Skip to content

Gelar Batik Nusantara Usung Warna Alam yang Kini Diminati

10/06/2017

Hidupgaya – Ada rencana ke mana akhir pekan ini? Jika sedang mencari busana Lebaran atau ingin menemukan koleksi batik berkualitas, coba kunjungi Gelar Batik Nusantara (GBN) 2017 di Jakarta Convention Center yang mengusung tema ‘Pesona Batik Warna Alam’.

Pameran batik yang mendatangkan perajin batik dari berbagai wilayah Tanah Air ini akan berlangsung hingga Minggu (11/6).

Gelar Batik Nusantara berlangsung di JCC 7-11 Juni 2017 (dok. Ade Oyot)

GBN 2017 dimotori oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI). Ini merupakan kali ke-10 YBI menyelenggarakan GBN.

Sengaja tahun ini GBN mengusung tema “Pesona Batik Warna Alam” karena sejarahnya pewarnaan batik berawal dari keanekaragaman hayati dari kulit kayu, daun, buah, bunga berbagai tanaman.

Menurut Ketua Gelar Batik Nusantara 2017 Erna Giatna, dahulu masyarakat yang membuat batik belum mengenal pewarna batik kimia (misalnya indigosol dan napthol). Untuk mendapatkan warna-warna yang mereka inginkan mereka harus mencari akal dengan memanfaatkan yang ada di sekitarnya.

“Banyaknya lahan dan tumbuh-tumbuhan pun pada masa lalu dimanfaatkan sebagai pewarna alam. Sebut saja buah manggis, mengkudu, soga, kunyit, daun indigo, daun jambu, secang, dan lainnya,” kata Erna dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, teknik pewarnaan alami telah terpinggirkan oleh pewarnaan kimia yang lebih mudah didapat dan menghasilkan warna batik yang lebih vibrant (cerah).

Gelar Batik Nusantara berlangsung di JCC 7-11 Juni 2017 (dok. Ade Oyot)

Padahal pewarna kimiawi memiliki efek yang kurang baik bagi lingkungan, karena pewarna kimiawi umumnya tidak ramah lingkungan dan berpotensi menimbulkan pencemaran.

Menurut pelaku warna alam dari Galeri Batik Jawa Nita Kenzo, pesona dan keindahan batik warna alam kini semakin digemari oleh banyak pecinta batik, baik dalam maupun luar negeri. “Ini karenakan produk fesyen ramah lingkungan tengah dipromosikan dan berkembang menjadi tren.

Nita menambahkan, batik warna alam digemari karena punya keistimewaan sendiri. “Warnanya bagus, tapi tidak bisa ditiru dengan warna kimia yamg terang. Prosesnya rumit karena pencelupannya berulang. Kalau pakai warna kimia atau sintetis hanya butuh pencelupan 1-2 kali saja,” ujarnya.

“Marilah kita kembali menggali kearifan leluhur dan melestarikan batik Indonesia dengan menggunakan pewarna alam yang ramah lingkungan. Dengan demikian batik Indonesia mampu bersaing di pasar global,” kata Nita.

Gelar Batik Nusantara tahun ini diikuti sekitar 400 perajin batik dari seluruh Indonesia, yang terdiri dari perajin batik binaan BUMN, Dinas Pemerintahan dan juga perajin perorangan.

Gelar Batik Nusantara berlangsung di JCC 7-11 Juni 2017 (dok. Ade Oyot)

Selain menampilkan pameran batik dari seluruh Indonesia, berbagai acara menarik juga dihadirkan dalam GBN 2017. Mulai dari talkshow, workshop membatik dengan pewarna alami sampai panggung musik hiburan.

Sebagai informasi, Yayasan Batik Indonesia (YBI) didirikan pada 28 Oktober 1994, sebuah lembaga nirlaba yang merupakan wujud dari persamaan kehendak para pecinta, perajin, pengusaha dan pemerhati batik.

YBI merupakan mitra kerja Pemerintah dalam mengembangkan, melestarikan dan membina pengusaha atau perajin batik nasional.

Batik telah menjadi  ikon Indonesia, budaya bangsa Indonesia yang sudah diakui UNESCO pada 30 September 2009 sebagai salah satu warisan budaya tak benda bangsa Indonesia.

Penggunaan batik berbahan  serat dan pewarna alami, merupakan bukti perpaduan  dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang akan berdampak pada pelestarian keanekaragaman hayati dan pendapatan ekonomi masyarakat. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: