Hidupgaya.co – Alergi menjadi masalah klasik yang dialami anak-anak di seluruh dunia. Bahkan, angka kejadian dan risiko alergi pada anak-anak, terutama yang dipicu dari makanan terus naik setiap tahunnya di kisaran 4-8 persen. Di negara berkembang seperti Indonesia, kejadian alergi makanan juga naik. Tercatat susu sapi merupakan alergen makanan yang sering dialami anak-anak di usia dini. Kondisi alergi tersebut penting untuk menjadi perhatian serius bagi orang tua, karena jika tidak ditangani dengan tepat maka dapat berpotensi mengancam tumbuh kembang optimal anak. 

Disampaikan psikolog anak Irma Gustiana, anak-anak dengan kondisi alergi berpeluang mengalami sejumlah kondisi psikologis, di antaranya gangguan daya ingat, kesulitan bicara, konsentrasi berkurang, hiperaktif dan lemas. “Kondisi ini membuat anak cenderung kurang percaya diri saat bersosialisasi dengan teman sebayanya,” ujarnya.

Untuk itu Irma menyarankan orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mengetahui penyebab alergi pada anak dan menekan risiko dampak buruk tidak terjadi. “Selain itu, orang tua dengan anak yang memiliki kondisi alergi juga harus tetap bisa mendukung anak dengan memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahapan pertumbuhan anak,” ujarnya.

Dari sudut pandang medis, anak yang alergi susu sapi perlu menjadi perhatian para orang tua, mengingat kondisi ini dapat berdampak serius pada tumbuh kembang anak. Alasannya, anak tidak mendapatkan nutrisi penting dari pembatasan konsumsi susu sapi yang menimbulkan gejala alergi, sehingga anak berisiko mengalami kekurangan asupan nutrisi dan bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Menurut dokter anak konsultan alergi imunologi, dr. Isman Jafar, Sp.A(K), anak yang alergi susu sapi bisa diberikan alternatif nutrisi yang tepat, aman dan sama baiknya dengan susu sapi sangat penting. “Alternatif nutrisi ini dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak,” terangnya.

Ilustrasi ruam pada anak akibat alergi (dok. ist)

Dia menambahkan, salah satu alternatif pemberian nutrisi bagi anak-anak yang tidak cocok protein susu sapi adalah formula isolat protein soya yang telah difortifikasi. “Formula isolat protein soya merupakan jenis protein yang aman dan efektif pada anak yang tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman yang berbahan dasar susu sapi,” urai dr. isman.

Dia menyebut, sejumlah penelitian juga telah membuktikan bahwa pola pertumbuhan, fungsi metabolisme, kognitif, endokrin, imunitas, sistem dan fungsi neurologi atau saraf, perkembangan mental, kemampuan komunikasi dan kesehatan tulang dari anak-anak yang mengonsumsi formula isolat protein soya sama baiknya dengan anak-anak yang mengasup susu sapi. 

Selain itu, saat ini formula soya telah difortifikasi dari berbagai mineral dan vitamin, sehingga tetap dapat mendukung tumbuh kembang optimal anak yang tidak cocok susu sapi. “Jadi, tumbuh kembang anak-anak yang mengonsumsi formula isolat protein soya memiliki dampak perkembangan yang sama baiknya dengan yang mengonsumsi susu sapi,” ujar dr. Isman.

Festival Soya Semua Anak Bisa Maju

Dalam rangka memperingati Pekan Alergi Dunia 2023, Sarihusada mengadakan rangkaian program edukasi Festival Soya Semua Anak Bisa Maju. “Acara ini bertujuan mendukung orang tua dalam mencegah dan menangani kondisi tidak cocok susu sapi pada anak dan dapat memberikan alternatif nutrisi yang sama baiknya dengan susu sapi agar tumbuh kembangnya dapat tetap optimal,” ujar Senior Brand Manager SGM Eksplor ISOPRO SOY, Renta Situmeang.

Dalam rangkaian kegiatan Festival Soya Semua Anak Bisa Maju yang berlangsung selama Mei dan Juni 2023, para ibu diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti bincang bersama pakar, dan beragam kegiatan menarik lainnya yang diadakan secara daring maupun luring. (HG)

Advertisement