Lanjut ke konten

Unilever Ajak Berbagi Kebaikan pada Bulan Ramadan untuk Korban Bencana Alam

25/04/2019

Hidupgaya – PT Unilever Indonesia Tbk. kembali memberikan dukungan untuk membantu pemulihan pasca bencana di wilayah Lombok, Palu serta Donggala melalui program “Ramadan Berbagi: Beli Kebutuhanmu, Beri Kebaikanmu”.

Program ini juga turut merangkul keluarga besar Unilever lainnya seperti para mitra bisnis serta konsumen untuk berpartisipasi secara mudah. Setiap pembelian produk-produk Unilever selama bulan Ramadhan akan dikumpulkan sebagai bentuk donasi yang kelak disalurkan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) selaku mitra Unilever untuk membangun sejumlah infrastruktur meliputi sekolah, Rumah Sehat dan Mobil Sehat di wilayah-wilayah tersebut.

Sinta Kaniawati,  Head of Sustainable Business and Unilever Indonesia Foundation memaparkan sebagai entitas bisnis yang bertanggung jawab dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia, Unilever Indonesia berkomitmen untuk turut menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia secara berkelanjutan, sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan. “Unilever juga berkomitmen untuk senantiasa memberikan pengalaman terbaik kepada masyarakat selama menjalani rutinitas bulan suci Ramadhan dengan berbagi inspirasi, tips, termasuk juga berbagi berkah dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Sinta dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Komitmen ini sudah setiap tahunnya dijalankan melalui platform digital, dimana tahun ini konsumen dapat menggunakan http://www.ramadhanberbagi.com untuk berkontribusi mendukung program-program kami sembari memenuhi kebutuhan keseharian mereka.

Sinta menambahkan, sebagai kelanjutan dari program tanggap bencana yang telah  dilakukan tahun lalu, program ‘Ramadan Berbagi: Beli Kebutuhanmu, Beri Kebaikanmu’ bermaksud menjawab beberapa kebutuhan krusial yang dibutuhkan untuk menunjang keseharian masyarakat di Lombok, Palu serta Donggala, terutama pada pilar pendidikan dan kesehatan.

Bencana alam yang terjadi di Lombok, Palu serta Donggala telah menyebabkan banyak kerugian dan meninggalkan duka mendalam. Di Lombok ditemukan 371.966 rumah rusak dan 431.416 masyarakatnya harus hidup sebagai pengungsi.

Sedangkan di wilayah Palu dan Donggala, sejumlah 64.317 rumah mengalami kerusakan hingga hilang dan 77.084 jiwa harus mengungsi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun menyatakan rangkaian bencana tsunami, gempa dan likuifaksi di wilayahnya telah menyebabkan kerugian yang ditaksir dapat mencapai sekitar Rp20 triliun.

Ahmad Fikri, Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS mengatakan banyak sarana dan prasana di wilayah-wilayah tersebut yang rusak sehingga menghambat berbagai aktivitas masyarakat, salah satunya kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, fasilitas kesehatan juga masih sangat dibutuhkan karena hingga sekarang sebagian besar masyarakat tinggal di pengungsian yang padat dengan fasilitas sanitasi terbatas, membuat mereka lebih rentan terkena penyakit. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: