Hidupgaya.co – Desainer busana muslim Wwiek Muslimah, baru-baru ini menggelar acara ‘Kajian & Arisan Bersama Reseller, Mitra Wiwiek Muslimah, dan Wwiek Lovers’ di Soppeng, Sulawesi Selatan.

Mengusung tema ‘Hijrah Menuju Kemuliaan Bersama Wwiek Muslimah’ perhelatan ini bermaksud menjalin silaturahmi antara reseller dan mitra Wwiek Muslimah serta Wwiek Lovers di wilayah Soppeng, serta sebagai pelopor acara serupa yang akan dilakukan di wilayah lainnya.

Dihadiri sekira 600 tamu undangan, acara juga hadirkan ustadzah Umi Pipik, dipandu oleh host Terry Putri, dan tampilan khusus Reza Artamevia. Turut hadir dalam acara para pejabat daerah, salah satunya Wakil Bupati Soppeng Ir Lutfi Halide MP, Istri Bupati Soppeng Hj Nurjannah Kaswadi, Istri Bupati Sidrap, jajaran Forkopimda Soppeng, dan tamu undangan lainnya.

Peserta gathering Wiwiek Muslimah di Soppeng (dok. istimewa)

“Dengan kehadiran tidak kurang dari 600 peserta dengan kontribusi yang cukup membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Soppeng bertumbuh dengan baik. Saya berharap ke depan, apa yang dilakukan oleh Wiwiek Hatta bisa ditiru oleh para entrepreneur dan keluarga-keluarga yang ada di Kabupaten Soppeng,” ujar Wakil Bupati Soppeng dalam pidato sambutannya.  

Kesempatan sama, penyanyi Reza Artamevia turut berbagi perihal acara ini. “Ini pertama kalinya saya ke Soppeng, saya enjoy banget. Ini juga pengalaman yang tak terlupakan buat saya. Di sana wanita menggunakan hijab, jadi kesempatan bagi saya untuk belajar berhijab syar’i. Saya menyanyi dengan memakai baju syar’i dari Wwiek Muslimah. Bahannya nyaman, tidak kepanasan walaupun tertutup, desainnya anggun dan elegan. Saya suka,” tutur pelantun lagu ‘Pertama’.

Di acara yang sama juga diadakan bincang-bincang dengan hadirkan CEO sekaligus Brand Owner Wwiek Muslimah, yakni Wiwiek Hatta dan desainer kondang sekaligus fashion guru, Eko Tjandra yang berhalangan hadir namun berkesempatan menyapa via tayangan video.

Wiwiek Hatta berkisah bagaimana awal mula dia membesut label Wiwiek Muslimah. “Saat itu tahun 2013, kami memutuskan untuk hijrah ke Ibukota. Kebetulan saya punya hobi mencoret-coret desain baju di kertas sejak SMA. Dari hobi ini kemudian saya berpikir untuk mencoba mewujudkan desain di kertas ini menjadi sebuah baju,” ujarnya.

Dengan modal dua orang penjahit yang saya datangkan dari Soppeng, usaha busana muslimah Wiwiek Hatta dimulai. “Akhirnya, dengan berkah dan petunjuk dari Allah SWT, hari ini kami memiliki rumah jahit sendiri dengan sekitar 200 tenaga penjahit dan dikelola secara profesional,” ujar Istri Andi Muh Arwis.

Acara di Gedung Pertemuan Masyarakat Soppeng ini dilakukan dengan protokol COVID-19 yang sangat ketat, wajib scan QR peduli lindungi, memakai masker, memakai hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak. (HG)