Lanjut ke konten

Presiden MDRT Internasional Puji Sistem Pengembangan Agen Asuransi Indonesia

30/08/2018

Hidupgaya – Perkembangan asuransi jiwa di Indonesia menjelma menjadi role model industri asuransi jiwa secara global. Industri asuransi di Asia, seperti Indonesia, mempunyai sistem yang baik, terutama dalam meningkatkan penetrasi industri asuransi melalui peran agen asuransi, demikian dikatakan James D. Pittman, Presdir MDRT Internasional.

“Asia Tenggara jadi role model yang bagus untuk pertumbuhan asuransi, karena ada pertumbuhan kelas menengah di wilayah ini. Di sini punya sistem merekrut agen profesional. Produk asuransinya juga sangat inovatif dan kuat,” kata James dalam temu media MDRT Day Indonesia 2018 di ICE BSD, Serpong, Rabu (29/8). “Kelas menengah itu hanya tinggal menunggu agen profesional menelpon mereka.”

Kondisi tersebut menurut James sangat berbeda dengan di Amerika Serikat. Di negara Paman Sam, para agen asuransi membuat rekrutmen sendiri, training sendiri, independen seperti praktik broker asuransi, tidak terikat dengan perusahaan asuransi.

Konsekuensinya, lanjut James, banyak populasi yang tidak terasuransikan. Jadi kondisi Asia Tenggara kebalikan dari AS. “Di sini agen asuransi dari part time menjadi full time. Tentunya perusahaan juga memiliki banyak agen yang teredukasi. Dan dengan itu akan ada growth populasi yang terasuransikan,” bebernya.

Atas alasan inilah MDRT Global menaruh perhatian yang tinggi ke Asia Tenggara. Dia mengaku, memang selama empat tahun keliling dunia, dia menemukan di setiap negara yang memilki kelas menegah, termasuk Indonesia, memiliki masalah yang sama.

“Manusia pernah sakit, meninggal, cacat. Nah, kehadiran asuransi membuat keluarga bersatu dan bisnis atau usaha tetap bertumbuh. Jadi MDRT selama 90 tahun telah membantu semua anggotanya terus tumbuh,” ujarnya.

Dalam seminar MDRT Day Indonesia 2018, James berbagi strategi soal praktik yang telah dilakukannya untuk klien. Contohnya, menciptakan waktu untuk mengetahui ketakutan, harapan dan impian dari klien.

Selanjutnya mengedukasi mereka untuk mencapai impian. “Dan bagaimana membangun praktik bisnis yang benar dan tumbuh secara konsisten untuk kepentingan keluarga dan bisnis sehingga bisa terlindungi semua,” imbuhnya.

Sistem Pengembangan Agen Baik

Di kesempatan sama, Lucy Dewani, Advisor Komite MDRT Indonesia menambahkan, industri asuransi di Indonesia memang telah memilki sistem pengembangan agen yang baik, kendati penetrasi asuransi masih kecil. “Kita punya sistem selling dan rekrutmen yang bagus. Jadi seorang agen tidak hanya menjual tetapi juga merekut dan membangun komunitas agen profesional melalui edukasi agen terus menerus,” katanya.

Dengan tingkat profesionalisme agen yang semakin baik akan berdampak pada populasi klien. Dengan demikian sumbangan industri asuransi ke PDB (produk domestik bruto) Nasional juga akan terkerek naik.

Berdasarkan catatan AAJI, Pada kuartal kedua tahun 2018, total tertanggung industri asuransi jiwa mencapai 53.271.946 orang. Dari angka tersebut, penetrasi asuransi jiwa yang dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk menunjukkan nilai di angka 6,6%.

Sementara tenaga pemasaran asuransi jiwa berlisensi pada kuartal II 2018 meningkat 5,7% menjadi 603.605 orang, dimana 91 % dari total pemasaran tersebut berasal dari saluran keagenan. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: