Hidupgaya.co – Hubungan cinta di masa SMA antara Cinta dan Rangga lekat dengan puisi-puisi romantis. Saat masuk usia pernikahan, bahasa cinta mereka beda.
Masuk usia pernikahan satu dekade, bahasa cinta Rangga dan Cinta bergeser menjadi tindakan nyata sehari-hari, salah satunya ditunjukkan melalui perhatian sepiring omelet.
Ternyata, Rangga sangat menyukai omelet dan hal itu dimanfaatkan oleh Cinta untuk melekatkan hubungan mereka yang terpisah oleh jarak karena aktivitas luar kota yang kerap dijalani sang suami.
Benang merah inilah yang mendasari peluncuran film pendek ‘Bahasa Cinta yang Beda’, dibintangi Dian Sastrowardoyo, Sissy Prescillia dan disutradarai Teddy Soeria Atmadja.
Diluncurkan perdana di acara gala premiere di XXI Epicentrum Jakarta, akhir pekan lalu, film ini mengajak semua orang ungkapkan bahasa cinta melalui perhatian sederhana yang dilakukan secara tulus dan konsisten, termasuk dalam sepiring omelet.

“Excited banget bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan chapter hubungan Cinta dan Rangga. Kali ini kita tidak lagi melihat mereka dalam fase mencari atau menemukan cinta, tetapi setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama, ada rutinitas, kesibukan, dan jarak yang membuat koneksi antara mereka terasa semakin datar,” ujar Dian.
“Tanpa banyak spoiler, menurutku ceritanya sangat relatable untuk semua hubungan, dan aku harap film ini bisa mengingatkan kita supaya tidak terpaku pada bagaimana cinta ‘seharusnya’ ditunjukkan, justru kita harus terus menemukan bahasa cinta yang selama ini ada, tapi sering kali tidak kita sadari,” imbuhnya.
Teddy Soeria Atmadja selaku sutradara ikut berbagi tentang proses kreatif di balik pembuatan film pendek ini. “Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah sangat familiar, namun menempatkan mereka dalam fase kehidupan yang lebih matang,” ujarnya.
Dia menegaskan, film pendek ini bukan mengulang romantisme Ada Apa Dengan Cinta (AADC), yang lalu, tetapi mengeksplorasi betapa cinta dan cara mengekspresikannya ikut berubah seiring perjalanan sebuah hubungan.
“Ceritanya sengaja dibangun melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga selain tetap mempertahankan elemen nostalgia bagi penggemar AADC, film ini juga membawa sudut pandang baru yang relevan dengan dinamika hubungan masa kini.”
Memasak, bahasa cinta sederhana
Nuning Wahyuningsih, Head of Marketing Foods Unilever Indonesia menyampaikan kegiatan memasak adalah salah satu bahasa cinta sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.
“Perlu disadari juga, bahasa cinta tidak selalu membutuhkan kata-kata indah ataupun gestur yang grande karena justru sering kali perhatian terasa paling bermakna ketika hadir lewat hal-hal kecil yang konsisten kita lakukan,” kata Nuning.
Untuk itu, Royco hendak menginspirasi bahwa masakan sehari-hari sebetulnya bisa jadi cara menunjukkan perhatian dan kembali membangun koneksi dengan orang-orang terdekat.
Tak dimungkiri, di tengah kehidupan modern yang dipenuhi rutinitas dan berbagai distraksi, kesempatan untuk benar-benar terkoneksi dengan orang-orang terdekat sering kali menjadi semakin terbatas.
Padahal, koneksi adalah bagian penting dalam setiap hubungan, baik itu dengan keluarga, sahabat, ataupun pasangan. “Di sinilah bahasa cinta jadi cara universal untuk menunjukkan perhatian, membangun kedekatan, dan menjaga hubungan tetap bermakna,” tutur Nuning.
Untuk menerjemahkan pesan tersebut, Royco mengangkat memasak omelet sebagai simbol bahasa cinta yang beda, sederhana, namun personal karena yang membuat sebuah jadi hidangan istimewa adalah perhatian di balik proses pembuatannya.
Hidangan sesimpel sepiring omelet bisa merepresentasikan kehadiran seseorang yang rela berhenti sejenak dari kesibukan untuk meluangkan waktu memasaknya.
Apalagi, omelet yang lezat tidak membutuhkan resep yang kompleks, melainkan sentuhan kecil yang membuat rasanya lebih istimewa.
Karena konsistensi adalah bagian penting dari bahasa cinta, kehadiran Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung memberikan rasa gurih mantap yang konsisten di setiap sajian omelet, menjadikannya sebagai bahasa cinta untuk semua orang yang ingin memperkuat koneksi di antara mereka.
Membawa pesan ini lebih dekat ke masyarakat, Royco berkolaborasi dengan salah satu kisah cinta paling ikonis di Indonesia, AADC.
“Kami harap film pendek ‘Bahasa Cinta yang Beda’ dapat menginspirasi semua orang untuk kembali menghangatkan koneksi dengan orang-orang terdekat melalui bahasa cinta yang lebih bermakna,” tandas Nuning.
Film pendek ‘Bahasa Cinta yang Beda’ dapat disaksikan mulai 14 September 2026 melalui kanal YouTube Royco Indonesia @RoycoIndonesia.
Kolaborasi ini juga akan dilanjutkan hingga akhir tahun dengan berbagai kejutan istimewa dari Royco untuk para penggemar AADC di seluruh Indonesia. (HG)