Hidupgaya.co – The Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN)/Festival Film Fantastis Internasional Bucheo, festival film genre terbesar di Korea, memulai rangkaian acara selama 11 hari dengan rekor 321 film.
BIFAN, masuk usia 30 tahun ini, berlangsung di berbagai tempat di Bucheon, sebelah barat Seoul, hingga 12 Juli, menurut penyelenggara.
Dengan slogan ‘Era baru, kulit baru’ acara tahun ini akan menampilkan film panjang dan pendek dari 50 negara, termasuk 93 film yang akan melakukan pemutaran perdana dunia.
Pembukaan festival film ini menampilkan film aksi karya sutradara terkenal Hong Kong, Yuen Woo-ping, Blades of the Guardian, yang dibintangi oleh ikon seni bela diri Jet Li.
Untuk merayakan ulang tahun ke-30, festival film ini merilis bagian baru yang disebut Asian Genre Films 99, sebuah proyek tiga tahun untuk memetakan lanskap sinema genre Asia.
Bagian khusus akan didedikasikan bagi film-film fiksi ilmiah Prancis untuk menandai ulang tahun ke-30 festival film dan ulang tahun ke-140 pembentukan hubungan diplomatik antara Korea dan Prancis tahun ini.

Mencerminkan munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI), festival film ini akan menampilkan lebih dari 30 film yang menggabungkan teknologi AI baik di bagian kompetisi internasional maupun non-kompetisi.
Festival film ini juga akan menggabungkan teknologi realitas yang diperluas untuk bagian Beyond Reality guna memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi pengunjung, kata penyelenggara.
Upacara pembukaan berlangsung Kamis (2/7) malam waktu setempat dengan tema koeksistensi antara robot humanoid dan umat manusia.
Selama acara tersebut, festival akan memberikan penghargaan ikon fantastis kepada aktris Hong Kong Josie Ho, penghargaan ikon global kepada aktris Tiongkok Fan Bingbing, dan penghargaan prestasi seumur hidup kepada aktris Prancis Isabelle Huppert, kata penyelenggara.
Dalam konferensi pers yang diadakan bulan lalu, aktris Chang Mi-hee, ketua panitia penyelenggara BIFAN, mengatakan festival tersebut akan menampilkan deretan karya yang beragam dalam skala terbesar yang pernah ada sehingga penonton dapat merasakan kekuatan intrinsik sinema dan membangun hubungan emosional yang mendalam, demikian laporan The Korea Times. (BS)