Hidupgaya.co – Pasar properti mulai bergairah di tengah kondisi pandemi yang kian kondusif. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer tumbuh meningkat pada triwulan pertama 2022. Hal itu terlihat dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan satu 2022 tercatat 1,87% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,47% (yoy).

Survei juga mengungkap, harga properti residensial di pasar primer diperkirakan bakal tumbuh terbatas pada triwulan kedua 2022 sebesar 1,16% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Sementara, dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa sebesar 69,54% dari total pembiayaan.

Ilustrasi pameran properti (dok. istimewa)

Vice President PT. Adhouse Clarion Events Gad Permata menyampaikan perhelatan Indonesia Properti Expo (IPEX) yang bakal berlangsung  13 – 21 Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, diharapkan diharapkan dapat berkontribusi penting dalam penyediaan hunian bagi masyarakat. 

Gad menambahkan, kendati bahan baku dan kenaikan inflasi masih tetap terjaga, diharapkan pula tidak ada kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dapat memperlambat proses pemulihan di sektor properti. “Kita tetap mendorong pameran properti untuk terus bergerak naik dan kembali bergairah, meskipun tingkat permintaan hunian dari segmen masyarakat belum cukup merata,” ujarnya.

Menurut Gad, banyak cara para pengembang dalam memadupadankan beragam kreasi memikat konsumen, baik dengan kolaborasi dan dukungan bank penyalur KPR, mengembangkan potensi proyek dengan lebih inovatif, dan juga memanfaatkan insentif pajak pemerintah melalui PPN properti. “Semua itu sangat bermanfaat serta berdampak pada pertumbuhan yang lebih positif,” terangnya.

Ia berharap, pameran IPEX 2022 bisa membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi ‘backlog’ penyediaan beragam jenis produk properti. Dikutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog rumah adalah suatu indikator yang digunakan pemerintah sesuai dalam rencana strategis (Renstra) atau rencana pembangunan jangka menengan (RPJMN) yang terkait bidang perumahan untuk mengukur jumlah kebutuhan rumah di Indonesia.

Gad menambahkan, pergelaran IPEX ke-41 yang akan digelar Agustus mendatang bakal menampilkan 315 projek properti dengan pilihan harga mulai Rp168 Juta.

Sementara itu, Mortgage Sales Department Head Bank BTN Romeo Daniel MVE mengatakan ajang promosi dan transaksi melalui IPEX Agustus 2022 akan mengusung tema ‘Kini Saatnya Merdeka Punya Rumah’.

“Melalui tema itu, tentu melalui fasilitas Bank BTN akan membantu mewujudkan punya rumah impian dengan merdeka dari angsuran floating, merdeka dari biaya KPR, dan merdeka pengajuan KPR dimana aja kapan saja,” jelas Romeo.

Romeo menambahkan juga ada suku bunga spesial 3,72% fixed rate 1 tahun, 5,22% di tahun ke-2 serta tahun ke-3 sampai tahun ke-5 kenaikan 1,5% per tahun bagi fixed income.  Untuk gimmick IPEX periode 13 – 21 Agustus 2022 ini yaitu diskon 50% biaya provisi dan biaya administrasi.

Romeo menyampaikan, kelebihan suku bunga BTN setelah masa fixed suku bunga promo berakhir, kenaikan hanya sebesar 1,5% tiap tahun dengan rincian tahun pertama 3,72%, tahun kedua 5,22%, tahun ketiga 6,72%, tahun keempat 8,22%, dan tahun kelima 9,72%. “Untuk tahun keenam dan seterusnya kenaikan hanya 1% hingga floating maksimal,” ujarnya.

Gimmick marketing Bank BTN juga menawarkan suku bunga mulai 2,22% fixed 1 tahun dengan subsidi pengembang 1,5% selama 1 tahun. Selain itu juga ada gratis biaya provisi, biaya administrasi, diskon biaya appraisal serta jangka waktu panjang sampai 30 tahun.

Nah, manfaatkan peluang ini untuk memiliki rumah idaman ya! (HG)