Hidupgaya.co – Banyak yang beranggapan wanita menyusui terhindar dari kanker payudara. Anggapan ini sama sekali tidak benar dan bisa menyesatkan, serta berpotensi menunda pengobatan.
Faktanya, ibu menyusui tetap bisa terkena kanker payudara. Karenanya, perhatian terhadap perubahan payudara menjadi semakin penting selama kehamilan dan menyusui. Di masa ini, perubahan hormon dan produksi ASI dapat membuat payudara terasa lebih penuh, sensitif, atau mengalami perubahan lainnya.
“Kondisi tersebut terkadang membuat perempuan menganggap benjolan yang muncul sebagai saluran ASI yang tersumbat. Akibatnya, pemeriksaan bisa tertunda apabila benjolan dianggap akan hilang dengan sendirinya,” terang ahli medis Lovepink, dr. Patsy S. Djatikusumo, Sp.GK, di acara temu media menandai kolaborasi Lovepink dan Sorella di Jakarta, Jumat (9/10).
Ahli medis Lovepink itu menegaskan kanker payudara tetap dapat terjadi ketika seorang perempuan sedang hamil atau menyusui. “Tapi ini bukan berarti kehamilan atau menyusui menyebabkan kanker,” dia wanti-wanti.
Roza Marthalisa, salah satu penyintas kanker payudara, mengaku terdiagnosis kanker payudara di fase menyusui anak keduanya. “Saya terdiagnosis kanker payudara saat sedang menyusui anak kedua yang usianya sekitar satu setengah tahun,” tuturnya.
Pengalaman itu menekankan bahwa menyusui tidak membuat perempuan sepenuhnya terbebas dari risiko kanker payudara. Berbagai studi menunjukkan memang menyebut menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara, namun tidak berarti meniadakannya sama sekali.
Kanker payudara yang terdeteksi di stadium dini memiliki peluang sembuh besar. Untuk itu, perempuan perlu mengenali kondisi payudaranya sendiri agar dapat menyadari apabila terdapat perubahan baru.
Menurut dr. Patsy hal yang perlu diwaspadai termasuk perubahan baru, misalnya munculnya benjolan, perubahan bentuk atau kulit payudara, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting ketika tidak sedang menyusui.
Meskipun tidak semua benjolan merupakan kanker, perubahan yang menetap atau terasa berbeda dari kondisi biasanya sebaiknya tidak diabaikan.

“Selain benjolan, perubahan bentuk atau kulit payudara, puting yang baru tertarik ke dalam, serta keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting juga perlu diwaspadai,” tuturnya.
Saat menemukan keanehan, misalnya benjolan, tidak dapat disimpulkan bahwa hal itu berarti kanker/keganasan, namun juga tidak boleh meremehkannya. Jika menemukan perubahan tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab perubahan tersebut dan apakah pemeriksaan lanjutan dibutuhkan. Langkah ini menjadi penting karena sejumlah kondisi jinak juga dapat menimbulkan benjolan atau perubahan pada payudara.
Lebih lanjut dr. Patsy mendorong ibu menyusui agar periksa ke dokter saat menemukan benjolan di payudara, apalagi jika benjolan itu menetap. “Jika menemukan benjolan yang menetap atau perubahan yang terasa tidak biasa, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda,” tandasnya.
Kenali kanker payudara sejak dini dengan SADARI
Cara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker payudara adalah dengan melakukan SADARI (periksa payudara sendiri). Pemeriksaan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Bagi perempuan yang masih menstruasi, pemeriksaan bisa dilakukan sekitar hari ketujuh hingga kesepuluh sejak hari pertama menstruasi, ketika payudara biasanya tidak terlalu bengkak atau sensitif.
Pemeriksaan ini membantu perempuan mengenali kondisi normal payudaranya sehingga lebih mudah menyadari apabila terdapat perubahan baru. “Yang paling penting adalah melakukannya secara konsisten setiap bulan,” ujarnya.
Pasalnya, jika hanya melakukan SADARI setiap tiga atau enam bulan sekali, perubahan yang muncul mungkin baru disadari setelah cukup lama.
Selain SADARI, perempuan juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menjalani pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS. Dalam hal ini dokter dapat menilai apakah pemeriksaan lanjutan, seperti USG payudara atau mamografi, diperlukan berdasarkan usia, kondisi, dan faktor risiko masing-masing.
Dokter Patsy menekankan, pemeriksaan mandiri tidak menggantikan pemeriksaan medis. “Karena itu, jika menemukan perubahan mencurigakan sebaiknya tidak menunggu sampai jadwal SADARI berikutnya untuk berkonsultasi,” saran dia.
Comfort in Every Journey
Sorella Indonesia kembali berkolaborasi dengan Lovepink untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya kesehatan payudara, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui.
Melalui kampanye Comfort in Every Journey, kedua pihak mendorong perempuan agar tidak hanya memperhatikan kenyamanan selama menjalani berbagai fase kehidupan, tetapi juga lebih peduli terhadap risiko kanker payudara.
Marketing Communication PT Megariamas Sentosa, Agnes Dewi, menyampaikan bahwa keterlibatan Sorella dalam kampanye kesehatan perempuan merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui produk dan berbagai inisiatif sosial.

“Bagi Sorella, memberikan comfort kepada perempuan bukan hanya tentang produk yang nyaman digunakan, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa hadir dan memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.
Agnes menambahkan, melalui kampanye tersebut, pembelian produk Sorella Maternity Collection turut mendukung gerakan 10.000 pemeriksaan USG payudara gratis bersama Lovepink.
“Melalui Maternity Collection, kami ingin mengajak perempuan untuk tetap peduli terhadap kesehatan payudaranya sekaligus turut menjadi bagian dari gerakan ini,” bebernya.
Kolaborasi yang telah berjalan selama 11 tahun ini diwujudkan melalui edukasi kesehatan payudara dan dukungan terhadap program 10.000 pemeriksaan ultrasonografi (USG) payudara gratis bersama Lovepink.
Maternity Collection dihadirkan untuk menemani kebutuhan perempuan selama masa kehamilan hingga menyusui. Melalui koleksi ini, Sorella juga ingin mengajak perempuan menjadikan perhatian terhadap kesehatan payudara sebagai bagian dari keseharian, termasuk ketika tubuh mengalami berbagai perubahan selama kehamilan dan menyusui.
Dukungan terhadap pemeriksaan payudara gratis tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan Sorella dalam mendorong kesadaran dan akses terhadap pemeriksaan kesehatan. “Kolaborasi dengan Lovepink memungkinkan pesan mengenai deteksi dini kanker payudara disampaikan melalui edukasi yang lebih dekat dengan perempuan,” pungkas Agnes. (HG)