Hidupgaya.co – Tantangan inklusivitas yang dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong tinggi. Meskipun Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 telah menjamin hak-hak penyandang disabilitas, faktanya beragam tantangan masih kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan hanya 17,2 persen penyandang disabilitas usia produktif yang memiliki akses terhadap pendidikan formal.
Sementara itu, lebih dari separuh penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi hambatan dalam mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, hingga ruang publik yang inklusif dan aman.
Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik menekankan bahwa inklusivitas bukan hanya tentang menghadirkan penyandang disabilitas dalam sebuah kegiatan, tetapi memastikan mereka dapat berpartisipasi secara bermakna, aman, dan setara. “Penting untuk memastikan ruang publik dan kegiatan olahraga dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali,” ujarnya dalam temu media peluncuran Run for Equality 2026 di Jakarta, Selasa (2/6).

Dalam upaya memberikan ruang olahraga yang aman dan setara bagi seluruh anak khususnya anak perempuan dan disabilitas, Plan Indonesia bakal menggelar Run for Equality 2026, acara lari inklusif dengan kategori jarak 3K, 5K, dan 10K di Senayan Park Jakarta, 26 Juli mendatang.
“Inisiatif seperti Run for Equality menjadi penting untuk mendorong kesadaran publik bahwa olahraga adalah hak semua orang,” ujar Jonna mengomentari ajang lari yang melibatkan anak disabilitas.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengataka Run for Equality 2026 diharapkan dapat mendorong terciptanya ruang olahraga dan ruang publik yang lebih inklusif. “Di ajang ini setiap anak dan kaum muda, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, bermain, dan berkembang tanpa diskriminasi,” tuturnya.
Dukungan terhadap gerakan inklusivitas melalui olahraga juga datang dari sektor swasta. Sustainability Lead UNIQLO Indonesia Michelle Marietta Secoa mengakui kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi semua kalangan.
“Olahraga punya kekuatan untuk menyatukan banyak orang dan membangun rasa percaya diri. Karena itu penting untuk terus menciptakan ruang yang lebih terbuka, nyaman, dan inklusif, termasuk penyandang disabilitas,” bebernya.

Kombinasi olahraga dan solidaritas
Selain mengangkat isu kesetaraan dan inklusi, Run For Equality 2026 juga hadirkan kampanye penggalangan dana untuk mendukung penyediaan alat bantu dan fasilitas pendukung disabilitas bagi anak-anak dengan disabilitas di Nusa Tenggara Timur melalui platform Kitabisa.com
CEO Kitabisa Group Vikra Ijas mengungkap, selain berkontribusi untuk membantu akses anak-anak di NTT, setiap peserta Run For Equality 2026 otomatis juga berkontribusi untuk melindungi satu sama lain bersama SalingJaga yang memberi peserta manfaat perlindungan jiwa dan kecelakaan selama satu tahun ke depan.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Run For Equality 2026, pendaftaran
dapat dilakukan melalui tautan resmi: ktbs.in/runforequality2026. (HG)