Lanjut ke konten

Pencarian Bakat Barista Terbaik Akan Dihelat di Hotelex Indonesia

08/07/2018

Hidupgaya – Kopi merupakan salah satu komoditi berharga di dunia. Sebagian besar warga dunia merupakan penikmat kopi. Sebagian mereka bahkan mengandalkan kopi sebagai salah satu cara agar bersemangat di pagi hari.

Di Indonesia, kedai kopi, atau yang punya nama keren coffee shop tumbuh bak jamur di musim hujan. Hampir di tiap area urban kita dapati kedai kopi dengan segala keunikannya. Minum kopi kini sudah menjadi bagian gaya hidup kaum urban, bukan sekadar warung kopi yang dulu kita kenal di kampung-kampung.

Bicara tentang kopi, Indonesia termasuk salah satu produsen kopi yang masuk posisi lima besar, tepatnya di urutan ke empat. Posisi pertama ditempati Brazil, disusul Vietnam, Kolombia dan Ethiopia di posisi 5.

Soal posisi ini, Ketua Umum Specialty Coffee Associations of Indonesia (SCAI) Syafrudin mengatakan, mestinya Indonesia bisa berada di posisi tiga besar. “Banyak petani kopi kampung yang belum tercatat. Sedangkan pemeringkatan yang berlaku berdasarkan produksi kopi yang tercatat. Secara jumlah, di Indonesia masih banyak petani kopi lokal yang belum tercatat, Jika semua bisa didata, Indonesia seharusnya bisa di posisi 3 besar penghasil kopi dunia,” kata Syafrudin dalam temu media “Kompetisi untuk Menemukan Barista Terbaik berlangsung di Hotelex Indonesia” yang dihelat di Anomali Coffee Menteng Jakarta, baru-baru ini.

Terkait produsen kopi kelas dunia, tak bisa dimungkiri Brazil ada di urutan pertama. Di tahun 2016, negara ini menghasilkan 2.595.000 ton biji kopi. Brazil sudah menghasilkan biji kopi tertinggi sejak 150 tahun yang lalu.

Vietnam menghasilkan biji kopi sebesar 1.650.000 ton di tahun 2016, yang menempatkannya di posisi kedua. Kopi sejauh ini menjadi penggerak ekonomi terbesar di Vietnam. Mulai dari tahun 1975 ekspansi biji kopi dari Vietnam semakin bertambah besar hingga sekarang.

Kolombia menempati posisi tiga. Sama dengan Brazil, Kolombia masih menerapkan proses tradisional untuk menghasilkan 810.00 ton biji kopi berkualitas.

Indonesia di tahun 2016 menghasilkan 660.000 ton biji kopi. Perkebunan kopi di Indonesia saat ini sudah mencakup 1 juta hektar, dengan lebih dari 90% lahan pertanian kopi yang dikerjakan dengan skala kecil.

Ethiopia, penghasil kopi Arabika, memproduksi rata-rata 384.000 ton biji kopi pada 2016, menempatkan negara itu di posisi 5 produsen kopi dunia.

Kompetisi Menemukan Barista Terbaik

Kegairahan kopi menjadi salah satu pemicu dihelatnya serangkaian kompetisi yang akan berlangsung bersamaan dengan peluncuran edisi pertama Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 di JIEXPO Kemayoran.

Sejumlah kompetisi akan dilakukan untuk menemukan barista terbaik di negara ini. Indonesia Brewers Cup 2018 (IBRC 2018), Indonesia Latte Art Championship (ILAC 2018) dan Indonesia Cup Tasters Championship 2018 (ICTC), akan berlangsung di Hotelex Indonesia, dan akan menampilkan 24 peserta yang akan bersaing untuk menjadi pemenang pertama, untuk selanjutnya mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia di Brazil pada November 2018.

Indonesia Coffee Event (ICE) yang diselenggarakan oleh Barista Guild Indonesia (BGI) bagian dari SCAI merupakan acara tahunan yang ke-7 kalinya diselenggarakan. Tiga kompetisi yang akan berlangsung adalah Indonesia Brewers Cup (IBRC), yang diikuti oleh brewer-brewer potensial yang dibebaskan untuk memilih kopi single origin yang akan dipresentasikan.

Tentu tak cukup dengan rasa dan aroma kopi saja untuk menyisihkan pesaing. Dibutuhkan serangkaian riset, latihan repetitif, instrumen yang presisi untuk mendapatkan potensi maksimal kopi. Ditambah kecakapan dalam presentasi juga harus bisa meyakinkan juri bahwa kopi inilah yang terbaik.

Indonesia Latte Art Championship 2018 (ILAC 2018) menunjukkan peserta yang telah melalui serangkaian proses. Para barista harus menampilkan free pour style dan decorative style, yaitu seni menuang latte yang menampilkan desain-desain menarik baik dengan cara ‘free pour’ maupun dengan ‘etching’. Penilaiannya akan berdasarkan atribut visual, kreativitas dan pola yang identik pada tiap cupnya.

Terakhir adalah Indonesia Cup Tasters Championship 2018 (ICTC 2018). Di ajang ini para barista bertanding adu cepat dan tepat dalam mengidentifikasi kopi secara ‘blind test’. Atribut rasa dan aroma kopi memang menjadi pembeda kopi origin satu dengan lainnya, namun tentu harus didukung dengan penginderaan yang tepat untuk bisa mendiferensiasi kopi dengan cepat.

Dalam kesempatan yang sama, Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwiek Roberto, menjelaskan, hingga kini lebih dari 200 perusahaan dari 26 negara siap bergabung sebagai peserta di pameran Hotelex Indonesia.

Diharapkan pameran ini dikunjungi oleh minimal 12 ribu pelaku bisnis dan industri.

Hotelex Indonesia menjadi tuan rumah beberapa kompetisi dan workshop skala internasional, antara lain The 1st Asian Food Challenge, melibatkan delapan tim dari Indonesia dan membawa tim dari enam negara yaitu Malaysia, Thailand, Kamboja, India Selatan, Myanmar dan Brunei. (HG)

Iklan

From → Food Lover

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: