Skip to content

Berinovasi atau Mati, Lucky Textile Rilis Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019

01/09/2017

Hidupgaya – Berinovasi atau mati. Slogan ini berlaku di segala lini, termasuk lini bisnis tekstil. Di tengah daya beli masyarakat yang tengah menurun, inovasi untuk menemukan pasar baru tentu saja menjadi hal yang tak bisa dikesampingkan.

Lucky Textile misalnya. Perusahaan tekstil lokal ini berupaya terus melakukan inovasi untuk menjaring pasar baru demi kelangsungan bisnis.

Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019

Perusahaan tekstil yang telah eksis sejak 1960 ini baru merilis Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019. Seluruh koleksi desain motif yang dipamerkan mengusung tema ERA (Evolution Round the Age).

Membuat tren menjadi salah satu solusi untuk memenangkan pasar lokal. Karena ternyata para pelaku bisnis fashion lokal belum banyak yang tahu bahwa perusahaan tekstil lokal pun bisa menghasilkan bahan yang baik, demikian dipaparkan Chief Designer PT Lucky Print Abadi (perusahaan yang menaungi Lucky Textile), Dofa Hapsari

“Selama ini kita bikin tren. Setiap season tema berbeda dan kali ini temanya fall winter. Setiap enam bulan sekali bikin buku tren. Ada empat sub tema bercerita tentang berbagai hal,” kata Dofa dalam diskusi dengan media sesaat sebelum pergelaran busana Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019 di Cendrawasih Office Park, Tangerang, baru-baru ini.

“Kami melakukan riset, belajar, berinovasi, dan mengembangkan produk kami to the next level. Kami akan menyambut jika ada yang tertarik untuk berkembang bersama kami,” kata Dofa.

Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019

Meski sudah tahun ketiga merilis tren, namun baru kali ini Lucky Textile menggelar pergelaran busana mengundang jurnalis gaya hidup. “Sebelumnya kami lakukan hanya untuk kalangan terbatas,” imbuh Dofa.

Pergelaran busana ini menggunakan materi kain motif terbaru – dihadirkan dalam 16 koleksi busana wanita, pria, dan anak-anak. “Di sini kita dapat melihat koleksi tekstil yang berbeda, karena akan diperlihatkan end product dari kain yang produksi,” jelas Dofa.

Tema “Evolution Round the Age” yang diusung dalam motif tekstil kali ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

1. Warming Earth

Tema ini menghadirkan koleksi kain yang terinspirasi dari pemanasan Bumi yang diibaratkan sebagai era yang pernah ada di dunia kita dan telah berakhir. Semua populasi makhluk hidup meningkat. Iklim yang lebih hangat membantu mereka lebih mudah untuk eksis. Mereka kemudian memulai cara hidup baru.

Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019

Bergerak dari satu daerah ke daerah lain untuk menemukan tempat yang cocok untuk memulai sebuah populasi. Warna alam mewakili Bumi yang menjadi lebih hangat. “Pada babak ini menggunakan 100% serat alami seperti katun dan rayon. Batu, pedesaan, batang, dan dedaunan juga menjadi inspirasi,” jelas Dofa.

2. Elegies for Kings and Queen

Sesuai dengan namanya, tema ini menghadirkan kisah tentang kehidupan raja dan ratu. Sebuah cerita dari raja dan ratu yang ditutupi dengan kekuatan, kemewahan, kesenangan, dan romantisme yang manis, cerita tentang kebahagiaan, dongeng yang berakhir dengan tragedi, kebijakan politik, perang, dan revolusi yang salah.

“Tema ini memadukan pastel lembut dan warna keanggunan yang dalam seperti angel falls blue, nectar pink, kelabu hangat. Kami juga menggunakan kain tipis seperti voile atau burn out, dan teknik menyikat untuk mendapatkan tampilan beludru dan aksen metalik untuk menunjang karakter elegan,” ujar Dofa.

Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019

3. Cher to Vintage

Mewakili tema ini, ditampilkan koleksi yang terinspirasi dari karakter anggun dan keabadian, bisa berupa tekstur, stuktur, dan komposisi yang alami. “Vintage adalah gaya transisi antara nuansa antik dengan garis modern. Gaya transisi ini bisa menampilkan gaya masa lalu, berpadu dengan gaya masa kini dalam waktu yang bersamaan untuk menjadi tren gaya baru yang akan menjadi panutan,” beber Dofa.

Patriot bleu, Iron Gate, urban chic and red scooter adalah beberapa warna inspirasi yang digunakan. Dalam koleksi ini menggunakan kain tak bertekstur, untuk lebih fokus pada desain motif.

Dofa menambahkan, tema ini bercerita tentang keadaan di Eropa terutama di Inggris. “Kami mengambil potret 2 sisi. Sisi pertama orang British yang klasik, dan satu lagi urban. Warna lebih gelap dan terang. Kita juga pakai warna merah, biru untuk lambang bendera Inggris. Motifnya klasik seperti diagonal, kotak-kotak,” tambahnya.

4. New Frozen

New Frozen terinspirasi olah raga bertemperatur tinggi dari tempat dataran tinggi, dingin, udara terbuka, salju, dikelilingi es abadi. Sejak tahun 80 an, batasan antara busana wanita aktif dan baju olah semakin lama semakin tidak jelas.

Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019

Kegiatan aktivitas di bawah suhu nol derajat, kini menjadi gaya hidup. Hal ini yang menjadi dominasi aspek-aspek masyrakat kelas menengah, termasuk gaya hidup sehat dan iklim demokrasi yang terus berkembang.

“Warna dasar yang kami gunakan adalah titanium, indigo, dan campuran cobalt dengan warna yang terang seperti virtual pink, dan warna-warna sulfur yang memberikan aksen simpel tapi tetap berkarakter,” urai Dofa.

Pada material print, ditampilkan garis, lingkaran, geometris, untuk menampilan kesan maskulin dan sportif. Dofa menambahkan, “Untuk tema ini kami banyak main teknik. Menggunakan gabungan dari berbagai material seperti katun kaos dan cvc. Kami berikan guideline, arahan ke depannya tren seperti apa. Kami juga coba kasih konsep baru dengan target garmen dan desainer baru,” tandasnya.

Produk Tekstil Lokal Makin Diminati

Tak bisa dimungkiri, pemilihan tekstil atau kain merupakan hal penting bagi industri fesyen. Untuk mendapatkan tekstil berkualitas, kebanyakan retail atau desainer Indonesia membelinya dari luar negeri, dengan alasan produk tekstil luar memiliki kualitas lebih baik ketimbang dalam negeri.

Akan pendapat ini, Dofa tak sepenuhnya sepakat. “Saat ini industri tekstil dan garmen di Indonesia mengalami peningkatan. Banyak brand atau desainer yang kini beralih pada produk tekstil lokal,” ujarnya.

Ucapan Dofa bukanlah slogan kosong. Lucky Textile, perusahaan tempatnya bekerja, selama ini sukses merengkuh sejumlah klien multinasional sebutlah H&M, Uniqlo, Ikea, GAP, juga Tom Tailor.

Tren merek dalam negeri yang menggunakan tekstil dari Lucky Textile juga menunjukkan tren naik. “Kami banyak berkolaborasi dengan berbagai macam pabrik lain maupun desainer. Brand-brand tekstil Indonesia lagi bagus, tapi kita juga harus terus menawarkan sesuatu yang beda,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Lucky Textile juga berhasil membina hubungan baik dengan klien dari beberapa negara seperti Amerika, Australia, Asia Tenggara, Eropa hingga Amerika Selatan.

Dofa lebih lanjut menambahkan, Lucky Textile pihaknya terus melakukan sejumlah survei terhadap kualitas produk tekstil.

Para desainer pun sudah semakin mengakui kualitas tekstil lokal. Hal ini diakui oleh General Manager Commercial PT. Lucky Print Abadi, Uhandanny. Menurutnya, ada sejumlah alasan mengapa merek dan desainer fesyen kini mulai beralih pada industri tekstil dalam negeri, antara lain karena harga bersaing dibandingkan dengan tekstil impor.

Industri tekstil dalam negeri juga menawarkan fleksibilitas lebih. “Kebanyakan industri tekatil dalam negeri bisa dibeli dalam kuantitas yang lebih kecil dan kualitas yang juga tak kalah dengan produk impor. Klien bisa membeli dalam jumlah bahan sedikit, misalnya 20 meter,” ujar Uhandanny.

Lucky Trend Forecast Fall Winter 2018/2019

“Harganya memang agak lebih mahal, dibandingkan saat mereka membeli dengan kuantitas yang banyak, namun ini bisa menjadi solusi bagi klien yang memang tak butuh banyak bahan sebagai contoh. Jika ada kesalahan pengembalian juga lebih mudah, tak butuh biaya kirim tinggi seperti jika kita salah pesan dari perusahaan tekstil luar negeri,” tandasnya.

Nah, solusi cerdas kan? Membeli produk dalam negeri berarti juga membantu perekonomian bergerak agar bisnis bisa berkesinambungan. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: