Hidupgaya.co – Pasangan menikah umumnya mendambakan kehadiran anak sebagai generasi penerus. Sayangnya tak semua pasangan beruntung bisa secepatnya hamil di tahun pertama karena berbagai penyebab. Infertilitas alias ketidaksuburan diterjemahkan sebagai kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah 12 bulan atau lebih berhubungan intim secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi.

Situasi itu disebut dengan istilah infertilitas primer. Sedangkan infertilitas sekunder merujuk pada ketidakmampuan seseorang memiliki anak atau mempertahankan kehamilannya – jadi meskipun berhasil hamil namun tak bisa dipertahankan hingga saatnya si bayi dilahirkan.

Guna mendapatkan keturunan yang tidak bisa diperoleh secara alami (tanpa campur tangan medis), kini tersedia berbagai cara – berkat kemajuan pesat di teknologi kehamilan terbantu. Disampaikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Klinik Fertilitas Indonesia RSIA Restu Ibu Sragen, dr. Onnie Wiratama Sp.OG, ada beragam program hamil (promil), yakni alami, program inseminasi dan bayi tabung/IVF.

Ilustrasi alat tes kehamilan (dok. istimewa)

Program alami dilakukan dengan memantau ovulasi dari istri, bisa menggunakan obat-obatan untuk stimulasi ovulasi atau tidak. Sedangkan program inseminasi atau Intrauterine Insemination (IUI) merupakan program kehamilan dengan metode mendekatkan sperma (yang sudah melalui proses washing sperm) dengan sel telur secara natural di dalam rahim. “Tujuannya yakni meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi,” terang Onnie. Dengan demikian metode ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.

Perlu diketahui, tuba falopi adalah dua pipa yang menjadi jalur perjalanan sel telur dari indung telur (ovarium) ke rahim. Adanya penyumbatan pada saluran tuba falopi dapat mengganggu fungsi hingga menyebabkan wanita mengalami susah hamil.

Sementara program bayi tabung atau IVF (In Vitro Fertilization), merupakan teknologi untuk mendapatkan kehamilan dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia. Setelah terjadi pembuahan sejumlah 1-2 embrio akan ditanamkan kembali ke rahim calon ibu.

Onnie menambahkan, sebelum menentukan program hamil yang tepat harus dilakukan pemeriksaan dasar untuk pasangan suami istri. “Pemeriksaan dasar fertilitas atau kesuburan yg sebaiknya dilakukan oleh pasangan suami istri pertama adalah HSG (histerosalphingografi) yang bertujuan untuk melihat saluran indung telur/ tuba falopi. Selanjutnya USG transvaginal untuk melihat cadangan dan jumlah sel telur, dan ketiga analisis sperma untuk melihat kualitas dan kuantitas sperma suami,” terangnya.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini mengingatkan risiko bagi pasangan yang menunda kehamilan. “Kesuburan menurun seiring bertambahnya usia, peningkatan risiko cacat lahir, komplikasi selama persalinan, kondisi kesehatan yang menurun,” terangnya.

Klinik Fertilitas Indonesia berupaya membantu pasangan yang berusaha mendapatkan keturunan. Selain ada di kota Sragen, Jawa Tengah, klinik ini terdapat di kota-kota lainnya di Indonesia. Hingga kini Klinik Fertilitas Indonesia sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 fasilitas kesehatan di Indonesia untuk melayani dan membantu para pasutri yang mendambakan buah hati.

Layanan yang ada di Klinik Fertilitas Indonesia meliputi konsultasi program kehamilan, analisa sperma, dan program inseminasi (IUI). Kabar baiknya, selama periode Februari – 31 Maret 2022 di Klinik Fertilitas Indonesia terdapat paket kasih sayang bagi pasutri yang ingin memiliki momongan dengan program kehamilan inseminasi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Klinik Fertilitas Indonesia bisa mengunjungi website mereka di http://www.klinikfertilitasindonesia.com atau Instagram mereka di @klinikfertilitas.id dan call center di 150-483. (HG)