Hidupgaya.co – Mantan CEO PT Dentsu Indonesia, Maya Watono, ditunjuk sebagai Direktur Marketing PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney oleh Kementerian BUMN.

Pelantikan Maya dilakukan secara daring melalui Surat Keputusan Menteri BUMN. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo berharap hadirnya hadirnya direktur marketing akan dapat mendorong kinerja perusahaan ke depannya. Dengan pengalaman Maya Watono di industri ini selama lebih dari 15 tahun diharapkan dapat mendukung pemulihan sektor pariwisata untuk percepatan pemulihan  ekonomi nasional paska pandemi COVID-19.

“Diharapkan, dengan bergabungnya Maya sebagai Direktur Marketing InJourney akan dapat memberikan nilai tambah untuk bisa meningkatkan kinerja korporasi semakin baik lagi,” harap Kartika.

Maya Watono (dok. istimewa)

Maya Watono menerima tawaran menjadi Direktur Marketing Injourney sebagai bentuk pengabdiannya terhadap negara Republik Indonesia. “Melalui pertimbangan yang panjang, saya memutuskan menerima tawaran ini sebagai bentuk pengabdian saya terhadap negara. Kesempatan ini merupakan sebuah tantangan besar karena saya harus keluar dari industri periklanan di Indonesia yang telah saya jalankan selama lebih dari 15 tahun,” tuturnya.

Dia menambahkan, baginya ini adalah suatu kehormatan yang sangat besar, diminta pak Erick Thohir untuk membantu beliau dan juga mengabdi kepada negara.  Semoga kehadiran saya menjadi manfaat serta dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” jelas Maya.

Selama tiga tahun terakhir, Maya berhasil membawa Dentsu Indonesia menjadi agensi periklanan multinational terbesar di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Maya sebagai Country CEO Dentsu Indonesia, nama Dentsu Indonesia telah mencuat di kancah periklanan internasional berkat pertumbuhannya yang luar biasa dan juga berbagai karya yang telah memenangkan berbagai award di Asia Pacific.

Indonesian Journey atau InJourney adalah BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko, dan PT Sarinah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia

In pada nama ini berasal dari kata “Indonesia” dan integrated untuk menekankan posisi holding sebagai milik anak bangsa. Tak hanya itu, “In” juga berangkat dari kata “inbound” yang berarti turis datang yang merepresentasikan harapan dari apa yang akan dicapai oleh holding ini. Nama ini memiliki dua arti, yaitu “in a journey” atau berada dalam perjalanan dan “Indonesia journey” atau pengalaman perjalanan khas Indonesia. (HG)