Hidupgaya.co – Acara fesyen tahunan yang paling banyak dinanti fashion enthusiast, JF3 Fashion Festival 2026, bakal digelar 23–29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Mengusung tema ‘Recrafted: Shaping the Future’ ajang ini menjadi kelanjutan dari komitmen JF3 untuk melihat fesyen bukan hanya sebagai ekspresi kreatif, tetapi sebagai ekosistem yang perlu terus dibentuk, diperkuat, dan diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan masa depan.
“JF3 Fashion Festival hadir bukan hanya sebagai ruang presentasi koleksi, tetapi sebagai platform yang menghubungkan desainer dengan pengetahuan, pasar, jejaring, dan peluang pengembangan yang lebih luas,” ujar Thresia Mareta, penasihat JF3 dalam temu media di Gafoy Summarecon Mall Kelapa Gading, Kamis (2/7).

Dia menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. “Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi, melainkan perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat,” terang Thresia.
“Di JF3, kami ingin membuka ruang agar desainer tidak hanya tampil, tetapi juga berkembang, bertukar, dan menemukan peluang untuk melangkah lebih jauh.”
Selama 22 tahun, JF3 terus berkembang menjadi ruang pertemuan bagi desainer, jenama, pelaku UMKM, perajin, institusi pendidikan, komunitas kreatif, media, pembeli, serta mitra dari berbagai negara.
Soegianto Nagaria, chairman JF3 Fashion Festival menyampaikan bahwa pendekatan ini menegaskan bahwa masa depan industri fesyen tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan melalui ekosistem yang saling terhubung dan bergerak bersama. “JF3 menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen,” tuturnya.
Industri fesyen yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten. “Kreativitas yang didukung oleh infrastruktur yang tepat akan menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar,” ulasnya.
Libatkan 50 desainer dan merek Indonesia, Asia hingga Eropa
Sebagai representasi dari perkembangan industri fesyen Indonesia dalam percakapan regional dan global, JF3 Fashion Festival 2026 menghadirkan lebih dari 50 desainer dan jenama dari Indonesia, Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Eropa.
Thresia menyampaikan untuk pergelaran tunggal, desainer harus menampilkan minimal 20 koleksi. Sedangkan untuk pergelaran bersama minimal 12 koleksi setiap desainer. “Tujuannya agar para desainer siap menghadapi dunia nyata, sesuai standar internasional,” ujarnya.
Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan JF3 akan kembali tampil, antara lain Tities Sapoetra, Hartono Gan, Adrie Basuki, Sofie, AMOTSYAMSURIMUDA, HOWARD LAURENT, RAEGITAZORO, dan LAKON Indonesia.
JF3 juga menjadi ruang bagi hadirnya talenta dan perspektif baru dalam industri feyen Tanah Air melalui desainer seperti Billy Tjong, YASA, The Theme, dan Super Sentimental Secret Theory.
Tak ketinggalan, kolaborasi bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) akan dihadirkan melalui parade show yang menampilkan Rengganis, OPIE OVIE, dan XANDER.G.
Terkait partisipasi IFC di ajang JF3 Fashion Festival tahun ini, Lenny Agustin selaku National Chair IFC menyampaikan menawarkan kesempatan ini kepada desainer anggota IFC yang siap. “Jadi kita tawarkan ke desainer yang siap baik dari sisi desain maupun koleksi,” terangnya menjawab pertanyaan Hidupgaya.

Menurutnya, ikut serta di ajang gelaran fesyen yang melibatkan peserta mancanegara bisa jadi ajang untuk belajar. “Bisa saling belajar, bertukar wawasan sehingga menjadi nilai tambah bagi desainer yang bersangkutan,” ujar desainer yang fokus pada desain kebaya kontemporer dan tengah menyelesaikan studi S3 di Universitas Indonesia.
Sementara itu, kolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menghadirkan ZAHIRA by Koyko, AGATHANDY, serta Haze Be Wear by Harry Hasibuan, yang kembali menjadi bagian dari rangkaian JF3 Fashion Festival 2026.
Ajang pertukaran kreatif lintas negara
Yang paling dinanti adalah partisipasi desainer internasional di ajang JF3 Fashion Festival. Tahun ini membuktikan bagaimana JF3 semakin menjadi ruang pertukaran kreatif lintas negara.
Dari Prancis, JF3 2026 menghadirkan jenama Fengyuan DAI, yang pernah berkolaborasi dengan Jean-Paul Gaultier, Le 19M, Sandrine Philippe, dan Stéphane Ashpool. Pada tahun 2023, Ia terpilih sebagai finalis dalam Festival Internasional Mode, Fotografi, dan Aksesori, Hyères.
Hadir pula ROHAN MIRZA STUDIO, label yang mengeksplorasi teknologi, material, dan teknik fabrikasi eksperimental seperti cetak 3D dan silikon. Pendekatan ini memperkaya percakapan JF3 mengenai masa depan fashion, khususnya dalam hubungan antara craft, teknologi, dan ekspresi desain kontemporer.
Selain itu, JF3 juga menghadirkan TAREET, label milik Etienne yang karyanya pernah dikenakan oleh Playboi Carti dan ENHYPEN serta dipercaya merancang jersey Olympique de Marseille bersama PUMA.
Pada JF3 2026, TAREET berkolaborasi dengan DENIMITUP, peserta program akselerator PINTU. Kolaborasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana JF3 membuka ruang pertemuan antara desainer internasional dan brand Indonesia dalam proses kreatif yang lebih nyata.
Setelah tahun lalu tampil di runway JF3, LOUISE MARCAUD kembali berpartisipasi dengan koleksi terbaru yang terinspirasi dari tenun lurik, hasil eksplorasi dan pendalaman kreatifnya setelah berpartisipasi dalam JF3 dan PINTU Cultural Visit tahun lalu. Kehadirannya menjadi salah satu contoh bagaimana JF3 membuka ruang pertukaran budaya yang tidak berhenti pada pengalaman, tetapi berkembang menjadi proses kreatif dan karya yang nyata.
Kolaborasi dengan Prancis semakin diperkuat melalui keterlibatan École Duperré Paris, yang akan melakukan presentasi kolaboratif bersama para incubees PINTU dan finalis Future Fashion Designer 2026.
Dari Asia Tenggara, AFDS (ASEAN Fashion Designers Showcase) akan menghadirkan beberapa brand seperti Erjohn dela Serna House of Designs dari Filipina, KINNALY dari Laos, dan Indra Murak dari Singapura.

Thresia menekankan, partisipasi sejumlah desainer dari mancanegara itu memperluas dialog JF3 di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka ruang pertukaran antara desainer regional dan ekosistem fesyen Indonesia.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara JF3 dan Busan Fashion Week, JF3 2026 juga menghadirkan desainer Korea Selatan, yaitu Studio di Perla, OHGYO, dan CONSTELLER D.L.
Thresia menambahkan, partisipasi desainer Korea di ajang JF3 Fashion Festival merupakan upaya untuk memperluas jejaring regional dan menghadirkan perspektif baru dalam perkembangan fesyen Asia.
“Kehadiran para desainer dan brand dari berbagai negara ini tidak hanya memperkaya panggung JF3, tetapi juga membuka ruang pertukaran perspektif, jejaring profesional, dan peluang kolaborasi yang lebih luas bagi industri fesyen Indonesia,” tandasnya. (HG)