Hidupgaya.co – Di balik setiap produk susu yang dikonsumsi masyarakat, terdapat proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern yang memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi.

Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si.,  menyampaikan manfaat susu yang dihadirkan dalam sebuah produk berkualitas merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern di pabrik.

“Teknologi seperti UHT membantu menjaga kualitas makro dan mikro nutrien dalam susu, sekaligus membuat produk susu lebih aman dan mudah diakses masyarakat di berbagai daerah dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi pada setiap tahap usia,” ujar Prof. Epi.

Penguatan produksi susu segar nasional membutuhkan ekosistem yang terintegrasi melalui kolaborasi kuat antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah agar kualitas produk susu tetap terjaga dari peternakan hingga sampai ke tangan konsumen.

Memperingati Hari Susu Sedunia sekaligus Hari Susu Nusantara, Frisian Flag Indonesia mengajak masyarakat menjadikan minum susu sebagai bagian dari kebiasaan sehat sehari-hari untuk mendukung kesehatan fisik dan mental keluarga Indonesia.

Diperingati setiap 1 Juni, Hari Susu Sedunia dan Hari Susu Nusantara menjadi pengingat pentingnya susu sebagai salah satu sumber nutrisi yang berperan dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.

“Bagi Frisian Flag Indonesia, momentum ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mewujudkan semangat Nourishing Indonesia melalui kolaborasi dari hulu hingga hilir,” ujar Direktur Pemasaran Frisian Flag Indonesia Intan Ayu Kartika.

Dia menambahkan, membangun generasi Indonesia yang lebih sehat perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari, termasuk menerapkan pola makan gizi seimbang, minum susu dan gerak aktif.

Sejalan dengan tujuan Nourishing Indonesia, FFI tidak hanya menghadirkan rangkaian produk susu bernutrisi dalam berbagai format untuk semua anggota keluarga, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan hulu-hilir bersama koperasi susu yang menaungi lebih dari 30 ribu peternak sapi perah lokal.

“Didukung teknologi pengumpulan susu segar dan produksi modern, hingga inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen di setiap tahap kehidupan,” ujar Intan.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kesiapan fasilitas produksi Frisian Flag Indonesia di Cikarang yang mulai beroperasi pada 2024.

Pabrik berteknologi modern berkelanjutan dengan luas 25,4 hektar atau setara dengan lebih dari 35 lapangan sepak bola ini memiliki kapasitas produksi hingga 700 juta kilogram produk susu per tahun untuk memenuhi kebutuhan ratusan juta konsumen di Indonesia.

Didukung oleh pasokan susu segar dari puluhan ribu peternak lokal yang tersebar di pulau Jawa, fasilitas ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan rangkaian produk susu berkualitas, bernutrisi dan terjangkau bagi keluarga di dari Sabang sampai Merauke.

Perspektif dari sektor hulu juga disampaikan oleh Rumini, peternak sapi perah lokal perempuan dari Young Progressive Farmers Academy (YPFA) yang dihelat FFI.

Rumini mengatakan bahwa kualitas susu yang baik lahir dari konsistensi peternak dalam menjaga standar peternakan sekaligus terus menggali ilmu dalam meningkatkan produktivitas susu segar lokal.

“Kami para peternak terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu segar melalui praktik peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Rumini.

Pendampingan Frisian Flag membantu mendukung peternak sapi perah yang lebih baik, mampu mengelola peternakan secara berkelanjutan, agar dapat turut berkontribusi bagi kemajuan industri susu segar nasional. (HG)

avatar Tidak diketahui