Hidupgaya.co – Pandemi yang berlangsung dua tahun lebih ‘memaksa’ industri fashion menahan diri dalam melaksanakan kegiatan tatap muka, termasuk dalam hal ini pergelaran show tatap muka. Mengobati kerinduan pecinta fashion Tanah Air, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat menggelar pergelaran fashion akbar, Fashionality Modest Mode 2022, selama tiga hari yang melibatkan puluhan desainer.

Disampakan Ketua APPMI Jawa Barat Harry Ibrahim, Fashionality Modest Mode 2022  yang berlangsung di  Trans Convention Center,  Trans Luxury Hotel, Bandung sejalan dengan perkembangan fashion modest (busana santun) di Tanah Air, khususnya di Jawa Barat. “Bandung merupakan salah satu kota dengan perkembangan industri busana muslim pesat di Jawa Barat yang akrab dijuluki Paris van Java,” terang Harry d acara pembukaan Fashionality Modest Mode 2022 yang dihadiri Ketua Dekranasda Jawa Barat, Atalia Praratya, di Bandung, Rabu (24/8/2022).

Perlu diketahui, Paris van Java adalah sebutan pada zaman kolonial Belanda untuk Kota Bandung, yang memiliki makna ‘Paris dari Jawa’. Julukan itu diberikan sekitar tahun 1920 – 1925. Menurut sejarah, Kota Bandung di masa lalu dikenal memiliki keindahan alam dan kesejukan udara, yang bisa kita saksikan hingga sekarang.

Fashionality Modest Mode 2022 berlangsung 24 hingga 26 Agustus mendatang, mempersembahkan ekshibisi dan pertunjukan busana dengan konsep Fashion dan Nationality (Fashionality) bertajuk ‘Modest est Mode’ yang berupaya mengedepankan padu padan material, gaya dan unsur lokal sebagai pembentuk budaya nasional, dengan unsur busana muslim modern yang universal.

Pembukaan Fashionality Modest Mode 2022 (dok. Hidupgaya.co)

Harry menambahkan, tak melepaskan diri dari keutamaan budaya nasional, garis perjuangan APPMI sebagai asosiasi dan organisasi tetap terfokus kepada pengembangan unsur-unsur lokal. “Hal ini dibuktikan dengan desain inovatif dan modern, yang tetap kental mengangkat nilai budaya nasional menjadi dasar pengambilan tema Modest est Mode,” terang Harry,

Harry mengungkap, Jabar adalah produsen terbesar untuk  busana muslim. “Kita butuh panggung untuk tampilkan produk UMKM di bidang fashion modest, salah satunya melalui ajang Fashionality Modest Mode 2022,” ujarnya.

Di aajang ini bakal ditampilkan 60 perancang yang akan mengusung koleksi gaya terkini. “APPMII ingin sebagai wadah organisasi bagi teman-teman yang ingin berbagi informasi di bidang fashion juga kiat-kiat dalam menjalankan bisnis,” ujar Harry.

APPMI, sebut Harry, diharapkan dapat membantu perkembangan industri fashion di Jabar. “Sejak dibentuk pada tahun 2000, hingga kini APPMI Jabar memiliki total anggota 30 desainer. Dan bertepatan dengan Fashionality Modest Mode 2022, kami akan lantik 4 anggota baru. Jadi totalnya sekarang ada 34 desainer yang tergabung di APPMI Jabar. Mudah-mudahan empat desainer ini bisa realisasikan karya dan turut memberikan sumbangsih kepada organisasi, juga majukan industri fashion di Jabar,” harap Harry.

Sinergi APPMI dengan Bank Indonesia dan Dekranasda Jabar, sebut Harry, diharapkan dapat mengembangkan wastra lokal dan pembinaan UMKM Jabar. “APPMI harus memberikan sumbangsih kepada Jabar,” tandas Harry. (HG)