Hidupgaya.co – Pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, otak terus membangun dan menyempurnakan koneksi antar sel saraf.

Proses penting yang mendukungnya adalah mielinasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf sehingga membantu sinyal  atau informasi di otak diantarkan dengan lebih cepat dan efisien.

“Proses ini berperan besar dalam menunjang kemampuan anak untuk belajar, memproses informasi baru, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitif,” ujar dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp.A, Subsp.Neuro(K), pakar Neurologi Anak dari Brawijaya Hospital Saharjo.

Untuk itu, orang tua perlu memberikan dukungan optimal melalui pemberian gizi yang tepat, termasuk berbagai komponen penting yang mampu mendorong perkembangan struktur dan fungsi otak seperti sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, serta omega 3 dan 6.

Dukungan ini juga perlu dilengkapi dengan stimulasi melalui beragam pengalaman belajar yang membantu memperkuat koneksi otak anak.

Seperti kita tahu, generasi Alfa dan Beta tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), kini semakin membuka akses yang luas terhadap berbagai informasi serta pengalaman belajar.

Sekira 90 persen kaum ibu setuju bahwa AI menjadi faktor penting yang akan memengaruhi masa depan anak karena menghadirkan peluang bagi anak untuk terus belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan kemampuan dalam memahami serta beradaptasi dengan berbagai hal baru.

Menjawab tantangan ini, S-26 memahami keinginan para orang tua untuk memastikan anak dapat belajar, menyerap informasi secara optimal, serta berkembang sesuai potensinya seiring dengan pergerakan dunia yang semakin cepat.

Karena itu, berbekal lebih dari 100 tahun keahlian di bidang gizi dan 50 tahun riset perkembangan otak bersama sejumlah universitas ternama dunia seperti University of Cambridge, University of Oxford, ETH Zürich, Cornell University, Technical University of Munich, National University of Singapore, Imperial College London dan lainnya, Wyeth Nutrition dengan research center yang berpusat di Swiss terus mengembangkan pendekatan berbasis sains untuk mendukung perkembangan otak anak.

“Salah satunya melalui riset bersama Brown University yang membuktikan bahwa kombinasi gizi yang tepat dan dalam jumlah yang tepat dapat membantu mengoptimalkan pembentukan mielin di otak si Kecil,” terang Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26.

Menerjemahkan perkembangan ilmu pengetahuan terkini tersebut ke dalam inovasi terdepan, riset ini menjadi landasan untuk mengembangkan S-26 Procal Gold Multilearn Connect dengan Advanced Formulation, susu pertumbuhan dengan kombinasi sphingomyelin, fosfolipid, dan alfa-laktalbumin yang juga dilengkapi dengan AA, DHA, Omega 3 dan 6, Kolin, serta 15 vitamin dan 9 mineral.

“Formulasi ini dirancang untuk mendukung proses mielinasi sebagai bagian penting dalam perkembangan otak dan proses belajar si Kecil, membantunya belajar berbagai hal baru dengan cepat karena memiliki koneksi yang lebih cepat,” tandas Vera.

Tidak hanya gizi yang tepat, S-26 juga terus berkomitmen mendukung orang tua untuk memberikan stimulasi yang tepat bagi anak. Komitmen ini kembali terwujud melalui S-26 Exceptional Day, rangkaian perayaan perjalanan multi learning anak, puncaknya ditandai dengan acara Momfluencers Gathering di Jakarta, baru-baru ini.

“Kami percaya setiap anak memiliki potensi hebat selama kita memberikan dukungan gizi dan stimulasi yang tepat agar mereka dapat terus belajar dan menjadi future-ready,” pungkas Vera. (HG)