Hidupgaya.co – Pernah ingat kalimat kerja keras bagai kuda tak ingat orang tua? Itu semacam ‘sindiran’ bagi anak muda yang kerja tanpa ingat waktu dan tak jarang melupakan keluarga. Tak bisa dimungkiri, meningkatnya gaya hidup serba cepat dan persaingan yang kian sengit telah mendorong anak muda untuk bekerja terus menerus demi mencapai sukses . Gaya hidup ‘hustle culture’ ini lambat laun akan berdampak pada pada kesehatan mental dan fisik. 

Banyak orang menganut gaya hidup ‘hustle culture’ bekerja lebih banyak dan lebih sibuk hingga abai terhadap masalah kesehatan, yang bisa berujung pada stres. “Hustle culture ini juga bisa berdampak pada kesehatan, fisik dan mental, salah satunya stres – yang bisa berujung pada masalah vitalitas pria dan masalah seksual lainnya,” ujar seksolog dr. Boyke Dian Nugraha SpOG, MARS, dalam temu media menandai Ulang Tahun WISH ke-20, Kamis (11/8/2022).

Boyke menambahkan, hustle culture bisa memicu kelelahan, ditambah dengan banyaknya tekanan hidup, tak jarang hal ini memicu penurunan gairah seks pria. Gairah seks yang rendah pada pria menggambarkan penurunan minat mereka terhadap aktivitas seksual.

dr. Boyke Dian Nugraha SpOG, MARS (kanan) saat peluncuran produk HORN di Jakarta, Kamis (11/8/2022) – dok. Hidupgaya.co

Riset menyebut 54 persen gangguan dalam hubungan intim melibatkan psikogenik, dalam hal ini stres. “Psikogenik memegang peran besar dalam hubungan seks, mencapai 54 persen sedangkan organogenik misalnya kelainan pembuluh darah memegang peran sekitar 48 persen,” terang dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang membesut merek WISH pada 2002.

Pandemi Covid-19, sebut Boyke, juga turut mempengaruhi kemampuan ereksi pada pria. “Mantan pasien Covid-19 bisa mengalami gangguan ereksi pasca dinyatakan pulih. Ini masuk Long Covid-19 pada pria dan harus ditangani untuk memulihkan kemampuan ereksi,” ujarnya.

Data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Urological Association menyebut, 30-40 persen pria pernah mengalami ejakulasi dini. Selain itu, satu dari lima pria berusia antara 18-59 tahun mengidap kondisi ini.

Boyke menyebut, beberapa faktor dapat menyebabkan ejakulasi dini, yakni masalah psikologis seperti stres, depresi, dan faktor lain yang mempengaruhi kesehatan mental dan emosional dapat memperburuk kondisi itu. Selain ejakulasi dini, masalah seksual yang kerap dialami pria adalah gangguan ereksi, kurang bergairah, peyrone (kondisi ketika bentuk penis membengkok akibat pembentukan jaringan parut di sepanjang batang penis), dan gangguan kesuburan.

Untuk membantu pria dewasa muda dalam mengatasi masalah seksualnya, Boyke & Co meluncurkan produk HORN. “HORN memang diciptakan untuk pria dewasa muda agar dapat membantu mengatasi kesenjangan ini. Produk HORN dikemas agar pembeli merasa nyaman, terbuka, dan tidak merasa dihakimi,” terang pemerhati hubungan pasutri.

HORN berasal dari bahasa Inggris yang berarti tanduk/klakson. “Dengan mengonsumsi HORN diharapkan pria dapat menjadi ‘tanduk’ alias kuat, keras, dan/atau menjadi pelindung bagi pasangan. Dengan HORN akan menimbulkan pengalaman yang liar, berisik seperti klakson ketika bercinta,” terang Boyke.

Direktur HORN, Dhila menyampaikan produk HORN terdiri dari HORN Tisu dan HORN Cokelat Stamina. “HORN Tisu berupa tisu basah yang dapat memberikan kesegaran dan kebersihan pada kulit daerah sensitif. Produk ini mengandung berbagai ingredient yang dapat membantu menjaga dan merawat organ vital pria,” ujarnya.

Selain pria, wanita juga memiliki sejumlah masalah kesehatan, termasuk dalam hal ini kesehatan seksual. Sejumlah masalah kesehatan wanita, di antaranya kesehatan reproduksi seperti endometriosis, PCOS (Sindrom polikistik ovarium), miom, keputihan, nyeri haid, dan sebagainya.  “Tak jarang masalah kesehatan itu berdampak pada keharmonisan pasangan suami istri. Sayangnya pihak wanita tak jarang malu mengungkapkan hal itu,” ujar Boyke.

Inilah yang melandasi Boyke menciptakan merek WISH, yang tahun ini memasuki usia dua dekade. “WISH diciptakan untuk membantu wanita menjadi sehat dan harmonis bersama pasangan,” tuturnya.

Selama  dua dekade, banyak inovasi yang dilakukan WISH untuk membantu wanita Indonesia. “Saat ini tersedia lebih dari 40 produk berkualitas yang bertujuan untuk membantu wanita indonesia sehat dan harmonis bersama pasangannya,” ujar Boyke sebagai sosok pencetus WISH.

Agar keharmonisan pasutri terjaga, penting untuk merawat vitalitas. Boyke menyarankan untuk mengonsumsi suplemen herbal yang sudah teruji klinis. “Jangan lupa imbangi dengan olahraga teratur, lebih baik kardio minimal 30 menit sehari, konsumsi makanan bergizi, serta kelola stres,” tandasnya. (HG)