Lanjut ke konten

Jangan Salah Kulit Kering Juga Bisa Berjerawat, Temukan Cara Perawatan yang Benar

28/01/2019

Hidupgaya – Kulit merupakan organ terbesar manusia dan memiliki beragam manfaat, misalnya menjaga suhu tubuh dan melindungi organ penting di bagian dalam. Kulit memiliki lubang kecil yang disebut pori-pori yang dapat tersumbat oleh minyak, bakteri, sel-sel kulit mati, dan kotoran. Nah, ketika pori tersumbat maka bisa memicu jerawat.

Menurut American Academy of Dermatology, jerawat adalah kondisi gangguan kulit yang paling umum, terutama di kalangan remaja. Meskipun bukan kondisi yang mengancam jiwa, namun jerawat bisa menyakitkan, terutama jika parah.

Bukan itu saja, jerawat juga bisa memicu tekanan emosional pada individu yang memilikinya. Betapa tidak, jerawat parah bisa memicu krisis percaya diri, dan kemungkinan meninggalkan bekas yang tidak indah jika tak diobati dengan baik.

Jerawat dapat ditemukan hampir di mana saja di bagian tubuh. Yang paling di wajah, punggung, leher, dada, dan bahu.

Laman Healthline menyebut, setiap pori pada kulit kita merupakan lubang ke folikel. Nah, folikel terdiri dari rambut dan kelenjar sebaceous (minyak). Kelenjar minyak melepaskan sebum (minyak), yang merambat ke atas rambut, keluar dari pori-pori, dan ke kulit. Sebum itu berfungsi menjaga kulit terlumasi dan lembab. Nah, jerawat dapat disebabkan oleh satu atau lebih masalah dalam proses pelumasan ini.

Kapan proses pelumasan bisa memicu jerawat? Bisa terjadi karena beragam faktor, misalnya terlalu banyak minyak diproduksi oleh folikel, sel-sel kulit mati menumpuk di pori-pori, atau karena adanya kumpulan bakteri yang berada di lubang pori. Jerawat muncul ketika bakteri tumbuh di pori yang tersumbat dan minyak tidak bisa keluar.

Jerawat ternyata tak terlepas dari mitos, dan cukup umum, bahkan sebagian mempercayainya. Banyak orang percaya bahwa makanan seperti cokelat atau kentang goreng akan berkontribusi pada jerawat.

Meskipun tidak ada dukungan ilmiah untuk klaim ini, ada faktor risiko tertentu untuk mengembangkan jerawat, antara lain perubahan hormon yang disebabkan oleh pubertas atau kehamilan; Diet tinggi gula halus atau karbohidrat, seperti roti dan keripik; Memiliki orang tua yang menderita jerawat atau ada faktor genetik yang terlibat, serta obat-obatan tertentu, seperti pil KB atau kortikosteroid tertentu

Lantas, apakah jerawat hanya monopoli mereka yang memiliki kulit berminyak? Menurut Head of Business Development Derma Global Ventura, dr. Norita Sembada, banyak yang beranggapan bahwa kulit kering tidak rawan jerawat, padahal kulit kering tetap berisiko. “Terlebih untuk kulit yang sensitif dan atopi,” ujarnya.

Norita mengatakan, perawatan kulit berminyak (yang memiliki kecenderungan untuk berjerawat) kerap merenggut kelembapan kulit dan menjadikannya kering. Nah dengan kondisi kulit yang menjadi kering akibat produk perawatan jerawat, banyak konsumen yang takut untuk menggunakan pelembap.

“Konsumen beranggapan kulit mereka sudah lembap oleh kelebihan sebum dan akan lebih berjerawat apabila menggunakan pelembab. Ini anggapan yang tidak benar karena kehilangan kelembapan kulit ternyata dapat memperparah kondisi jerawat,” beber Norita.

Remaja rentan mengalami jerawat, khususnya di masa pubertas, karena di masa ini tubuh mengalami perubahan hormon yang drastis. Perubahan ini dapat memicu produksi minyak, yang menyebabkan peningkatan risiko jerawat. Jerawat hormonal yang berkaitan dengan pubertas biasanya mereda atau setidaknya membaik ketika seseorang mencapai usia dewasa.

Pilih Produk Perawatan Jerawat Tepat

Dalam konteks penanganan jerawat, kurangnya pengetahuan akan produk perawatan yang tepat untuk jenis kulit tertentu, menyebabkan jerawat selalu muncul kembali. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memastikan jenis kulit terlebih dahulu, karena selain berjerawat, perlu dipastikan kondisi kulit lainnya untuk bisa menangani dan merawat kulit secara keseluruhan.

Produk dengan kandungan ceramide sangat baik bagi penderita kulit berjerawat yang kering, sensitif dan atopi. Ceramide secara alami dapat kita temukan pada lapisan kulit yang berfungsi sebagai lapisan water proof bagi kulit. “Ceramide ini membantu proses pemulihan barrier kulit dan mengatur regenerasi sel sehingga lapisan kulit yang sempat rusak dapat diperbaiki,” kata Norita.

Barrier kulit memberikan perlindungan kulit terhadap berbagai faktor dari luar tubuh. Barrier kulit yang sehat memiliki kemampuan mengikat air dan memiliki kadar lemak yang baik, termasuk kandungan ceramide sebagai komponennya yang terbesar. “Pada kondisi atopi dan kulit kering, barrier kulit mengalami gangguan atau kerusakan sehingga berkurangnya kelembaban dan fungsi proteksi kulit, dapat membuka akses dari luar ke dalam kulit serta dapat memicu timbulnya jerawat,” imbuh Norita.

Hal ini menjadi dasar perlunya moisturizer khusus dengan kandungan ceramide dan bahan anti acne yang dapat memperbaiki barrier kulit sekaligus mencegah timbulnya jerawat.

Nah, menjawab kebutuhan ini ERHA hadir sebagai solusi kulit berjerawat yang juga sensitif dan atopi, dengan merilis inovasi terbaru Gentle Acne Moisturizer.

“Gentle Acne Moisturizer merupakan inovasi terbaru ERHA yang memiliki kandungan ceramide dan kandungan anti acne. Produk ini melengkapi rangkaian produk acne care lab yang sudah ada,” kata Product Marketing Senior Manager ERHA, Ferry Budiyanto.

Melalui rangkaian kampanye “Act now, acne free” ERHA menghadirkan rangkaian perawatan jerawat untuk berbagai jenis kondisi kulit. Kampanye “Act now, acne free” ditujukan untuk memberikan pengetahuan lebih kepada mereka yang memiliki masalah jerawat termasuk mereka yang memiliki acne prone skin dan bagaimana cara merawatnya, agar penderita jerawat bisa merawat kondisi mereka secara menyeluruh.

Ferry menambahkan, Gentle Acne Moisturizer bisa didapatkan secara bebas di semua gerai ERHA sebagai rangkaian produk Over the Counter (OTC) yang dapat diperoleh tanpa perlu resep dokter. “Setiap cabang ERHA menyediakan layanan konsultasi dengan dokter dan tenaga ahli untuk melayani dan membantu konsumen mengindentifikasi permasalahan kulit mereka, untuk memudahkan konsumen dalam membeli produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa mengalami keraguan,” tandas Ferry.

Bagaimana mencegah jerawat? Sulit untuk mencegah jerawat. Tetapi kita dapat mengambil beberapa langkah perawatan di rumah untuk membantu mencegah jerawat setelah perawatan, yaitu:

*Cuci wajah dua kali sehari dengan pembersih bebas minyak
*Gunakan krim jerawat yang dijual bebas untuk menghilangkan minyak berlebih
*Hindari riasan yang mengandung minyak
*Hapus riasan dan bersihkan kulit secara menyeluruh sebelum tidur, bahkan meski dalam kondisi lelah sekalipun
*Mandi setelah berolahraga
*Konsumsi makanan sehat dengan sesedikit mungkin mengandung gula olahan
*Kurangi atau setidaknya kelola stres dengan baik

Bagi mereka yang memiliki jerawat agar tak memburuk atau bahkan meninggalkan bekas yang sulit hilang di kulit, laman Webmd menyarankan sejumlah langkah berikut:

1. Bersihkan kulit setiap hari dengan sabun ringan untuk menghilangkan minyak dan kotoran berlebih
2. Keramas rambut secara teratur dan sebisa mungkin jauhkan rambut dari wajah
3. Gunakan makeup yang berbahan dasar air atau diberi label “noncomedogenic” (tidak menyumbat pori-pori)
4. Sebisa mungkin tidak memencet jerawat karena malah bisa menyebarkan bakteri dan minyak berlebih
5. Hindari memakai topi atau ikat kepala ketat
6. Tidak membiasakan menyentuh wajah dengan tangan yang belum tentu bersih

Nah, semoga berguna ya. (HG)

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: