Hidupgaya.co – Pola makan yang diyakini menyehatkan otak dan sudah dikenal banyak orang, tampaknya dapat mencegah penurunan fungsi kognitif dan demensia dengan cara melindungi pembuluh darah.

Peneliti mengungkap individu yang mengikuti pola makan MIND memiliki pembuluh darah yang lebih sehat di dalam otak mereka. Kondisi ini berkontribusi pada ukuran otak yang lebih besar serta fungsi kognitif yang lebih baik.

Salah satu temuan yang paling mencolok adalah bahwa hubungan tersebut tetap signifikan, bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, indeks massa tubuh, ras, dan penyakit vaskular, menurut peneliti utama Puja Agarwal, seorang asisten profesor kedokteran internal di Rush University, Chicago.

Hal ini menunjukkan bahwa pola makan mungkin memiliki peran tersendiri dalam mendukung kesehatan otak, kesimpulan studi yang dipublikasikan di jurnal Alzheimer’s & Dementia.

Dalam studi baru ini, para peneliti meminta lebih dari 700 lansia—yang tidak mengidap demensia—untuk mengisi kuesioner mengenai pola makan, menjalani serangkaian tes kognitif, serta melakukan pemindaian otak dengan MRI.

Sesuai dengan kepanjangannya, pola makan MIND, alias Mediterranean–Dietary Approaches to Stop Hypertension Intervention for Neurodegenerative Disease, menggabungkan elemen dari dua pola makan sehat yang sudah dikenal luas, yaitu diet Mediterania dan diet DASH.

Menurut para peneliti, pola makan MIND berfokus pada jenis makanan yang dapat melindungi kesehatan otak sekaligus jantung. Pola makan ini menekankan pada konsumsi lebih banyak sayuran hijau berdaun, peningkatan asupan buah beri, memilih biji-bijian utuh, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta berbagai jenis polong-polongan, membatasi makanan yang digoreng, kurangi konsumsi mentega hingga membatasi makanan manis, kue-kue, dan daging merah olahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang pola makannya sangat mendekati diet MIND memiliki skor lebih baik dalam tes kognitif dan kondisi otak yang lebih sehat.

Tim peneliti menemukan bahwa mereka yang lebih disiplin mengikuti diet MIND memiliki tingkat penyakit pembuluh darah kecil di otak yang lebih rendah serta struktur otak yang lebih sehat. Faktor-faktor ini tampaknya menjelaskan mengapa kualitas pola makan yang lebih baik berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih baik pula.

Pemindaian MRI mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengikuti diet MIND mengalami lebih sedikit pengerasan dan penyempitan pada pembuluh darah kecil di otak.

Selain itu, otak mereka cenderung lebih besar dan menunjukkan lebih sedikit tanda kerusakan pada materi putih, kondisi yang sering dikaitkan dengan demensia/kepikunan.

Agarwal menekankan studi ini membantu menunjukkan kemungkinan mekanisme dasar mengenai bagaimana pola makan dapat memengaruhi otak. Hal ini menambah bukti yang menunjukkan bahwa pola makan tidak hanya memengaruhi kesehatan secara menyeluruh, tetapi juga struktur serta kesehatan vaskular otak.

Para peneliti menyatakan bahwa seseorang dapat mendukung kesehatan otaknya meskipun hanya dengan menerapkan sebagian dari pola makan MIND secara bertahap. Artinya, kita tidak harus langsung melakukan perubahan drastis dalam semalam. Sebaliknya, meningkatkan konsumsi makanan yang dianjurkan dalam pola makan MIND secara bertahap, seperti sayuran hijau dan buah beri serta mengurangi asupan makanan seperti gorengan, mentega, dan kue-kue, dapat berkontribusi pada kesehatan otak yang lebih baik dalam jangka panjang. (HG)