Lanjut ke konten

Festival Jajanan Bango 2017 Siap Menggoyang Lidah Pencinta Kuliner Nusantara

20/03/2017

Hidupgaya – Bagi yang merindukan lezatnya Festival Jajanan Bango (FJB), siap-siap ya. Festival kuliner akbar ini siap memanjakan lidah penggemar pada 6-7 Mei 2017 di ICE BSD, Tangerang.

Yang unik dari FJB 217 adalah Bango mengajak 20 pengusaha kuliner muda untuk berpartisipasi.

Sate Klathak Mas Tanto (dok. Kecap Bango)

“Tahun ini, Bango mengajak para pelaku kuliner untuk melakukan upaya pelestarian kuliner nusantara dengan cara mendorong semangat dan peranan generasi muda dalam melahirkan berbagai inovasi yang mengikuti perkembangan zaman, tanpa harus meninggalkan aspek kearifan lokal yang terkandung dalam warisan kuliner Nusantara,” kata Kaninia Radiatni, Senior Brand Manager Bango, dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Diawali dengan pencarian 40 start-up kuliner Nusantara dari berbagai wilayah Indonesia, dimana pada 7 dan 8 Februari 2017 lalu, para start-up ini telah menjalani proses penjurian yang dilakukan oleh tiga pakar di bidang kuliner dan wirausaha, yaitu Arie Parikesit selaku pengamat dan penggiat komunitas pelestarian kuliner nusantara, Chef Degan Septoadji dan Harjono Sukarno selaku pakar pengembangan ekonomi kreatif.

Setelah proses penjurian, telah terpilih 20 finalis yang berhak untuk melanjutkan ke tahap pemilihan berikutnya. “Dalam penjurian, komponen yang kami nilai cukup menyeluruh, antara lain autentisitas dalam menyajikan makanan tradisional yang mereka jagokan, komitmen terhadap pelestarian warisan kuliner Nusantara, semangat untuk mengembangkan usaha mereka, business plan yang baik, kemungkinan untuk mengembangkan usaha di wilayah-wilayah lainnya,” ujar Arie Parikesit.

“Penggunaan sarana IT atau digital dalam pengembangan usaha, jaminan kualitas dan keamanan dalam pengolahan makanan, keunikan hidangan, akan menjadi nilai tambah penjurian,” dia menambahkan.

Bakso Boedjangan (dok. Kecap Bango)

Chef Degan menyatakan kekagumannya terhadap kreativitas generasi muda yang ikut dalam penjurian ini. “Saya dipercaya untuk menilai hidangan dari sisi kelezatan, autentisitas, dan juga keamanannya untuk dikonsumsi. Sangat membanggakan bahwa sebagian besar dari para start-up ini masih menjaga keautentikan citarasa hidangan mereka,” puji Chef yang menaruh perhatian lebih pada hidangan Nusantara ini.

“Modifikasi hidangan yang mereka lakukan cukup unik namun masih menjaga nilai autentisitas, dan kebanyakan justru berkreasi dalam hal penyajiannya sehingga lebih praktis dan mudah diterima oleh generasi yang lebih muda,” imbuhnya.

Komentar senada datang dari Harjono Sukarno yang menilai aspek bisnis yang dijalankan oleh para start-up. “Mereka memiliki wawasan serta strategi bisnis yang baik, visi yang jelas, serta sangat paham bagaimana cara memaksimalkan aset yang mereka miliki untuk membesarkan usaha mereka, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan publikasi yang kini terbukti makin efektif,” urai Harjono.

Kaninia menambahkan, bagi ke-20 finalis, Bango akan menganugerahi mereka dengan penghargaan “Duta Regenerasi Kuliner Nusantara” sebagai bentuk apresiasi akan dedikasi mereka dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara.

“Penghargaan ini tentunya akan menjadi sarana promosi yang jitu bagi perkembangan usaha mereka,” ujar Kaninia.

Tapong Minis (dok. Kecap Bango)

Selanjutnya, dari 20 finalis yang telah terpilih ini, Bango akan menggelar voting secara nasional di beberapa platform digital Bango, yaitu situs http://www.bango.co.id dan facebook Bango Warisan Kuliner. Para pecinta kuliner dapat langsung memilih start-up favorit mereka sehingga akhirnya akan terpilih 10 start-up favorit yang kemudian akan dihadirkan dalam perhelatan FJB 2017.

Upaya regenerasi oleh Bango ini mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI) sebagai bentuk kolaborasi pihak pemerintah dan swasta dalam memajukan kuliner Nusantara di tingkat nasional maupun dunia.

Kolaborasi ini sejalan dengan misi Bekraf RI yang memberikan perhatian khusus untuk menumbuhkan wirausaha-wirausaha kuliner baru di Indonesia agar kuliner Nusantara mampu meningkatkan perekonomian lokal dan menjadi sumber devisa bagi negara.

Di masa mendatang, Bango berharap dapat bekerja sama lebih erat lagi dengan Bekraf RI untuk menjangkau lebih banyak pelaku start-up kuliner di berbagai wilayah Nusantara dalam upaya memperkaya ilmu yang mereka miliki, membentuk networking, sharing dengan mentor yang berpengalaman di bidang kuliner maupun bisnis, dan memantapkan produk dan model bisnis yang mereka miliki. (HG)

Iklan

From → Food Lover

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: