Hidupgaya.co – Program Zayed Sustainability Prize (ZSP) bakal ditutup 6 Juli 2022, untuk itu para peserta dari Indonesia yang hendak mengikuti kompetisi berhadiah total US$3 juta untuk segera mengirimkan berkas syarat dan kelengkapan yang dibutuhkan.

Perwakilan Zayed Sustainability Prize Indonesia Kamal Fitrianto mengingatkan peserta untuk membuat program secara mikro dan fokus pada satu wilayah dan tidak usah melebar. Tujuannya agar materi yang disampaikan lebih terarah dan dipahami para juri dengan lebih baik. 

““Sebaiknya program yang didaftarkan jangan terlalu makro cukup mikro saja. Parameter penilaian adalah program, dampak, dan peningkatan ekonomi,” ujar Kamal di acara live IG Asah Kebaikan x ZSP, akhir Juni silam.

Logo ZSP (dok. istimewa)

Kamal menekankan, meskipun program yang dilakukan memiliki cakupan skala nasional, lebih baik peserta dapat mengambil program dengan cakupan per wilayah saja. “Tujuannya  agar terlihat dampaknya bagi warga sekitar,” tuturnya.

Untuk mengikuti kompetisi bergengsi ini, peserta diminta untuk mengirimkan video dengan durasi 5-7 menit. Di sini, pendaftar diminta memasukkan informasi yang dibutuhkan dalam penilaian. “Untuk video merupakan gambaran kegiatan bukan sambutan dari kepala daerah. Saran saya, syuting video langsung kegiatan,” beber Kamal.

Video tersebut juga dilengkapi dengan narator untuk menjelaskan kegiatan dalam video itu. Narator tidak perlu tampil dalam video. Utamanya, narator harus menggunakan bahasa Inggris, karena juri Zayed Sustainability Prize adalah orang asing. Jika, narator tidak dapat berbahasa Inggris, peserta tidak perlu khawatir karena video dapat dilengkapi dengan subtitle bahasa Inggris.

Kamal menyarankan, video dapat dimulai dengan kondisi masyarakat yang memprihatinkan (menyedihkan) sebelum program berlangsung, selanjutnya program hadir untuk membantu masyarakat. “Digambarkan juga, peserta dengan masyarakat menjalankan program secara bersama-sama,” ujarnya.

Dalam video sebaiknya juga dijelaskan tentang tantangan dan hambatan yang dapat dijelaskan melalui narasi. Kemudian pada akhir video, peserta dapat menggambarkan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan hambatan yang dilalui. “Narator dapat menyampaikan kondisi peningkatan ekonomi masyarakat setelah diberikan program, namun hambatannya misalnya berupa infrastruktur dan transportasi yang sulit sehingga membutuhkan dana,” ujarnya. 

Kamal mengingatkan, video yang disertakan dalam kompetisi ZSP harus sudah tayang di platform YouTube atau Vimeo. “Hanya kedua platform ini yang dipakai,” ujarnya.

Pendaftaran ZSP 2023 dibuka 22 Februari – 6 Juli 2022. Bagi, peserta masih ada waktu, namun juga peserta diminta segera mengirimkan berkas pendaftaran mengingat menjelang penutupan pengiriman pendaftaran membludak. “Hal ini dapat menyebabkan peserta kesulitan masuk ke situs pendaftaran. Jangan sampai terjadi,” pungkas Kamal. (HG)