Hidupgaya.co – Lebih dari 17.000 siswa yang berasal dari Sabang sampai Merauke sudah mengikuti program kunjungan ke pabrik PT Yili Indonesia Dairy, produsen es krim Joyday.
Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk melihat secara langsung proses produksi es krim Joyday, sekaligus mengenal lebih dekat penerapan teknologi modern dalam industri makanan dan minuman.
“Program kunjungan pabrik ini telah berlangsung sejak 2023 dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Kami menerima kunjungan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, namun, saat ini mayoritas sekitar 60-70% merupakan siswa dengan jenjang SMP hingga SMA,” terang Yu Miao, Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy.
Dia percaya, pembelajaran tidak hanya terjadi melalui buku atau teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang dapat memperluas wawasan anak-anak.
Saat berkunjung ke pabrik, para siswa dapat melihat langsung bagaimana teknologi, standar kualitas, dan proses produksi diterapkan dalam industri es krim.
“Kegiatan ini semoga menjadi pengalaman yang bermanfaat, menyenangkan, sekaligus menginspirasi mereka untuk terus belajar dan mengenal dunia industri sejak dini,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu para pelajar diajak mengenal berbagai tahapan produksi dan mendapatkan pengetahuan seputar proses pembuatan es krim Joyday. Mereka juga dapat melihat fasilitas pabrik, termasuk area galeri dan ruang observasi, yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai proses produksi secara aman, edukatif, dan seru.
Program ini terbuka untuk semua sekolah dari seluruh Indonesia. Bahkan sekolah yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan pun tertarik untuk berikut serta dalam kunjungan pabrik ini. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengenal proses industri secara langsung.
Yu Miao menekankan, program kunjungan pabrik juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri.
Melalui pendekatan yang lebih praktis dan menyenangkan, para pelajar tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk, tetapi juga memahami pentingnya teknologi, inovasi, kebersihan, dan standar kualitas dalam proses produksi.
“Kunjungan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa, karena mereka dapat melihat langsung proses produksi dan memahami bagaimana teknologi digunakan dalam industri. Melalui kunjungan ini, para siswa dapat melihat langsung proses pembuatan es krim yang biasa mereka makan,” kata Deliana Sagitalia, Kepala Sekolah dari SDIT El Rifaat Kreatif.
Selain menjadi sarana edukasi, kunjungan pabrik ini juga menjadi bentuk kontribusi Yili dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia melalui pengalaman positif.
Yu Miao berharap program ini dapat terus menjadi ruang belajar yang terbuka, informatif, dan menyenangkan bagi pelajar dari berbagai daerah. (HG)