media daring yang digelar di Jakarta, baru-baru ini.

Ratu menambahkan, The Body Shop Indonesia hendak mengajak kaum muda untuk lebih Dilihat dan Didengar (Be Seen Be Heard) sehingga bisa berperan aktif dan memegang peran sebagai “Change Maker”. “Kami mengajak kaum muda untuk lebih lantang bersuara. Jadilah pionir dalam menanggulangi isu ini,” tuturnya.

Laporan menunjukkan bahwa jutaan kaum muda di seluruh dunia saat ini tidak mendapat peran dalam sektor publik. Dengan adanya isu krisis iklim, konflik global dan ketidaksetaraan generasi yang kian tajam, maka pendapat, perspektif dan representasi dari kaum muda di saat sekarang ini sangat dibutuhkan.

Efek dari perubahan iklim seperti kenaikan suhu dan perubahan suhu yang ekstrem, musim kering dan hujan yang tidak konsisten, hingga bencana alam yang kian sering terjadi sangat bisa kita rasakan saat ini. 

Bahkan menurut data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG), dalam rentang 100 tahun, Jakarta sudah mengalami kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat. BMKG mengungkapkan bahwa hal ini harusnya baru terjadi di tahun 2030. kenaikan suhu udara tersebut tidak hanya terjadi di DKI Jakarta saja melainkan merata di hampir semua provinsi di Indonesia.

Peran kaum muda sangatlah penting dalam mencegah fenomena perubahan iklim menjadi semakin buruk. “Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang akan memastikan masa depan planet ini,” imbuh Ratu.

Iqbaal Ramadhan, aktor sekaligus musisi yang juga telah memulai gaya hidup berkelanjutan. “Menjadi change maker dalam hal berperan aktif terhadap efek perubahan iklim tidak perlu dimulai dengan hal-hal yang kompleks. Beberapa aksi yang bisa kita jalankan dari sekarang adalah dengan selalu membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi konsumsi kantong plastik,” ujarnya. 

Iqbaal bahkan mengaku tidak malu berbelanja di thrift store atau toko barang bekas yang harganya terjangkau bagi mahasiswa. “Barang-barang yang didapat dari thrift store ini mendidik kita untuk menerapkan konsep re-use sehingga lebih ramah lingkungan,” paparnya bijak.

Angela Gilsha Panari, merupakan perwakilan kaum muda yang telah menerapkan gaya hidup berkelanjutan dalam kesehariannya. Dia memahami efek dari perubahan iklim seperti kenaikan suhu dan perubahan suhu yang ekstrem, musim kering dan hujan yang tidak konsisten, hingga bencana alam yang kian sering terjadi. “Di Indonesia, hal-hal tersebut sudah kita alami sehingga menurut saya perubahan iklim ini bukan lagi sebuah fenomena, melainkan sebuah krisis yang kalau kita sebagai kaum muda tidak mengambil langkah aktif, maka planet kita tercinta tidak mempunyai kesempatan sebagai rumah kita semua dalam menggapai mimpi-mimpi dan cita-cita kita,” ujarnya.

Angela menambahkan, peran yang dapat dilakukan dalam mencegah efek perubahan iklim ini menjadi lebih buruk, bisa dilakukan dengan aksi-aksi yang sederhana. Misalnya menggunakan barang-barang yang bisa didaur ulang, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, dan hemat energi, lebih banyak menggunakan transportasi umum, dan mematikan lampu dan pendingin ruangan di kala kita tidak membutuhkannya. (HG)