Hidupgaya.co – Serat pangan kembali menjadi perhatian, seiring dengan munculnya tren ‘fibremaxxing’ di media sosial, membuat serat semakin diminati sebagai bagian dari pola makan modern.

Meskipun tren ini mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi serat, jumlah saja tidak cukup. Konsumen juga perlu memperhatikan kualitas dan keragaman jenis serat yang dikonsumsi.

Setiap jenis serat memiliki struktur, fungsi, dan manfaat yang berbeda, sehingga pemilihan kombinasi serat yang tepat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang beragam.

Terkait asupan serat, Survei Kesehatan Indonesia 2023 mengungap sebanyak 96,7% penduduk berusia lima tahun ke atas belum memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah-buahan dan sayuran per hari.

Meskipun makanan tradisional Indonesia seperti tempe dapat menjadi salah satu sumber serat, data tersebut menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap asupan serat sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

BENEO melihat peluang untuk melangkah lebih dari sekadar menambah jumlah serat, tetapi juga memahami bagaimana berbagai jenis serat dapat saling melengkapi, menggeser pembahasan dari ‘fibremaxxing’ menuju konsep ‘fibremixxing’.

Ilustrasi pangan kaya serat

Christian Philippsen, Managing Director BENEO Asia Pacific menyampaikan setiap jenis serat berinteraksi secara berbeda dengan matriks pangan, keahlian dalam formulasi menjadi hal yang sangat penting. “Dengan pengalaman selama puluhan tahun  dalam riset dan aplikasi serat akar chicory, tepung barley yang kaya akan beta-glukan, serta berbagai bahan fungsional lainnya, BENEO dapat membantu produsen mengintegrasikan serat ke dalam formulasi produk secara optimal untuk memberikan peningkatkan nilai gizi yang berarti,” tuturnya.

BENEO menyoroti semakin pentingnya peran serat dalam inovasi nutrisi dan pangan di Fi Asia Indonesia 2026, berlangsung 16 –18 September di Jakarta International Expo Kemayoran. Di ajang ini, BENEO memperkenalkan bagaimana kombinasi berbagai jenis serat dapat memberikan manfaat yang saling melengkapi, baik dari sisi nutrisi maupun formulasi pangan.

Menyediakan beragam pilihan serat yang tersedia, Fibre Toolbox dari BENEO memberikan fleksibilitas bagi berbagai merek untuk menangkap peluang pasar  melalui inovasi yang berfokus pada manfaat kesehatan. 

Setiap jenis serat dapat digunakan secara terpisah sesuai manfaat yang ingin ditawarkan, misalanya serat akar chicory untuk memberikan efek prebiotik, biji-bijian utuh (whole grains) untuk mendukung kesehatan jantung, atau dikombinasikan untuk memberikan manfaat yang saling melengkapi.

Serat juga dapat dipadukan dengan bahan-bahan fungsional lainnya untuk memberikan kombinasi manfaat yang lebih beragam.

BENEO berbagi manfaat serat untuk mendukung kesehatan, antara lain:

1. Dukung kesehatan usus dengan serat alami dari akar chicory

Prebiotik yang berasal dari akar chicory (fruktan) merupakan serat pangan larut yang mencapai usus besar dalam keadaan utuh, kemudian difermentasi sepenuhnya oleh bakteri baik. 

Didukung oleh data dari uji klinis pada manusia selama lebih dari 30 tahun, serat ini membantu menjaga kesehatan mikrobiota dan usus sebagai fondasi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Manfaat yang telah terbukti tidak hanya terbatas pada kesehatan pencernaan, tetapi juga mencakup pengelolaan berat badan dan peningkatan suasana hati.

2. Menunjang kesehatan jantung, tingkatkan rasa kenyang

 Orafti® β-Fit dari BENEO adalah tepung biji-bijian utuh yang berasal dari barley. Berkat matriks unik yang terdiri dari beta-glukan, arabinoksilan, dan selulosa, Orafti® β-Fit menghadirkan serat larut, tidak larut, dapat difermentasi, dan bersifat kental dalam satu bahan.

Sifat kental serat ini secara alami membantu memperlambat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan, sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.

3. Tingkatkan kepadatan gizi dengan serat dan protein nabati

Kepadatan gizi kini menjadi salah satu prioritas utama, khususnya seiring dengan penggunaan GLP-1, di mana porsi makan yang lebih kecil meningkatkan kebutuhan untuk tetap mendapatkan asupan gizi yang lengkap.

Meskipun minat terhadap serat semakin meningkat, pembahasan mengenai nutrisi di Indonesia masih lebih banyak berfokus pada protein. Namun, kedua hal tersebut tidak harus dipandang secara terpisah.

Mengombinasikan serat dengan protein nabati, seperti yang berasal dari kacang faba dan beras, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang lebih beragam. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi: protein nabati dapat membantu memenuhi asupan protein, sementara jenis serat tertentu dapat memberikan manfaat seperti mendukung kesehatan usus.

Kedua makronutrien ini juga dapat mendukung rasa kenyang. Jika dikombinasikan, keduanya menjadi pilihan yang ideal untuk membantu penurunan berat badan. (HG)