Skip to content

Olahraga Bisa sebagai Obat. Sungguh!

30/11/2015

Olahraga sebagai bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masih dipandang sebelah mata. Aktivitas fisik ini masih dianggap sebagai bagian pencegahan, bukan pengobatan penyakit. Padahal, olahraga bila dimasukkan sebagai bagian pengobatan, bisa berperan menyembuhkan, atau setidaknya mengurangi jumlah konsumsi obat – dalam jumlah fantastis.

olahraga

Pernah dengar istilah Exercise is Medicine (EIM)? Ini merupakan inisiatif global untuk memasukkan latihan fisik atau olahraga sebagai standar dari pencegahan penyakit dan perawatan medis. Inisiatif yang diinisiasikan oleh American College of Sports Medicine (ACSM) ini telah dilaksanakan di 43 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, progam ini didukung Coca Cola Indonesia sejak 2013.

Menurut Ketua Umum Komite Nasional Exercise is Medicine Indonesia Inggriani Husen, program Exercise is Medicine memberikan serangkaian pelatihan yang bertujuan untuk mendorong dokter dan petugas layanan kesehatan profesional untuk mengkaji program aktivitas fisik pasien pada setiap kunjungan, memberikan resep latihan fisik atau memberikan rujukan kepada profesional kesehatan atau kebugaran yang berkualitas.

Dokter spesialis olahraga tersebut menyampaikan, hingga saat ini telah diadakan tujuh pelatihan EIM dan mensertifikasi lebih dari 230 dokter umum dan lebih dari 41 instruktur fitnes untuk memperdalam pemahaman dalam meresepkan latihan fisik atau olahraga.

“Pelatihan mencakup konseling mengenai latihan fisik pada pasien, prinsip dasar olahraga, latihan aerobik, latihan kekuatan, latihan fleksibilitas, hingga ilmu mengenai keterkaitan aktivitas fisik dan penyakit tidak menular,” kata Inggriani dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua EIM Asean, Benedict Tan, mengatakan bahwa promosi olahraga melalui dokter akan lebih tepat sasaran.  Menurut dia, selama ini dokter mungkin tidak pernah meresepkan olahraga karena mereka tidak percaya diri atau tidak paham bagaimana cara atau pentingnya meresepkan latihan fisik atau olahraga.

“Padahal hal simpel itu bisa jadi bagian dari penyembuhan penyakit. Dan dokter punya peran strategis karena biasanya saran mereka akan lebih didengarkan pasien,” ujarnya.

OrganisasiKesehatan Dunia (WHO) mencatat, kurangnya latihan fisik akibat gaya hidup santai berada dalam peringkat ke-empat teratas penyebab kematian. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa 44 persen penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun memiliki gaya hidup kurang aktif .

Padahal, gaya hidup santai ini bisa memicu sejumlah penyakit atau kondisi kesehatan jangka panjang seperti kencing manis, kegemukan, dan penyakit tidak menular lainnya.

Dokter Tan mengatakan, olahraga sudah seharusnya dimasukkan sebagai bagian pengobatan oleh dokter terhadap pasiennya. Ia menceritakan pasiennya di Singapura yang gemuk dan memiliki beragam gangguan kesehatan hingga harus mengonsumsi 15 obat. Dokter Tan meresepkan olahraga teratur untuk menurunkan berat badan pasien ini.  Setelah olahraga rutin, pasien berhasil menurunkan berat badan, juga mengurangi konsumsi obat hanya tinggal satu jenis saja yang harus diminum.

“Pasien yang sakit sebaiknya tetap  berolahraga atau beraktivitas sesuai dengan kemampuannya,” kata Dokter Tan.

Untuk pasien diabetes misalnya, pilih olahraga yang relatif tidak keras untuk menghindari cedera – pilihan aman adalah berenang. (www.dokterdigital.com)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: