Hidupgaya.co – Keterbatasan mestinya bukan menjadi hambatan untuk melahirkan karya dan bermakna bagi orang lain. Hal telah dibuktikan oleh anak-anak dengan Down Syndrome (Sindrom Down) yang melenggang-lenggok laksana model di Intercontinental Hotel Jakarta Pondok Indah. Pergelaran ini berlangsung berkat koleborasi Yayasan Carys Cares dan POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome).

Mengusung tema “Indonesia Ku” anak-anak Down Syndrome tidak hanya melenggok laksana model cilik, namun juga memakai busana busana ready to wear hasil karya lukisan mereka. Diiringi musik yang dimainkan pianis Ananda Sukarlan, anak-anak ini tampak luwes dan percaya diri saat berjalan di ‘runway’ dan mendapat tepuk tangan meriah undangan yang hadir.

Perlu diketahui, Down Syndrome merupakan kelainan genetik yang disebabkan ketika pembelahan sel menghasilkan bahan genetik tambahan dari kromosom 21. Gangguan ini disebut juga dengan trisomi 21 dan dapat menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan fisik dan mental, bahkan kecacatan.

Fashion show anak Down Syndrome (dok. HIdupgaya.co)

Sekali lagi, keterbatasan yang ada sejak lahir tidak menyurutkan anak-anak berkebutuhan khusus ini menampilkan karya. “Setiap baju yang ditampilkan hari ini adalah kreasi teman-teman Down Syndrome. Kami percaya anak-anak berkebutuhan khusus juga perlu diberikan kesempatan yang sama untuk berinovasi, menghasilkan karya hingga tercipta peluang bisnis yang dapat dipastikan akan berkelanjutan,” tutur Carys Mihardja, selaku pendiri Carys Cares yang memiliki kepedulian tinggi terhadap komunitas Down Syndrome di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Bergandengan tangan dengan Alleira Batik, 9 anak Down Syndrome melangkah di panggung didampingi Spouse of Ambassador, member of WIC, dan beberapa publik figur yang peduli terhadap Down Syndrome. 

Nur Asia Uno tampak berada di antara undangan yang memberikan dukungan terhadap anak-anak Down Syndrome. “Anak-anak berkebutuhan khusus ini butuh perhatian kita bersama dan perlu kita dukung. Produk karya mereka bisa diperoleh di Nur Corner Senopati (Jakarta Selatan),” ujar istri Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan sambutan sebelum peragaan busana digelar.

Nur Asia Uno berharap anak-anak spesial dapat mengungkapkan ekspresi dan kreativitasnya. “Kita tidak banyak organisasi atau individu-individu yang memberikan perhatian kepada anak-anak spesial ini. Oleh karena itu, diharapkan dengan acara ini, anak-anak spesial dapat mengungkapkan ekspresi dan kreativitas mereka, sehingga tetap merasa bahagia dan senang bersama-sama. Semoga hasil karya anak-anak spesial ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat nasional maupun internasional,” tutur Nur Asia yang datang ditemani anak bungsunya, Sulaeman (10).

Khusus untuk pergelaran busana ini, Alleira Batik menggabungkan motif batik dengan hasil karya lukisan anak-anak Down Syndrome dalam koleksi yang tidak biasa. Koleksi hadir dalam bentuk long sleeve shirt, kebaya, serta kain stola di atas material satin dan katun yang lembut, hingga celana pendek. 

Palet warna-warna tegas dan cerah seperti biru, krem, hijau, merah, ungu, dan beberapa gradasi warna lainnya digunakan untuk membawa kesan positif dan gembira.

Merchandise karya anak Down Syndrome (dok. Hidupgaya.co)

Selain koleksi pakaian ready to wear, terdapat pula merchandise seperti dompet, tas, masker yang bisa dibeli untuk melengkapi gaya hidup. Hasil penjualan dari program ini diberikan sepenuhnya untuk Yayasan POTADS.

Carys Cares merupakan yayasan sosial yang bertujuan untuk mengakhiri stigma di masyarakat mengenai anak dan remaja berkebutuhan khusus. Didirikan oleh Carys Mihardja pada t2018, tujuan utama Carys Cares adalah membangkitkan kesadaran masyarakat dengan menunjukan bakat istimewa dari anak-anak Down Syndrome melalui hasil karya mereka.

Seluruh koleksi yang ditampilkan dapat dibeli melalui website http://www.caryscares.com dan instagram @carys.care ataua bisa datang langsung ke Sogo Plaza Senayan, Gallery Lafayette dan Nur Corner Senopati. (HG)