Hidupgaya.co – Industri salon dan tata rambut adalah bagian dari industri kreatif yang turut menunjang industri lain seperti industri kecantikan, fashion, hingga seni pertunjukan yang turut berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.

Hairdresser alias penata rambut merupakan salah satu elemen yang mampu memajukan industri tata rambut ini. Untuk itu diperlukan edukasi berkelanjutan demi menunjang kelangsungan bisnis tata rambut, juga pelakunya. Terkait hal ini, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VCI) melalui brandnya CBD Professional bekerja sama dengan Dyandra Promosindo menghadirkan kembali ‘Pitstop Virtual Learning bersama Diana Hadisuwarno’ sebagai ruang edukasi virtual berkelanjutan untuk hairdresser profesional di Indonesia.

Potongan rambut layer kembali jadi tren (dok. istimewa)

Guna mengembangkan industri tata rambut, salon patut mempunyai komitmen yang tinggi, terutama bagi hairdresser dimana mereka wajib untuk mampu beradaptasi, upgrade keterampilan dan tren gaya rambut, dan menggunakan alat kosmetik berkualitas baik.

“Hadirnya teknologi digital dan media sosial dapat mempermudah para hairdresser untuk mendapatkan informasi hingga edukasi. Untuk turut mengembangkan industri tata rambut, inisiatif yang CBD Professional lakukan adalah digitalisasi edukasi melalui Pitstop Virtual Learning yaitu pelatihan secara virtual berupa look and learn serta demo aplikasi step by step,” terang Brand Manager CBD Professional, Joanie Sutanto, dalam temu media virtual, baru-baru ini.

Program edukasi teranyar mengangkat tema ‘Amethyc Luster’ yang terinspirasi oleh proses alami lautan selama ribuan tahun dari pecahan batu ametis yang ditemukan di kedalaman laut. “Kilau batu berpadu dengan suasana sunset berlatar lautan serta bias warna merahnya terpantul pada riak gelombang memberikan keindahan komposisi warna alami yang selalu tampak serasi dengan rambut orang Indonesia,” imbuh penata rambut profesional Diana Hadisuwarno, di kesempatan sama.

Layer pada Rambut Kembali Jadi Tren

Sesi pertama Pitstop Virtual Learning bersama Diana Hadisuwarno dimulai dengan teknik pengguntingan rambut. Diana menjelaskan pada tahun 2022, layer kembali banyak digemari oleh perempuan di Indonesia. Karena dengan layer, rambut sudah mempunyai bentuk yang mudah untuk diatur.

“Potongan layer harus memperhatikan jenis rambut, ketebalan rambut, dan bentuk wajah klien. Sesi cutting dilakukan dengan teknik point cut, diawali layering dengan pola oval untuk memberikan efek rambut yang bervolume, pastikan posisi kepala client tegak agar penarikan layer akurat,” terang Diana.

Langkah selanjutnya adalah melakukan texturizing saat kondisi rambut kering dengan gunting dry cut.

Sebelum memasuki sesi kedua yang membahas pre-lightening, penting melakukan ‘diagnosis’ pada klien agar tidak terjadi penumpukan warna yang membuat hasil bleaching tidak rata. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan cleansing untuk membuang deposit warna memakai Miranda Professional Bleaching Powder + CBD Developer 3%.

“Untuk sesi pre-lightening ini, menggunakan teknik Air Touch agar menciptakan hasil yang bold serta menggunakan papan balayage untuk membantu posisi foil tetap sempurna. Setelah selesai membuat pola dapat ditunggu selama 45 menit, dilanjutkan bleaching sebanyak 2 kali lalu dibilas,” ujarnya.

Diana Hadisuwarno menambahkan, pemakaian warna Amethyc Luster dapat disesuaikan dengan warna kulit klien. Dia menambahkan, pengaplikasian warna rambut juga lebih baik saat kondisi rambut lembab untuk menjaga kualitas rambut dan memperhalus proses ‘blending’ warna pada rambut. “Dan untuk styling, perlu memperhatikan temperatur alat, jangan sampai overheat untuk mempertahankan kesehatan rambut,” pungkas Diana. (HG)