Ajak Konsumen Belanja dari Rumah, Pasar Tradisional Rambah Digital

Hidupgaya – Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia tidak menyurutkan Perumda Pasar Jaya DKI Jakarta untuk terus berbenah diri dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. Selain terus membenahi kondisi fisik pasar yang berada di wilayah DKI, Perumda Pasar Jaya juga mengajak para pedagang untuk go online guna memenuhi kebutuhan pokok warga Jakarta yang tidak bisa leluasa bepergian keluar rumah.

‘’Selain terus membenahi infrastruktur yang ada seperti menyediakan wifi, Perumda Pasar Jaya juga selalu mengadakan training untuk para pedagang. Kita tahu, kebanyakan pedagang di pasar ini ibu-ibu yang sudah berumur, sehingga perlu terus menerus dilakukan upaya agar mereka melek digital. Bisa tetap nyaman berdagang secara offline tetapi tidak kesulitan saat harus melakukan secara online,’’ ungkap Direktur Utama Perumda Pasar Jaya DKI Jakarta, Arief Narsuridin, saat menjadi pembicara dalam Nina Nugroho Solution yang dipandu oleh Nina Septiana, desainer busana muslimah di balik label Nina Nugroho.

Berbincang mengenai ruang gerak Perumda Pasar Jaya DKI Jakarta, Arief menjelaskan BUMD yang
dipimpinnya tersebut menaungi 154 pasar di DKI yang menyumbang 28 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia. Itu menunjukan bahwa ekonomi mikro memiliki sumbangan cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi, salah satunya di pasar-pasar tradisional.

Mengelola 115.000 pedagang UMKM, Perumda Pasar Jaya merupakan BUMD terbesar, bukan hanya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Di era pandemi seperti sekrang, Perumda Pasar Jaya juga mengalami masa sulit sebagaimana sektor lain. Namun ia yakin, sektor UMKM merupakan sektor organik yang bisa tumbuh dan bahkan menjadi fundamental ekonomi secara nasional. Menyikapi kondisi pandemi, Arief mengatakan, Perumda Pasar Jaya melakukan upaya digitalisasi, yang sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2017.

‘’Tantangannya adalah secara statistik pedagang kita banyak berusia matang sehingga perlu belajar
mengembangkan pengetahuan mengenai teknologi digital. Selain itu, dari sisi infrastruktur pasar
memang masih jauh dari siap. Karena itu memang perlu kerja keras,’’ ungkap Arief.

Untuk tahan awal Perumda Pasar Jaya menjalin kerja sama dengan ojek online. Informasi diberikan
melalui web http://www.belanja.pasarjaya.co.id. Dalam web tersebut dicantumkan identitas pedagang, serta jenis produk. Transaksi dilakukan melalui telepon, lalu belanjaan dikirimkan dengan ojek online.

Selain itu dijalin pula kerja sama dengan marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, juga beberapa
startup. Sementara untuk system pembayaran telah dilakukan pula payment getaway, pembayaran
secara digital ini telah difasilitasi oleh beberapa bank seperti Mandiri dan beberapa provider seperti Telkom, Telkomsel. Sementara Perumda Pasar Jaya menyiapkan jaringan wifi.

‘’Dengan kemudahan-kemudahan tersebut, ibu-ibu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa perlu harus keluar rumah, mengingat kondisi pandemi saat ini. So be a smart shopper, ayo kembali ke pasar tradisional,’’ pungkas Arief. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s