Hidupgaya.co – Ketua Dekranasda Jawa Barat Atalia Praratya, mengatakan Jawa Barat memiliki potensi kuat dalam bidang fashion. Dia menyebut, Jabar pada 2019 membukukan ekspor produk fashion mencapai angka US$1600 juita, yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia hingga saat ini.

“Fashion memiliki kontribusi besar dalam membangkitkan perekonomian, menempati posisi kedua setelah kuliiner, dan nomor 3 adalah kerajinan. Untuk itu, penting dilakukan kolaborasi guna mengangkat produk fashion lebih dikenal masyarakat,” ujar Atalia dalam sambutannya di acara pembukaan Fashionality Modest Mode 2022 di Trans Luxury Bandung, 24 Agustus 2022.

“Adanya Fashionality Modest Mode 2022 yang terselenggara kali ini saya dukung luar dalam. Ini momentum yang sangat baik. Dalam hal ini APPMI berkomitmen untuk mengangkat kekhasan Jabar, antara lain tenun, batik dan kerajinan. Sustainable fashion yang diangkat APPMI juga membawa misi penting,” imbuh istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Karya fashion Dekranasda Jabar di Fashionality Modest Mode 2022 (dok. Hidupgaya.co)

Atalia menambahkan, saat ini dunia tengah memperhatikan isu-isu lingkungan. “Kita harus upayakan menjaga lingkungan dengan cara-cara kreatif. Selama 3 hari Fashionality Modest Mode 2022 akan melibatkan 60 perancang. Saya harap APPMI akan makin maju dan berkembang serta menjadi ajang berbagi ide dan informasi yang dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan desainer fashion di Indonesia,” tutur Atalia yang datang ke pembukaan Fashionality Modest Mode 2022 mengenakan kostum mermaid/puteri duyung karya salah satu perancang mode Jabar.

Di kesempatan itu, Atalia melantunkan pantun penutup: Cita-cita ingin jadi peragawati biar seperti Okky Asokawati, selamat atas terselenggaranya Fashionality, APPMI selalu di hati. “Dari Jabar untuk Indonesia, mari kta berpegangan tangan bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (HG)