Hidupgaya.co – Berbagai sektor industri yang mulai beralih ke industri berkelanjutan menyebabkan pesatnya perkembangan industri tersebut, dan hal itu akan berlanjut di tahun Macan Air. Menurut laporan Global Sustainable Investment Alliance 2021, investasi berkelanjutan saat ini berjumlah sekitar US$35,3 triliun atau lebih dari sepertiga dari semua aset di lima pasar terbesar di dunia. Laporan yang sama menyebut pada periode 2018-2020 terjadi peningkatan sebesar 15% dari sustainable and responsible investments (SRI) secara global.

Di Indonesia, ada peningkatan investasi Environmental, Social, and Governance (ESG) bisa dibilang signifikan. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2014, jumlah produk dan besaran dana yang dikelola reksa dana bertema ESG mengalami peningkatan drastis. Berdasarkan data yang dihimpun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2020, terdapat 14 produk reksa dana berbasis ESG dengan nilai dana kelola (asset under management) mencapai Rp3,062 triliun.

Ilustrasi investasi di tahun Macan Air (dok. istimewa)

Mengacu pada berbagai pandangan dan fokus yang digalakkan pemerintah Indonesia tahun ini, investasi berkelanjutan berbasis ESG merupakan salah satu instrumen yang patut untuk dipertimbangkan.

Menurut Kementerian Perindustrian, diperlukan perkuatan sektor kesehatan, percepatan transformasi digital dan transisi energi menuju green industry. Hal ini sejalan dengan target Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.

Basuki Tjahaja Purnama, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) mengutarakan komitmen Pertamina untuk mendukung penggunaan energi ramah lingkungan mencakup pendirian Subholding Power & New Renewable Energy (NRE) yang menjadi masa depan Pertamina. “Pertamina berupaya untuk mendukung Pemerintah Indonesia mencapai pengurangan 29% emisi karbon pada tahun 2030,” ujarnya saat menjadi pembicara di ajang webinar DBSI Spring Festival Roaring to Win 2022 yang digelar Kamis, 10 Februari 2022.

Pria yang biasa disapa Ahok menambahkan, selain pendirian Subholding NRE, dalam masa transisi energi Pertamina juga aktif berinovasi untuk menjadikan gas sebagai bahan bakar pilihan yang lebih ramah lingkungan serta mengembangkan bisnis petrokimia. “Sebab, Pertamina juga memiliki tugas penting untuk mengoptimasi devisa,” terangnya.

Kesempatan sama, Director of Consumer Banking Group, PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung, sepakat bahwa dengan sustainable finance, industri perbankan turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan. “DBS Group yang berkomitmen mencapai emisi nol bersih pada 2050. Sejalan dengan komitmen sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia senantiasa mempersonalisasi dan mengomunikasikan tren investasi berkelanjutan, salah satunya melalui acara DBSI Spring Festival 2022, agar para nasabah dapat memaksimalkan pengelolaan kekayaannya,” ujarnya.

Bertepatan dengan momentum tahun baru Macan Air, Bank DBS Indonesia mengajak para nasabah untuk menangkap peluang investasi dari berbagai industri berbasis ESG melalui Reksa Dana Indeks Eastspring IDX ESG Leaders Plus dengan denominasi rupiah, menjadikannya reksa dana indeks pertama yang berbasis dari kinerja indeks IDX ESG Leaders. “Untuk kemudahan berinvestasi, semua produk ini tersedia melalui aplikasi digibank by DBS, di mana nasabah dapat melakukan registrasi Single Investor Identity (SID) dan akses transaksi 24/7,” terang Rudy.

Investasi Cuan di Tahun Macan

Hadir dalam acara untuk nasabah secara daring, Angelina Fang dari Feng Shui Consulting Indonesia menyoroti tentang tren masyarakat untuk senang bereksplorasi, pergerakan lebih aktif dan adanya sikap impulsif berkat elemen kayu yang kuat di tahun Macan Air. “Agar tetap harmonis di tahun ini, sikap impulsif tersebut perlu dikendalikan karena berpotensi menyebabkan kecerobohan, termasuk dalam mengambil keputusan keuangan,” saran dia.

Di sisi lain, sebut Angelina, diperlukan pula sikap lebih berani dalam mengambil peluang, termasuk mengambil peluang dalam berinvestasi, dengan tetap mempelajari sebaik mungkin peluang dan risikonya. “Hal ini dapat dimulai dari langkah kecil dahulu bagi para pemula, karena satu langkah kecil maju tetaplah merupakan kemajuan menuju keberhasilan,” tandasnya. (HG)