Lanjut ke konten

Pigeon Rilis Botol Susu Motif Batik

02/10/2016

Hidupgaya – Menandai perayaan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Pigeon meluncurkan koleksi kain batik bermotif tematik Pigeon, yaitu kain batik motif Kupu-Kupu, Bangau, Sulur dan Bunga Seruni.

Merek asal Jepang itu juga meluncurkan botol susu bermotif batik terbaru dengan 5 motif menarik yang memiliki filosofi inspiratif dan unik.

Botol susu Pigeon dengan nuansa batik.  (dok. Hidupgaya.co)

Botol susu Pigeon dengan nuansa batik (dok. Hidupgaya.co).

Setiap motif memiliki makna. Motif Gajah, misalnya, menjadi simbol ilmu pengetahuan, kekuatan dan ketangguhan. Motif Rusa sebagai simbol dari kesuksesan, daya tahan dan keanggunan. Sementara itu, motif Harimau simbol perlindungan anak-anak, kegagahan dan kekuatan.

Motif lainnya, Truntum menjadi simbol dari cinta yang tumbuh dan berkembang, sedangkan motif Kawung – berasal dari kata ‘suwung’ berarti kosong, simbol kenetralan jiwa dan pikiran serta tingkat pengendalian diri yang tinggi.

Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division, mengatakan, batik sebagai karya anak bangsa harus terus dijaga kelestariannya. Salah satunya dengan memperkenalkannya kepada buah hati sejak dini.

“Seperti melalui gambar batik pada botol susu Pigeon yang dapat diperkenalkan kepada buah hati saat meminum ASI serta dapat menginspirasi Ibu dari sisi desainnya yang menarik,” katanya di Jakarta.

Pigeon secara serius memperlihatkan komitmen untuk melestarikan warisan batik yang telah diakui dunia sebagai warisan milik Indonesia sejak 2009. Batik sendiri telah resmi ditetapkan UNESCO sebagai ‘Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi’ atau ‘Masterpiece of the Oral and Intangigble Heritage of Humanity’.

Botol susu Pigeon dengan nuansa batik (dok. Hidupgaya.co).

Botol susu Pigeon dengan nuansa batik (dok. Hidupgaya.co).

“Meskipun telah dinyatakan sebagai milik Indonesia, namun bila tidak dipelihara, digunakan atau tidak digiatkan industrinya, maka bukan tak mungkin warisan ini akan luntur,” ujarnya.

Untuk itulah guna menjaga warisan batik agar tetap menjadi milik Indonesia tentunya diperlukan keseriusan, kecintaan, ketelatenan dan dedikasi tinggi dari masyarakat Indonesia untuk merawatnya serta diperlukan kegiatan pelestarian dalam wujud berbagai hal.

Kesungguhan Pigeon dalam melestarikan batik dilakukan dengan menggandeng entrepreneur dan pelestari batik Iwet Ramadhan.

“Batik bukan hanya kain bercorak tetapi juga merupakan penggambaran filosofi kebudayaan dan warisan budaya leluhur yang perlu dijaga,” tambahnya.

Kain Batik Motif Tematik Pigeon sendiri wujud keseriusan dan kecintaan terhadap batik yang diharapkan dapat menambah deretan desain batik yang ada di Indonesia sehingga industri batik dapat terus berkembang.

“Saya sangat mengapresiasi keinginan dan komitmen Pigeon untuk menuangkan motif batik dalam produk botol susunya. Ini bagian dari pelestarian warisan nenek moyang yang secara konsisten diperlihatkan Pigeon sejak tahun 2014,” kata Iwet.

Sebagai seorang desainer, ia melihat Pigeon senantiasa memberikan dukungan penuh untuk pemberian ASI eksklusif dengan meluncurkan berbagai inovasi di produknya, termasuk botol susu yang didesain khusus sejak 3 tahun lalu telah memperkenalkan koleksi botol susu batiknya.

Pigeon pun akan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualannya kepada anak-anak kurang beruntung melalui Yayasan Dana Bantuan Anak Sekar Mlatti Femina Group senilai Rp20 juta. Sementara untuk penjualan kain batik motif tematik Pigeon akan disumbangkan ke Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) di Bandung sebesar Rp30 juta. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: