Mengenal Gulai Taboh dan Seruit, Kuliner Legendaris Khas Lampung

on

Hidupgaya – Lampung dikenal sebagai provinsi di ujung barat Sumatera yang memiliki kekayaan budaya. Provinsi yang dikenal memiliki julukan ‘The Treasure of Sumatera’  selain terkenai dengan kain tapis indahnya, juga memiliki kekayaan kuliner yang belum terlalu banyak di kenal orang di luar wilayah itu. Sebutlah seruit dan gulai taboh, kuliner legendaris kebanggaan masyarakat Lampung. Kedua jenis kuliner ini ternyata memiliki filosofi dan cerita yang erat dengan nilai adiluhung.

Guna memperkenalkan khasanah kuliner Lampung, Lembaga Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bersama ILUNI UI Wilayah Lampung mengadakan gelar wicara secara daring bertajuk “Festival Kuliner Nusantara Lampung” yang dihelat daring, baru-baru ini. 

Seruit khas Lampung (ist)

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, industri kuliner menjadi salah satu subsektor penyumbang PDB terbesar di Indonesia yakni sebesar 41 persen. Industri kuliner juga tergolong stabil dan menyerap lapangan kerja yang besar yakni 8.8 juta tenaga kerja. Dia menekankan Kemenparekraf akan terus mendorong pertumbuhan industri kuliner. “Perlu inovasi baru dalam kuliner. Perlu dipikirkan taste terutama pada turis wisatawan mancanegara yang harus disesuaikan,” ujar Wisnu.

Menurut pengamat budaya Lampung Dr. Eng. Admi Syarif, seruit merupakan kuliner olahan ikan yang dimasak dengan cara dipepes ataupun dipupul (dibakar). “Seruit banyak dibuat oleh masyarakat Lampung papadun (Lampung kota), sehingga kerap kali menggunakan ikan sungai sebagai bahan dasarny,” ujarnya.

Kunci dari kenikmatan seruit terletak pada penggunaan bumbu-bumbu seperti bawang putih, garam, ketumbar, kunyit, dan jahe yang dibalurkan pada ikan sebelum diolah. Seruit disajikan dengan tiga jenis sambal yakni sambal terasi, tempoyak (dari durian), dan sambal mangga sehingga menciptakan kombinasi pedas, manis, dan asam yang menyegarkan.

Sedangkan, gulai taboh adalah sajian sayur pendamping berbahan baku santan dan terbuat dari ikan. Gulai taboh dibuat menggunakan ikan laut dan dari ikan sungai. Makanan yang sekilas mirip dengan sayur lodeh ini menggunakan ikan dan bahan rempah-rempah dengan cita rasa khas Lampung. Keunikan gulai taboh terletak pada proses pengasapan pada saat memasak. Oleh karena itu, gulai taboh juga disebut sebagai Gulai Tabo Tapah Semalam karena ia harus diasapi selama 6 jam atau lebih sebelum disajikan,

Admi menyebut, seruit dan gulai taboh merupakan contoh bagaimana kuliner mampu merekatkan kebersamaan di dalam suatu masyarakat. Tak hanya memiliki cita rasa yang kaya akan rempah khas Sumatera, namun kedua kuliner khas Lampung ini juga menyimpan cerita, sejarah, kekhasan, dan potensinya tersendiri. “Gulai taboh dan seruit pun biasa disajikan di saat acara adat, atau menjamu tetamu,” ujar Admi.

Seruit tadinya merupakan kuliner yang dinikmati di dalam keluarga secara bersama-sama. Seruit berasal dari kata nyeruit yang artinya dilakukan bersama-sama. “Dulu, seruit disajikan dalam satu piring besar dan satu keluarga makan bersama. Itu yang menambah cita rasa dan memiliki filsafatnya sendiri,” papar Admi.  Sedangkan gulai taboh, dinilai memiliki nilai komersil dan digemari banyak orang. “Cita rasanya khas, dengan isian beraneka ragam sayuran.”

Wakil gubernur sekaligus Ketua ILUNI UI Wilayah Lampung Chusnunia Chalim menyampaikan apresiasinya atas digelarnya Festival Kuliner Nusantara Lampung. “Kami berharap program seperti ini akan terus diadakan dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan wawasan seputar kekayaan kuliner Lampung. Kami juga berharap, kehadiran program ini mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Lampung,” tandasnya. (HG)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s