Lanjut ke konten

Bibir dan Lelangit Sumbing Bisa Dikoreksi, Inilah Waktu Terbaik untuk Operasi

15/07/2019

Hidupgaya – Anak dengan bibir dan lelangit sumbing merupakan masalah kesehatan yang tak bisa diabaikan karena berdampak luas, baik dari sisi status gizi atau masa depan anak.

Hal ini yang mendasari dibentuknya Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan menjadikan Juli sebagai Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing. Kali ini, CCC RSCM-FKUI menggelar Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month yang bertajuk “Berbagi Senyum untuk Generasi Penerus Bangsa”.

Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya. Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyediakan berbagai layanan.

Tidak hanya pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yang telah terlatih di bidangnya masing-masing.

“Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi dan interdisiplin, serta berkesinambungan,” kata dr Kristaninta Bangun, SpBP-RE(K), kepala unit Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut satu dari 500-700 bayi baru lahir mengalami kelainan bibir dan lelangit sumbing. Di Indonesia diperkirakan terdapat 5.800 bayi lahir dengan bibir dan lelangit sumbing.

Menurut Kristaninta, bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yang penyebabnya multifaktorial. Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada minggu ke-4 hingga 6 masa kehamilan. Akibatnya, terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi. Sejauh ini penyebab dari bibir sumbing sendiri masih belum diketahui.

“Faktor penyebabnya multifaktorial atau berasal dari banyak faktor. Kalau kelainan bawaan itu akan terjadi trimester pertama. Kemudian juga bisa dari asupan gizi, kekurangan asam folat, vitamin lain atau faktor paparan lingkungan seperti polusi atau rokok,” ujar Kridokter spesialis bedah plastik di Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI Jakarta.

Mengonsumsi obat-obatan yang merusak pembentukan bagian tubuh seperti obat epilepsi dan obat jerawat saat hamil juga diduga terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya bibir dan lelangit sumbing.

Faktor genetik yang berkontribusi pada bibir dan lelangit sumbing mencapai 5 persen. Artinya, pada orangtua atau kakeknya juga mengalami bibir sumbing, ada kemungkinan anak yang dilahirkan juga mengalami hal yang sama.

Bibir dan lelangit sumbing bisa dikoreksi, waktu terbaik adalah saat anak usia 3 bulan yang telah memenuhi syarat, misalnya kondisi anak baik, dengan berat badan 10 kg. “Operasi bibir dan lelangit sumbing di usia dini bisa membuahkan hasil yang baik. Masalah ikutan yang terkait dengan bibir dan lelangit sumbing, misalnya gangguan makan, pendengaran dan keterampilan wicara bisa diintervensi sejak dini,” tandas Kristaninta. (HG)

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: