Lanjut ke konten

Dukungan Ikatan Apoteker Indonesia untuk Tingkatkan Pengetahuan Petani Sleman

24/10/2019

Hidupgaya – Ikatan Apoteker Indonesia dengan didukung oleh Subdit Organisasi Profesi, Direktorat Kawasan Sains & Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristekdikti, mengadakan bimbingan teknis Pengelolaan Pasca Panen Produk Biofarmaka kepada petani binaan Science Techno Park (STP) Universitas Gajah Mada (UGM). Acara yang berlangsung pertengahan Oktober 2019 diikuti oleh 25 petani.

Tiga narasumber yang bicara di acara tersebut adalah Eva Retnowulan Suwito, praktisi industri jamu yang juga anggota Himastra (Himpunan Seminat Obat Tradisional), Sri Rahajoe, dosen Fakultas Pertanian UGM, serta Djoko Santosa, dosen Biologi Farmasi UGM.

Dedy Saputra dari Kemenristekdikti mendorong STP untuk melibatkan pemerintah daerah setempat. “Keberadaan STP merupakan upaya untuk menembus mimpi meningkatkan ekonomi melalui UKM berbasis teknologi,” kata Dedy.

Sebagai informasi, Sleman merupakan kabupaten yang memiliki bonus demografi lansia pada 2035 sehingga pemeliharaan kesehatan merupakan salah satu hal yang menjadi peratian besar pemda Sleman. Dalam perkembangannya prevalensi penyakit tidak menular di Kabupaten Sleman meningkat tajam. Hal ini memerlukan penanganan yang serius.

Edy Sri Harnanto, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Sleman menambahkan selama ini produk biofarmaka di Sleman belum dilirik pasar. Karena itu selama ini petani menanam tanaman biofarmaka hanya dalam skala kecil.

‘’Petani akan menanam, bila memang pasarnya ada. Karena itu kami membutuhkan informasi, kira-kira biofarmaka yang mana dan berapa banyak dibutukan. Dari sana kami akan mengkondisikan, agar para petani dapat memenuhi kebutuhan STP UGM,’’ ungkap Edy.

Dalam paparannya mengenai Kualifikasi Bahan Baku Industri, Eva Retnowulan menyampaikan, setidaknya ada 120 jenis tanaman yang dibutuhkan dalam pembuatan obat tradisional. Proses penyiapan bahan baku sebelum dikirimkan di industri sangat penting dilakukan.

Dedy Saputra menambahkan, hilirisasi produk hasil penelitian dan pengembangan (litbang) berbasis kefarmasian penting dilakukan dalam rangka kemandirian dalam ketersediaan produk kesehatan, khususnya obat-obatan sehinga tidak tergantung produk impor. “Terlebih lagi, Indonesia memiliki keragaman hayati yang potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat dan vaksin. Begitu juga kompetensi peneliti Indonesia tidak kalah dengan peneliti luar,” bebernya.

Science Techno Park (STP) atau Kawasan sains dan Teknologi (KST) merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan proses hilirisasi hasil-hasil riset melalui pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menumbuhkan perusahaan pemula berbasi teknologi.

Sejak 2015 pemerinta telah memfasilitasi pembangungan dan pengembangan STP di 18 lokasi, salah satunya di UGM yang juga telah menginisiasi hilirisasi produk hasil litbang, khususnya yang berbasis kesehatan, dengan mendirikan perusaaan pemula berbasis teknologi di bidang alat kesehatan, obat herbal dan pangan sehat.

Untuk mempercepat akselerasi STP, Kemenristekdikti memberikan fasilitas kepada IAI untuk memberikan dukungannya.

Prof Edi Meianto, dewan pakar PP IAI menkankan ada beberapa hal yang harus dilakukan IAI untuk memperkuat positioning STP, antara lain dengan cara melibatkan anggota yang berperan dalam pekerjaan di berbagai bidang. “Selain itu juga memberikan gagasan atau masukan kepada STP untuk dilakukan,” ujarnya.

Ketua Umum PP IAI, Nurul Fallah Eddy Pariang menandaskan perlunya IAI menjadi agen promosi bagi produk-produk STP. Dengan kata lain IAI akan mencari seorang ‘brand ambassador’ agar dapat membantu mempromosikan produk-produk STP. Langkah pertama yang harus diambil adalah membuat nota kesepahaman (MoU) antara IAI dengan STP UGM. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: