Lanjut ke konten

Kampung Terang Hemat Energi Philips Akan Terangi 25 Desa

13/08/2017

Hidupgaya – Penerangan listrik menjadi komoditi ‘mewah’ bagi sejumlah wilayah yang belum terjangkau aliran listrik. Mereka mengandalkan lampu minyak tanah untuk penerangan di malam hari, atau bahkan lilin, yang bisa menjadi penyebab bencana kebakaran.

Masyarakat kini bisa menikmati pencahayaan di malam hari dengan program Kampung Terang Hemat Energi Philips

Data tahun 2016 menunjukkan, di Indonesia terdapat sekitar 12.000 desa atau mencakup lebih dari 30 juta jiwa belum memiliki akses listrik. Desa-desa ini hanya mengandalkan sumber pencahayaan yang menggunakan minyak tanah dan lilin, sehingga penduduknya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Nah, dalam upaya mendukung aktivitas masyarakat desa, terutama setelah matahari terbenam, Philips Lighting Indonesia telah memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya untuk menerangi desa terpencil yang ada di seluruh pelosok Nusantara.

Philips Lighting mengumumkan akan memperluas instalasi pencahayaan LED tenaga surya di kurang lebih 25 desa yang belum dialiri listrik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program “Kampung Terang Hemat Energi” yang telah dimulai pada 2015 di sembilan desa yang tersebar di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan.

Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini akan menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah, dan Maluku.

Country Leader Philips Lighting Indonesia Rami Hajjar mengatakan program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat desa, dalam kegiatan sehari-hari.

Philips Lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru, yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan.

Untuk desa terpilih pada program ini, Philips akan memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya yang inovatif terdiri dari, pertama, Solar Indoor Light System lengkap dengan panel surya. Kedua, Philips LifeLight yang 10 kali lebih dari lampu minyak tanah, dan yang ketiga, Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tahun ini, program akan diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.

“Pencahayaan akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, memampukan kegiatan sehari-hari seperti belajar atau pekerjaan rumah tangga lainnya untuk dapat dilakukan setelah matahari tenggelam,” kata Rami dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Puskesmas/Puskesdes dapat beroperasi dengan layak dalam keadaan darurat di malam hari, dan mobilitas masyarakat serta barang tidak lagi terbatas hanya pada siang hari.

“Di Philips Lighting Indonesia, kami menerapkan komitmen global perusahaan ini untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik, termasuk didalamnya kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil seluruh negeri,” beber Rami.

Hadirnya program “Kampung Terang Hemat Energi” dapat mengurangi beban Pemerintah dalam menerangi bangsa Indonesia.

Philips telah bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kopernik, sejak 2015 silam, dan telah menciptakan lebih dari 300 titik lampu baru bagi sekitar 11.800 masyarakat di Sulawesi Selatan.

Pada tahun yang sama, Philips Lighting secara global menyerukan ajakan untuk mengakhiri kemiskinan akan pencahayaan dalam rangka Tahun Cahaya Internasional PBB (UN’s International Year of Light – IYOL). (HG)

 

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: