Hidupgaya.co – Merek pembalut Charm merilis produk edisi terbatas Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package berkemasan kertas ramah lingkungan. Inovasi ini mempertegas implementasi slogan Unicharm yaitu ‘Ethical Living for SDGs’ dalam menyediakan solusi konsumsi yang bertanggung jawab.

Peluncuran ini dilatarbelakangi hasil riset Unicharm (2025) kepada responden siswi SMP, yang memotret tingginya kepedulian lingkungan di kalangan remaja.

Hasil riset menunjukkan bahwa hampir 30% responden bersedia membayar lebih mahal untuk produk pembalut yang lebih ramah lingkungan, dan 25% dari responden menjadikan faktor ramah lingkungan sebagai salah satu pertimbangan utama terutama saat memilih pembalut siang hari.

“Peluncuran produk inovatif ini sekaligus menjadi langkah nyata Unicharm dalam mengintegrasikan praktik bisnis berkelanjutan dengan Sustainble Development Goals,” ujar Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka dalam keterangan tulisnya.

Syifa Hadju

Sebagai merek pembalut yang paling diminati dan paling banyak digunakan oleh konsumen usia muda yang baru pertama kali menggunakan pembalut, Charm merasa bertanggung jawab untuk mendukung gerakan positif ini.

Keunggulan produk ramah lingkungan ini di antaranya menggunakan bio material yang berasal dari katun organik, minyak tumbuhan dan tumbuhan tebu pada bagian lapisan pembalut yang bersentuhan langsung dengan kulit. Kemasan terbuat dari kertas sehingga lebih mudah terurai dan dapat didaur ulang.

Selain itu, dengan gambar karakter merek Charm yaitu Chaca yang lucu dan desain telinga yang dapat ditegakkan, kemasan produk ini dapat dimanfaatkan sebagai wadah menyimpan pembalut atau pernak pernik lainnya, sehingga tidak langsung terbuang menjadi sampah setelah digunakan.

Poin plus lainnya, dalam upaya meminimalkan limbah dan menghemat sumber daya alam, sebagian lapisan kemasan karton, yaitu dus besar yang digunakan untuk mengemas produk saat dimuat dan didistribusikan, memanfaatkan material limbah tandan kosong kelapa sawit.

Data Kementrian Lingkungan Hidup & Kehutanan (SIPSN KLHK) menyebutkan, jumlah timbulan sampah nasional di Indonesia pada tahun 2025 mencapai lebih dari 30 juta ton. Apabila tidak dilakukan upaya perubahan, jumlah ini akan terus bertambah dan membebani lingkungan.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengedukasi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan, misalnya dengan membiasakan perilaku 3R (reduce, reuse, recycle).

Hal inilah yang memicu kepedulian Charm sebagai produk yang menjadi kebutuhan esensial perempuan untuk mengambil peran aktif dan turun langsung memberi edukasi, kali ini fokus untuk para siswi SMP dan SMA di Jakarta lewat program School to School Extra Maxi.

Dalam program edukasi ini, para siswi diajak berinteraksi langsung melalui sesi materi yang interaktif dan informatif untuk memahami dampak konsumsi produk harian terhadap lingkungan. Selain itu, Charm juga memberikan panduan praktis dalam menerapkan 3R.

Harapannya para siswi dapat memiliki kesadaran bahwa setiap kebiasaan kecil yang dilakukan dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi solusi untuk menjaga lingkungan.

Di kesempatan itu, Syifa Hadju turut membagikan ceritanya dalam menerapkan gaya hidup hijau “Di sela-sela kesibukan yang padat, aku selalu usahakan bawa tumbler dan tote bag sendiri buat mengurangi plastik sekali pakai,” ujarnya.

Duta Charm tersebut juga mulai mengurangi penggunaan kertas dengan beralih ke skrip digital misalnya dengan tablet daripada harus dicetak tebal-tebal. “Untuk urusan pemilihan produk, aku sebisa mungkin selalu pilih produk yang ramah lingkungan. Lewat hal-hal ini, aku percaya bahwa perubahan besar buat bumi dan lingkungan bisa dimulai dari keseharian kita,” tandasnya. (HG)