Hidupgaya.co – Stres dan kegemukan ternyata memiliki hubungan kuat. Untuk pertama kalinya, Institut Psikiatri Max Planck dan Rumah Sakit Universitas Bonn dapat secara langsung menghubungkan faktor stres di otak dengan sistem daur ulang sel dan obesitas. Hal ini dapat memungkinkan pendekatan yang sama sekali baru untuk mengobati penyakit metabolik yang disebabkan oleh stres.

Para peneliti telah lama mengetahui bahwa protein FKBP51 dikaitkan dengan gangguan depresi dan kecemasan. FKBP51 terlibat dalam pengaturan sistem respons stres, jika itu terganggu, penyakit mental dapat berkembang. 

Para peneliti di Max Planck Institute (MPI) of Psychiatry dan University Hospital Bonn (UKB) kini telah menemukan peran baru yang mengejutkan untuk protein ini, yaitu bertindak sebagai penghubung molekuler antara sistem respons stres dan proses metabolisme dalam tubuh. Mekanisme utamanya adalah autophagy, proses daur ulang limbah seluler.

Ilustrasi kegemukan (dok. istimewa)

“Autophagy adalah program daur ulang sel, yang membuang protein lama atau rusak. Dengan demikian, ia dapat melawan proses penuaan dan—seperti yang sekarang dapat kami tunjukkan, dapat mengurangi obesitas,” jelas Nils Gassen, Kepala Kelompok Penelitian Neurohomeostasis di UKB, salah satu pimpinan proyek.

“Fakta bahwa faktor stres FKBP51 di otak adalah pengatur utama autophagy dan dengan demikian obesitas mengungkapkan sejumlah kemungkinan intervensi baru, dari manipulasi farmakologis FKBP51 hingga autophagy, mendorong diet puasa atau program olahraga,” ujar Mathias Schmidt, Research Group Leader di MPI of Psychiatry.

Kemungkinan yang dibuka oleh temuan baru sangat beragam. Apalagi sekarang, dengan pandemi di seluruh dunia yang sedang berlangsung, menjadi jelas bagaimana stres yang tidak terkendali dapat mempengaruhi jiwa dan tubuh kita. 

Proses seperti autophagy dapat dipengaruhi secara positif oleh gaya hidup aktif dan diet sehat. Oleh karena itu, Gassen dan Schmidt merencanakan kolaborasi lebih lanjut yang dimaksudkan untuk memberikan data konkret tentang bagaimana setiap individu dapat meningkatkan autophagy mereka dan dengan demikian ketahanan stres setiap individu. (HG)