Lanjut ke konten

Produk Tabir Surya Bisa Rusak Terumbu Karang Lho

11/12/2019

Hidupgaya – Kerusakan terumbu karang disebabkan pencemaran sampah di laut, perubahan iklim global, dan dua zat kimia yang kerap digunakan oleh beberapa produk sunscreen (tabir surya).

Guna mendukung upaya pelestarian biomarine laut Indonesia, Nivea Sun bekerja sama dengan Komunitas Female Divers dalam kegiatan membersihkan sampah di dalam laut dan menanam terumbu karang yang dikemas dalam acara “Lestari Lautku” di Pulau Pramuka salah satu pulau di Kepulauan Seribu, akhir pekan lalu.

Ketua Umum Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I) dan juga perwakilan dari Komunitas Female Divers, Mimi Amilia, menjelaskan bahwa saat ini, tingkat pencemaran laut akibat sampah dan kerusakan terumbu karang di Indonesia sudah mencapai titik krisis dan memprihatinkan. “Selain disebabkan penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab dan pencemaran sampah di laut, perubahan iklim global yang memicu pengasaman dan pemanasan lautan juga semakin memperburuk kondisi terumbu karang. Sekitar 82 persen wilayah terumbu karang di Indonesia terancam rusak,” ujarnya.

Menurut survei yang dilakukan oleh para ilmuwan LIPI, saat ini hanya 6,5% terumbu karang di Indonesia yang kondisinya dapat dikatakan sangat bagus, sedangkan 36% terumbu karang berada dalam kondisi yang buruk.

Brand Manager Nivea Body, Sun and Crème, Firda Wanda menambahkan mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa pencemaran terumbu karang bisa juga diperburuk oleh kandungan zat kimia oxybenzone dan octinoxate, yang sering terdapat dalam produk sunscreen. “Bersama komunitas Female Divers, kami ingin mengedukasi konsumen untuk memilih produk sunscreen yang tidak mengandung oxybenzone dan octinoxate,” kata Firda.

Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Archives of Environmental Contamination and Toxicology di tahun 2015, oxybenzone dan octinoxate memiliki berbagai dampak negatif bagi terumbu karang seperti tingkat mortalitas pertumbuhan karang, pemutihan karang, serta kerusakan genetika terhadap karang dan organisme lain.

Selain itu, kedua zat kimia ini berpotensi menyebabkan feminisasi ikan jantan dan meningkatkan penyakit reproduktif beragam jenis hewan laut, selain merubah perilaku neurologis beragam jenis ikan.

Menyadari betapa besarnya dampak kedua zat kimia tersebut bagi kelestarian terumbu karang, Nivea Sun mengambil keputusan untuk menjadi salah satu brand sunscreen yang menolak penggunaan oxybenzone dan octinoxate dalam semua rangkaian produknya. Keputusan ini menjadikan Nivea Sun sebagai salah satu brand pertama yang mengikuti Hawaiian Reef Bill – yang bertujuan meniadakan penggunaan dua zat kimia tersebut dalam semua produk sunscreen berlaku efektif Januari 2021. (HG)

From → Green Living

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: