Skip to content

Usung ‘Balekambang’ 3 Desainer Malang Ramaikan Jakarta Fashion Week 2018

30/10/2017

Hidupgaya – Tiga desainer yang tergabung dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC) Malang baru-baru ini menggoyang Jakarta Fashion Week 2018. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang ketiga desainer ini mengusung tema ‘Balekambang’.

Balekambang, terbentuk dari dua kata, yaitu: bale, menunjuk pada balai, suatu bangunan berukuran besar dengan dinding terbuka atau tertutup dan beratap yang disangga oleh sejumlah tiang, dan kambang, dalam arti posisi tanah tempat berdirinya bangunan.dikelilingi oleh perairan alamiah atau buatan, semacam pulau. Jadi, kalau diterjemahkan makna Balekambang adalah seolah bangunan yang mengambang.

Balekambang secara filosofis berhubungan dengan konsep kosmologi. Bale melambangkan gunung suci Meru, tanah yang menjadi tempat berdirinya bangunan yang dikelilingi oleh perairan berupa samudera (ksira, patala) dan berpusat pada Meru.

Di Kabupaten Malang,  nama Balekambang menjadi sebutan untuk kawasan wisata bahari unggulan di Malang Selatan.

Kawasan pantai laut selatan menjadi pembeda dari ketiga wilayah yang ada di Malang Raya, yatu Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Daerah pantai dan bahari menjadi keunggulan geografis yang dimiliki oleh Kabupaten Malang, dan tidak dimiliki oleh dua daerah lainnya di Malang Raya.

Tiga desainer dari IFC Malang, menjadikan Balekambang sebagai tema besar dari koleksinya kali ini, mencoba menguatkan posisi city branding Kabupaten Malang sebagai “The Heart of East Java”

Tiga desainer yang unjuk diri di ajang Jakarta Fashion Week 2018 dari Malang kali ini adalah:

Kiki Mahendra, menampilkan koleksi dengan tema “Seaside”

Terinspirasi dari indahnya pemandangan di sekitar pantai Balekambang. Pasir, ombak, awan, kerang, mutiara, sisik ikan, dan berbagai macam tumbuhan laut  menjadi sumber inspirasi yang direpresentasikan sebagai detail dalam rancangan gaun malam muslim.

Abu, biru, krem, orange kecokelatan menjadi pilihan warna yang ditampilkan. Gaya romantis tetap menjadi pilihan sebagai ciri khas, berpadu dengan bahan organza, tule, tafeta, satin, dan taburan kristal untuk menambah kesan elegan.

Elma Faricha menampilkan koleksi dengan tema “Seagara”

Kabupaten Malang terkena dengan keindahan alamnya, salah satunya adalah lautan yang membentang luas di bagian selatan Kabupaten Malang. Kekayaan laut mulai dari terumbu karang, ombak, pasir hingga matahari yang indah di penghujung hari menginspirasi saya untuk menungkannya dalam koleksi kali ini.

Item-item yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat seperti kemeja, celana, rok, hingga berbagai macam outer. Hadir dengan potongan simpel dan desain timeless.

Dengan bahan-bahan yang mudah perawatannya dan nyaman dikenakan seperti katun, linen, woll, hingga chiffon casionic, yang merefleksikan gelombang air laut. Warna yang dipilih adalah navy blue, beige, abu serta merah yang menggambarkan keindahan laut selatan, Balekambang.

Agus Sunandar menampilkan koleksi “Prhau”

Prhau adalah perahu. Alat yang digunakan sebagsi sumber penghidupan masyarakat pesisir pantai selatan Kabupaten Malang. Perahu serta nilainya ada dalam koleksi Agus Sunandar kali ini. Desain-desain yang basic menjadi pilihan dengan penekanan pada  penggunaan garis garis kontur yang kuat dan tegas.

Desainer ini juga menggunakan bahan yang didominasi warna abu dan hitam batu karang, serta linen bertekstur woven yang kuat, merepresentasi nilai nilai kehidupan masyarakat pesisir pantai yang kuat, keras namun tetap penuh semangat. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: