Agar Kulit Terjaga Tidak Gampang Kering, Bijaklah Pilih Sabun Antibakteri

on

Hidupgaya – Pandemi mengubah sendi kehidupan hampir di semua aspek. Menurut data yang dirilis Zen dikutip dari Indonesia Water Institute (IWI), selama pandemi terjadi peningkatan 3 kali lipat kebiasaan mandi dibandingkan sebelum masa pandemi. 

Menurut dokter spesialis kulit dr. Arini Widodo, SpKK, kebiasaan mandi yang kerap bisa berpotensi memicu munculnya kulit kering. Pemicu kulit kering bisa dipengaruhi oleh frekuensi mandi, durasi, suhu air yang panas hingga pemilihan sabun.

Arini mengatakan, pemilihan sabun antibakteri yang tidak tepat bisa memicu kulit kering. “Dalam memilih sabun antibakteri, sesuaikan dengan kondisi kulit, misalnya termasuk jenis kulit sensitif atau tidak. Jangan lupa pilih sabun dengan kandungan alami yang tidak merusak kulit,” ujanya di acara diskusi media yang digelar oleh Zen Antibacterial Soap, baru-baru ini.

Ilustrasi cek kesehatan kulit (dok.istimewa)

Kandungan bahan alami dalam sabun antibakteri  seperti ceramide, dapat menjaga kelembutan kulit. “Formulasi produk yang mengandung bahan natural ujar Arini.

Arini menambahkan, selain kebiasaan mandi, hal lain yang perlu diperhatikan agar kulit tubuh terlindungi, sehat dan segar, adalah mengurangi paparan pendingin udara. Pastikan cukup minum dan kelola stres agar kulit tetap terjaga.

Dermatologis ini menambahkan, kulit bermasalah akan menjadikan organ terbesar tubuh ini menjadi ‘tidak bahagia’. Misalnya, setelah kulit menjadi kering. kulit akan terlihat kusam, tidak kenyal, permukaannya tidak rata, bersisik, pecah-pecah, gatal, mudah iritasi dan terkena infeksi. 

“Infeksi kulit juga dapat terjadi pada kulit yang terlalu kering. Hal ini disebabkan karena lapisan luar kulit lebih mudah rusak sehingga memungkinkan kuman masuk ke dalam kulit,” tutur Arini. 

Dia menambahkan, infeksi kulit yang disebabkan kuman Streptococcus dan Staphylococcus ini disertai dengan tanda -tanda seperti kerak kuning pada kulit, area kulit mengeluarkan nanah atau cairan lainnya, pembengkakan dan perubahan warna serta terasa nyeri

“Perawatan kulit yang baik, menggunakan sabun yang tepat, dan menjaga barrier kulit tetap sehat akan menghindarkan kita dari masalah kulit yang membuat kulit menjadi unhappy,” pesan Arini.

Di kesempatan sama, Senior VP Marketing – PT Bina Karya Prima, Aristo Kristandyo, menambahkan, dengan memahami dan lebih mengenali kondisi kulit kering sekali, akan lebih mudah bagi kita untuk memilih pembersih tubuh antibakteri yang tepat. 

“Kebiasaan membersihkan tubuh saat kembali ke rumah usai beraktivitas di luar selama pandemi hendaknya terus dilakukan, apalagi jika ini sudah merupakan protokol kesehatan (prokes) di tiap keluarga. 

“Prokes yang selama ini terus diingatkan oleh pemerintah yaitu 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) agar terus dilakukan, jangan sampai lengah. Begitu pula di setiap keluarga, prokes yang telah dijalankan tetap harus dilakukan tanpa perlu merasa ini sebagai sesuatu yang berlebihan,” imbuhnya.

Aristo menambahkan, melalui kampanye ‘Anti Kresek Kresek’ yang diperkenalkan mulai November ini, Zen sebagai sabun antibakteri yang mengandung bahan alami dari Japanese Red Shiso, ingin mengajak masyarakat untuk selalu membersihkan dan melindungi kulit agar tetap sehat dan segar sehingga tidak kering sekali (kresek)

“Hal ini penting karena kulit adalah organ tubuh terluas dan terdepan dari tubuh kita, sehingga harus selalu dijaga agar tetap sehat. Seluruh badan kita terbungkus oleh kulit yang perlu dijaga agar tidak ikut terpapar oleh kuman-kuman di masa pandemi,” tandas Arsito. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s