Hidupgaya.co – Posisi membungkuk ke depan dan banyak berjalan di tempat kerja pada awal kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, menurut temuan sebuah penelitian besar terhadap lebih dari 470.000 wanita Denmark, yang diterbitkan secara online di jurnal Occupational and Environmental Medicine.

Setiap tambahan jam membungkuk ke depan, terutama pada sudut 30 derajat, dikaitkan dengan risiko keguguran 36% lebih tinggi, sementara setiap tambahan jam berjalan dikaitkan dengan risiko 18% lebih besar, meskipun polanya konsisten hanya untuk membungkuk ke depan, menurut temuan terbaru.

Keguguran di masa kehamilan relatif umum terjadi, mempengaruhi sekitar 15% wanita. Faktor risikonya antara lain usia orang tua, merokok, kerja shift malam, dan paparan polusi udara serta berbagai senyawa kimia, catat para peneliti.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa berdiri, berjalan, dan membungkuk ke depan di tempat kerja juga dapat meningkatkan risiko, namun temuan ini tidak meyakinkan.

Mengingat hampir 70% perempuan di Eropa bekerja, kekhawatiran muncul mengenai tingkat aktivitas fisik yang aman selama kehamilan.

Untuk mengeksplorasi hal ini lebih jauh, para peneliti mengambil data dari daftar nasional besar yang berisi informasi tentang kehamilan perempuan pekerja yang tinggal di Denmark antara tahun 1977 hingga 2018.

Mereka fokus pada 475.312 wanita dengan 803.829 kehamilan antara Januari 2004 hingga Desember 2018.

Para peneliti menerapkan model paparan pekerjaan khusus di masa kehamilan, menggabungkan pembacaan pelacak aktivitas dan evaluasi ahli terhadap waktu yang dihabiskan untuk berdiri, berjalan, dan membungkuk ke depan pada sudut 30 derajat atau lebih.

Lebih dari 1 dari 10 (81.307) kehamilan berakhir dengan keguguran, angka ini lebih rendah dari prevalensi biasanya, kemungkinan karena data berasal dari daftar rumah sakit dan banyak keguguran dini ditangani di rumah dan tidak terdaftar dalam data rumah sakit, kata para peneliti.

Aktivitas membungkuk menunjukkan pola yang paling jelas. Analisis hasil menunjukkan bahwa berdiri, berjalan, dan membungkuk ke depan semuanya dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.

Setiap tambahan jam membungkuk ke depan, terutama pada sudut 30 derajat, dikaitkan dengan risiko 36% lebih tinggi, sementara setiap tambahan jam berjalan dan berdiri masing-masing dikaitkan dengan risiko 18% dan 3% lebih besar.

Risiko ini lebih besar pada perempuan yang tidak masuk kerja pada minggu sebelumnya dibandingkan perempuan yang tidak mangkir.

Analisis lebih lanjut menunjukkan hubungan dosis-respons yang konsisten hanya untuk membungkuk ke depan.

Implikasi hasil studi

Ini adalah penelitian observasional dan oleh karena itu, tidak ada kesimpulan pasti yang dapat ditarik tentang sebab dan akibat.

Para peneliti mengakui bahwa mereka tidak memiliki informasi tingkat individu mengenai kebiasaan merokok selama kehamilan, dan mereka juga tidak dapat memperhitungkan faktor angkat beban, yang sebagian dapat menjelaskan hubungan yang diamati, atau kerja shift dan paparan bahan kimia.

Dan karena aktivitas membungkuk ke depan yang berkepanjangan relatif jarang terjadi di sebagian besar pekerjaan, dampak keseluruhannya mungkin terbatas meskipun terdapat perkiraan risiko yang lebih tinggi.

Penelitian lebih lanjut, yang menggabungkan faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh, diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini, mereka menekankan.

Peneliti mengungkap meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, paparan di tempat kerja dapat memengaruhi perfusi plasenta atau regulasi hormonal sehingga dapat meningkatkan risiko keguguran.

Temuan studi menyoroti pentingnya memasukkan tahap awal kehamilan ke dalam pedoman bagi pekerja yang hamil. (BS)