Hidupgaya.co – Zayed Sustainability Prize, pelopor penghargaan global milik Uni Emirat Arab untuk mengakui keunggulan dalam keberlanjutan, telah resmi menutup pendaftaran siklus penghargaan 2023. Selama masa pendaftaran empat bulan, lebih dari 4.500 formulir diterima di lima kategori penghargaan yaitu Kesehatan, Pangan, Energi, Air, dan Sekolah Menengah Global dari 152 negara.

Jumlah pendaftar naik sebesar 13% dibandingkan tahun lalu dari usaha kecil dan menengah (UKM), organisasi nirlaba, dan sekolah menengah. Total pendaftaran dari UKM meningkat di semua kategori, menggarisbawahi tren yang meningkat bahwa UKM menempatkan keberlanjutan sebagai agenda utama mereka.

Pemenang Zayed Sustainability Prize akan diumumkan pada upacara penghargaan Zayed Sustainability Prize 2023 yang akan diadakan pada 16 Januari 2023 sebagai bagian dari Abu Dhabi Sustainability Week.

Yang Mulia Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Perindustrian dan Teknologi Canggih UEA dan Direktur Jenderal Penghargaan ini, mengatakan selama 14 tahun terakhir, Zayed Sustainability Prize telah memberi insentif pada solusi praktis terhadap tantangan global yang berdampak nyata pada tingkat komunitas di sekitar dunia. 

“Terinspirasi oleh komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan warisan kemanusiaan Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, penghargaan ini telah memperbaiki kehidupan 370 juta orang di 151 negara hingga saat ini,” ujarnya.

Yang Mulia Dr. Sultan Ahmed Al Jaber mengaku bersemangat melihat solusi kreatif apa yang akan dibawa oleh pendaftar tahun ini, terutama saat UEA bersiap menjadi tuan rumah COP 28 tahun depan. “Mengingat kami ingin memanfaatkan COP 28 sebagai platform untuk inklusivitas dan hasil praktis, saya yakin bahwa penghargaan ini dapat membantu memberikan kemajuan sosial dan ekonomi dari seluruh sektor swasta, komunitas bisnis kecil, dan generasi muda yang semakin aktif dan terlibat,” tuturnya.

Pendaftar tahun ini lebih beragam dari sebelumnya. Lebih banyak pendaftaran yang diterima tahun ini datang dari negara-negara berkembang di Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan, Asia Timur, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika Utara, yang merupakan indikasi penting meningkatnya partisipasi negara-negara berkembang dalam memerangi perubahan iklim.

Negara-negara pengirim terbanyak termasuk Kenya, India, Cina, Mesir, Brasil, dan Amerika Serikat. Menerima pendaftaran dari berbagai belahan dunia, Penghargaan ini lebih siap untuk memenuhi misinya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan kemanusiaan yang berdampak luas, inovatif, dan menginspirasi di seluruh dunia.

Kategori Pangan dan Kesehatan Paling Diminati

Kategori Pangan (1.426) dan Kesehatan (946) paling banyak menerima pendaftaran, diikuti oleh Energi (736) dan Air (601), sedangkan kategori Sekolah Menengah Dunia menerima 829 pendaftaran.

Dalam kategori Pangan, yang pendaftarannya meningkat hampir 20% dibandingkan tahun lalu, banyak pendaftar yang menyajikan solusi dalam mencapai produksi pangan berkelanjutan untuk mengatasi meningkatnya kerawanan pangan dan kekurangan gizi di dunia yang terancam oleh perubahan iklim.

Untuk kategori Kesehatan, beberapa pendaftar mengatasi kelemahan sistem perawatan kesehatan yang terpapar pandemi Covid-19, dan menawarkan solusi penyediaan layanan kesehatan yang lebih tangguh, inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi orang-orang yang paling membutuhkan.

Di kategori Energi, penghargaan ini menerima banyak pendaftaran berfokus pada peningkatan akses energi berkelanjutan di komunitas rentan, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan  Perserikatan Bangsa-Bangsa, energi bersih yang terjangkau untuk semua, dan mendorong transisi energi rendah karbon.

Terakhir, dalam kategori Air, sejumlah peserta  menawarkan solusi mengatasi tantangan produksi air bersih, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya air yang dihadapi di seluruh dunia, khususnya di negara-negara berkembang.

Jumlah pendaftar dari sekolah menengah tumbuh sebesar 55% dibandingkan tahun lalu, yang sangat menggembirakan dan merupakan bukti tumbuhnya kesadaran kaum muda akan tantangan dan risiko yang ditimbulkan oleh krisis iklim dan peluang untuk memimpin pembangunan berkelanjutan. 

Pendaftar kategori Sekolah Menengah Global mengusulkan solusi pengelolaan limbah, sistem energi bersih, dan sistem pangan seperti hidroponik dan aquaponik, yang mencerminkan pemikiran inovatif siswa dan pertimbangan cermat terhadap proyek yang paling cocok untuk komunitas lokal mereka.

Penghargaan saat ini memasuki tahap evaluasi. Semua pendaftar akan dipilih oleh konsultan penelitian dan analisis independen. Tingkat ketiga dan terakhir dari proses evaluasi adalah juri, yang akan bersidang di bulan Oktober untuk memilih pemenang di setiap kategori dengan suara bulat.

Sejak diluncurkan pada tahun 2008, Penghargaan dengan total US$3 juta, telah secara langsung dan tidak langsung, mengubah kehidupan lebih dari 370 juta orang di seluruh dunia. Dampak globalnya terus tumbuh, karena semakin mengkatalisasi jangkauan kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan. 

Setiap pemenang dalam kategori Kesehatan, Pangan, Energi, dan Air menerima US$600.000 untuk memperluas cakupan dan skala solusi keberlanjutan mereka, sedangkan kategori Sekolah Menengah Global memiliki enam pemenang, yang mewakili enam wilayah dunia, dengan masing-masing pemenang menerima hadiah sampai dengan US$100.000. (HG)