Cina Setujui Bersyarat Vaksin Covid-19 Sinovac

Hidupgaya – Badan otoritas obat Cina telah memberikan persetujuan “bersyarat” untuk vaksin Covid-19 kedua, yaitu CoronaVac dari Sinovac, Sabtu (6/2). Vaksin tersebut telah diluncurkan ke kelompok-kelompok kunci yang berisiko lebih tinggi terkena virus corona tetapi dengan adanya persetujuan baru itu memungkinkan vaksin untuk digunakan pada masyarakat umum.

Persetujuan bersyarat bertujuan membantu mempercepat obat darurat untuk dipasarkan jika uji klinis belum memenuhi standar normal, tetapi mengindikasikan terapi akan berhasil. “Persetujuan itu dilakukan setelah beberapa ujicoba vaksin di dalam dan luar negeri di negara-negara termasuk Brazil dan Turki, meskipun hasil efikasi/khasiat dan keamanan perlu dikonfirmasi lebih lanjut,” bunyi pernyataan Sinovac.

Rekan perusahaan farmasi Cina, Sinopharm, lebih dulu menerima lampu hijau bersyarat serupa pada Desember 2020 untuk penggunaan vaksin Covid-19 di pasar. Sinovac mengatakan ujicoba di Brazil telah menunjukkan sekitar 50 persen efikasi dalam mencegah infeksi dan 80 persen khasiat dalam mencegah kasus yang memerlukan intervensi medis. “Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki efek keamanan dan imunogenik yang baik pada orang-orang dari semua kelompok umur,” kata pernyataan perusahaan.

Sementara itu, Sinopharm mengatakan pada Desember silam bahwa vaksinnya memiliki tingkat efikasi 79,34 persen, lebih rendah daripada suntikan saingan yang dikembangkan di Barat oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna — dengan tingkat efikasi masing-masing 95 dan 94 persen.

Cina telah berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19 lokal dan bertujuan untuk memvaksinasi 50 juta orang sebelum dimulainya Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari. Liburan biasanya memicu kesibukan perjalanan, dimana ratusan juta orang yang melintasi negara itu — meskipun pihak berwenang mendorong orang untuk tinggal di rumah tahun ini melalui kombinasi pembatasan dan insentif.

Ketika Cina meningkatkan kampanye vaksinnya, pihak berwenang telah berulang kali meyakinkan publik tentang keamanan dan khasiat vaksin, meskipun tidak merilis data uji klinis terperinci. Pada saat yang sama, Beijing telah mempromosikan vaksinnya ke luar negeri dalam apa yang oleh para analis disebut “diplomasi vaksin” untuk mendapatkan itikad baik setelah menghadapi kritik atas penanganan awal wabah tersebut.

Kementerian luar negeri Cina pada Rabu pekan lalu mengatakan pihaknya berencana untuk memberikan 10 juta dosis vaksin untuk program distribusi vaksin internasional Covax yang didukung WHO. Beijing juga telah berjanji untuk membagikan vaksin dengan harga yang pantas — sebagai potensi dorongan bagi negara-negara Asia yang lebih miskin yang bergantung pada distribusi terbatas yang ditawarkan oleh skema Covax.

Negara-negara termasuk Senegal, Indonesia, dan Hongaria telah mendapatkan jutaan dosis vaksin dari perusahaan farmasi Cina.

Tetapi pengambilan vaksin oleh negara lain lebih lambat dibandingkan dengan vaksin Covid-19 dari dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, karena sedikit informasi yang dipublikasikan tentang keamanan atau efikasi vaksin Cina, demikian dilaporkan MedicalXpress.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s