Skip to content

Nyeri Pinggang Belum Tentu Gangguan Ginjal Kok

30/11/2015

Saat pinggang terasa nyeri, kita kerap menghubungkan dengan gangguan ginjal. Padahal, nyeri pinggang tak identik dengan gangguan pada organ ini, melainkan disebabkan oleh berbagai faktor.

nyeri pinggang2

Menurut statistik, sebanyak 60-80 persen manusia atau 6-8 dari 10 orang setidaknya pernah sekali mengalami nyeri di tulang belakang. Keluhan ini terjadi sebagai akibat salah postur, misalnya gerakan yang salah saat membungkuk, mengangkat atau saat duduk.

Nah, terkait dengan pasien gangguan ginjal, rasa nyeripada  pinggang bisa terjadi saat endapan batu ginjal terus membesar, demikian dikatakan  pakar nyeri dari Klinik Nyeri & Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Selain sejumlah faktor tersebut, keluhan nyeri pinggang bisa terjadi akibat dehidrasi atau kurang minum. Pasalnya, bantalan tulang, otot dan sendi membutuhkan cairan.  Akibatnya, ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka cairan di bagian bantalan tulang, otot, dan sendi juga kekurangan cairan sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Mahdian mencontohkan, saat puasa, sebagian orang mengeluhkan nyeri pinggang. “Bukan karena gangguan pada ginjalnya, tetapi karena cairan di bantalan tulang, otot dan sendi juga kering sehingga sakit,”  ujar dia.

Lebih lanjut Mahdian menjelaskan, nyeri ping­gang dapat timbul akibat beragam kondisi, mulai dari gangguan otot, saraf, tulang, sendi, kehamilan, berat badan berlebih, hingga gangguan pada saluran kemih.

Kondisi dehidrasi merupakan salah satu faktor risiko terbentuknya batu. Terlebih bila didukung dengan pola makan ti­dak sehat dan aktivitas fisis yang kurang.

Untuk mengurangi dampak kekurangan cairan, disarankan untuk mengonsumsi air mineral dalam jumlah cukup.  Dehidrasi diakibatkan karena gangguan pada keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air yang lebih banyak daripada pema­sukan.

Selain minum air dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi, penting untuk menghindari minuman yang bersi­fat diuretik seperti kopi dan teh untuk mengatasi haus.

Cara gampang mendeteksi tubuh dehidrasi atau tidak adalah dengan mengamati air seni. Air enin berwarna bening atau kuning cerah menandakan tubuh cukup cairan. Sebaliknya jika air seni berwarna kuning pucat atau bahkan coklat, ini menandakan kita butuh lebih banyak cairan.

Tanda lain dehidrasi ringan lainnya adalah bibir kering dan rasa haus. (www.dokterdigital.com)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: