Skip to content

Sikat Gigi Saja Belum Cukup, Sempurnakan dengan Mouthwash

31/10/2017

Hidupgaya – Apakah selama ini Anda percaya bahwa sikat gigi saja cukup untuk membersihkan area rongga mulut? Nyatanya, sebagian orang belum merasa lengkap jika tak mouthwash sebagai ‘penyempurna’ menggosok gigi.

Banyak bekas makanan yang mungkin menyelinap di bagian geligi yang sulit dijangkau dengan sikat gigi biasa, namun dapat dibersihkan dengan berkumur menggunakan mouthwash. Harus diakui, masih sedikit orang yang menggunakan mouthwash sebagai bagian perawatan kesehatan rongga mulut.

Mouthwash digunakan sebagian besar untuk ‘deodoran’ alias pewangi yang menyegarkan dan atau memiliki efek antseptik (membunuh kuman). Berkumur dengan mouthwash dimaksudkan untuk mengurangi bakteri mulut, menghilangkan sisa-sisa makanan, juga memberikan rasa menyenangkan dan menyegarkan di mulut.

Selama bertahun-tahun beragam zat yang berbeda telah digunakan untuk berkumur. Misalnya, di abad pertengahan, orang berkumur dengan produk rumah tangga seperti cuka dan air mawar.

Dewasa ini, produksi mouthwash sudah mencapai skala industri besar hampir pada tingkat yang sama dengan pembuatan pasta gigi.

Lantas, apa sih sebenarnya fungsi mouthwash? Berikut daftarnya seperti dilansir laman MedIndia.net:

  1. Berkumur dengan mouthwash mampu mencapai belakang mulut dan gigi, dimana sikat gigi atau benang gigi biasanya tidak bisa, sehingga meningkatkan efek dari menyikat gigi dan flossing.
  2. Menurunkan kejadian gingivitis, plak dan masalah gigi dan gusi lainnya.
  3. Melawan kuman di rongga mulut dan mencegah gigi berlubang dan kerusakan gigi.
  4. Melunakkan dan menghalau sisa-sisa makanan yang terjebak di antara ruang geligi sehingga mudah dibersihkan

Penggunaan mouthwash umumnya meningkat selama bulan Ramadan – salah satu alasannya – untuk menyamarkan bau mulut akibat berkurangnya produksi saliva atau air liur karena berpuasa.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan hanya 2,3 persen masyarakat Indonesia yang menyikat gigi sesuai anjuran dokter gigi, yaitu setelah makan dan sebelum tidur. Masih sangat sedikit masyarakat yang menyadari pentingnya menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi.

Menurut Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia Devy Yheanne, menyikat gigi merupakan perawatan paling penting bagi gigi dan mulut. Namun banyak yang belum tahu bahwa menyikat gigi hanya mencapai 25 persen dari mulut. Ini ironis mengingat jutaan kuman tersebar di seluruh bagian mulut kita. Jika dibiarkan, kuman-kuman tersebut dapat menimbulkan masalah, seperti penumpukan plak, radang gusi (gingivitis) serta napas tak sedap.

“Karenanya, agar gigi dan mulut dapat terawat dengan lebih baik, setelah menyikat gigi, kita juga perlu membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) dan berkumur dengan mouthwash,” kata Devy di sela-sela peluncuran tiga varian terbaru Listerine di Jakarta, baru-baru ini.

Devy tak memungkiri bahwa penggunaan mouthwash lebih tinggi di bulan Ramadan, terutama untuk menghilangkan bau mulut tak sedap. Namun  sesungguhnya, manfaat obat kumur tak hanya berhenti di situ.

American Dental Association menyebut, berkumur dengan mouthwash dapat membantu melenyapkan sisa-sisa bakteri yang bersarang di dalam mulut, misalnya, di bagian lidah, dinding mulut, permukaan gusi dan rongga di antara gigi yang sulit dijangkau oleh sikat.

“Sesuai anjuran Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), berkumur dengan mouthwash secara rutin dua kali dalam sehari sesudah menyikat gigi dapat membantu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi gigi dan mulut,” imbuh Devy.

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyebut, penyakit gigi dan mulut menempati peringkat ke-6 sebagai penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia. Tingginya tingkat penderita penyakit gigi dan mulut ini berbanding lurus dengan rendahnya jumlah masyarakat yang merawat gigi dan mulutnya sesuai anjuran medis.

Dalam upaya menekan angka penyakit gigi dan mulut di Indonesia, diperlukan peran aktif masyarakat, khususnya para ibu, untuk mengajak seluruh anggota keluarganya melakukan perawatan mulut secara menyeluruh secara rutin. Berkumur dengan mouthwash merupakan salah satu kebiasaan baik yang perlu dipupuk sejak dini dalam keluarga, terutama bagi anak-anak.

Devy menambahkan, selain baik bagi kesehatan, kegiatan berkumur juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak. “Pada saat mengajarkan anak pentingnya berkumur, terjadi komunikasi antara orang tua dan anak yang pada akhirnya dapat memperkuat bonding (ikatan),” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan yang kuat dapat tercipta dari kebiasaan menghabiskan waktu bersama dan berbagi pengalaman yang berkualitas.

Hal itu disetujui Arie Untung, selebritas yang menilai kesehatan keluarga adalah hal utama, termasuk urusan kesehatan rongga mulut. Menurut dia, kebiasaan baik itu harus dibina sejak dini dalam keluarga, terlebih lagi terhadap anak-anak. “Karena anak-anak gemar mengonsumsi makanan manis yang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, saya dan Fenita (istrinya) pun selalu berupaya lebih keras dalam menjaga kesehatan mulut mereka,” ujarnya.

Kebiasaan baik yang diterapkan pasangan seleb ini yang juga diterapkan ke anak-anaknya adalah berkumur menggunakan mouthwash setelah sikat gigi 2 kali sehari.

Arie Untung memilih mouthwash mengandung fluoride, yang dapat membantu menguatkan gigi dalam dua minggu. Dikembangkan dengan Teknologi Fusi Cepat, obat kumur pilihan Arie dipercaya mampu menggantikan mineral yang hilang, membangun kembali lapisan enamel gigi dan melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut.

“Menurut informasi yang saya baca, mouthwash ini formulanya mampu menembus lapisan biofilm secara efektif dan mengurangi perluasan spektrum mikroorganisme, mengurangi plak hingga 31,6 persen dan radang gusi (gingivitis) atau masalah gusi hingga 24 persen dalam waktu 6 bulan,” beber Arie.

Tip Menjaga Kesehatan Gigi Melalui Makanan

Tubuh kita ibarat mesin yang kompleks. Makanan yang kita pilih dan seberapa sering kita mengonsumsinya dapat mempengaruhi kesehatan umum, juga kesehatan gigi dan gusi. Mengonsumsi terlalu banyak minuman soda, minuman manis atau makanan ringan padat kalori dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Pembusukan gigi adalah penyakit kronis yang paling umum terjadi pada anak-anak, namun kabar baiknya adalah bahwa hal itu sepenuhnya dapat dicegah.

Peluruhan gigi terjadi saat plak bersentuhan dengan gula di mulut, menyebabkan asam yang ‘menyerang’ gigi.

American Dental Association mengingatkan, makanan yang mengandung gula dalam bentuk apapun dapat menyebabkan kerusakan gigi. Untuk mengendalikan jumlah gula yang yang kita asup, disarankan untuk membaca fakta nutrisi dan label bahan pada makanan dan minuman. Pilihlah sebisa mungkin makanan dan minuman dengan kadar gula terendah.

Berikut tip menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut melalui makanan menurut American Dental Association:

1.Minum banyak air

2. Konsumsilah beragam makanan, mencakup biji-bijian, buah-buahan, sayuran, sumber protein tanpa lemak seperti daging sapi, unggas tanpa kulit dan ikan, juga kacang polong (kedelai), serta makanan rendah lemak dan bebas lemak.

3. Batasi jumlah camilan

Jika mengemil, pilihlah camilan sehat seperti buah atau sayuran atau sepotong keju. Makanan yang dikonsumsi sebagai bagian makanan utama lebih bersahabat dengan gigi dibanding mengonsumsi banyak makanan ringan sepanjang hari, karena lebih banyak air liur dilepaskan saat makan.

Air liur atau saliva membantu membersihkan makanan dari mulut dan mengurangi efek asam, yang dapat membahayakan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Last but not least, selain teratur menggosok gigi, flossing dan juga menggunakan mouthwash, kunjungilah dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali agar jika terjadi masalah pada gigi dapat segera tertangani. (HG)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: